Explore Kota Namlea part  3 

Explore Kota Namlea part  3 

Kelanjutan dari trip ke Ambon orang tua saya CS di akhir maret, bisa di baca kisahnya disini, sekarang mau sedikit jelaskan tentang petualangan kami di kota Namlea selama cuma tiga hari dua malam saja. 

Namlea adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Buru, Maluku, Indonesia. Kecamatan Namlea merupakan Ibukota Kabupaten Buru terdiri dari 11 desa dan 9 dusun. Luas wilayah Kecamatan Namlea 951,15 Km² secara geografis berbatasan dengan : Sebelah Utara : Laut Seram. Kota ini terkenal sebagai salah satu tempat pembuangan tahanan politik jaman orde baru, jadi semua tahanan politik dibuang di Pulau Buru. Salah satu pulau terbesar di provinsi kepulauan Maluku.

Bandingkan dengan pulau Ambon yang luasnya hanya 400 km2, sedangkan satu kecamatan di Namlea saja sudah hampir dua kali lipatnya Pulau Ambon.

Kecamatan Namlea merupakan Ibukota Kabupaten Buru terdiri dari 11 desa dan 9 dusun. Luas wilayah Kecamatan Namlea 951,15 Km² secara geografis berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara : Laut Seram
  • Sebelah Selatan : Selat Manipa
  • Sebelah Barat : Teluk Kayeli dan Dusun Batu Boy
  • Sebelah Timur : Selat Manipa

Jarak masing-masing desa di kecamatan Namlea dengan Ibu Kota kecamatan adalah sebagai berikut Lala 2 Km, Ubung 10 Km, Jikumerasa 17 Km, Waimiting 19 Km, Sawa 20 Km, Waeperang 25 Km, Sanleko 10 Km, Karang Jaya 3 Km.

Wilayah kecamatan Namlea didominasi dataran rendah dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang berasosiasi dengan daerah pantai serta perbukitan yang menempati bagian barat laut dengan ketinggian mencapai sekitar 400 meter. Selain itu terdapat juga bukit di bagian selatan dan barat Namlea dengan ketinggian sekitar kurang dari 100 meter. Kondisi perbukitan sebagian besar tidak tertutupi vegetasi dengan kondisi batuan agak lapuk sehingga di beberapa tempat bisa mengakibatkan longsor.

Kakak saya tinggal didusun  Batuboy salah satu dusun di wilayah Kecamatan Namlea, jadi petualangan kami di mulai di tanggal 30 Maret 2018 pukul 20.30 WITA kapal ferry WAYANGAN membawa kami menyebrang ke Pulau Buru, kami mendarat di pelabuhan Namlea di subuh dini hari jam 4 pagi, kami di jemput kakak saya dan kami di antar sampai ke rumahnya di dusun batu boy, rumah adem dengan bagian belakangnya bukit dan bagian depan nya masih hijau dan juga  bukit dimana di halaman masih banyak sapi berkeliaran, kambing tetangga dan ayam. Benar benar dusun yang masih  hijau.

Pukul 7 Pagi kami menikmati mentari pagi dihalaman rumah yang udaranya masih segar, memberi makan ayam, memberi makan burung nuri dan berlari lari bersama kedua ponakan saya yang baru pertamakali  bertemu kakek dan nenek nya ( bapak & ibu ).

Day 1 kami sarapan dirumah bawa bekal dari Makassar dan Ambon dan hari itu jadwalnya pergi keliling foto foto di pusat kota Namlea adapun beberapa spot tentang pusat kota Namlea sebagai berikut :

  1. Taman kota Alburuj, ada taman yang di bangun oleh pemerintah kabupaten Buru, yang bisa ditempati penduduk santai duduk dan bermain dan ber foto foto.
  2. Masjid Al buruj

Al-Buruj, mesjid megah yang ada di tengah tengah pulau Buru ini, adalah kejutan yang lain yang kami dapatkan di pulau ini. Ditengah tengah pulau yang belum banyak di kenal orang, yang namanya terdengar sedikit menyeramkan, pulau yang dulu merupakan tempat pembuangan pemberontak PKI ini, ada sebuah masjid yang luar bisa besar dan megah, bahkan bila masjid ini ada di tengah tengah kota besar, masjid ini masih bisa dikatakan megah.Mesjid ini menggoda kami untuk singgah, saat itu belum banyak aktifitas yang terlhat, hanya ada beberapa orang saja, sehingga kami leluasa untuk berkeliling dan mengambil foto.

  1. Pelabuhan Namlea, pelabuhan tempat lalu lalang kapal pelni. Selalu ramai saat kapal PELNI bersandar dengan penumpang dengan pedagang.
  2. Pasar Namlea, pasar tradisional terletak di dekat pelabuhan, akan sangat mudah didapat,kondisi padat macet
  3. Tugu Namlea, di tengah kota ada tugu dengan lambang pemkab Buru. Namanya mengunjungi kota baru pasti suka  foto di tugu.
  4. Pantai Jikumerasa (Ako ) Jikumerasa menyuguhkan pesona alam pantai kepada setiap orang yang ingin melepaskan kepenatan dalam rutinitas kerja, Berada di Kecamatan Namlea dengan hanya berjarak kurang lebih 10 KM dari kota namlea menjadikan Jikumerasa primadona Kabupaten Buru. Wisata alam laut yang tersaji seperti lukisan alam yang membentuk 3 warna tatkala matahari mulai berada tepat diatas kepala, dengan desiran gulungan ombaknya merupakan bonus bagi mereka pencinta surfing.lokasinya 17 km dari pusat kota. Lumayan jauh juga.
explore Namlea sampai pelosok
explore Namlea sampai pelosok
Di Taman Alburuj
Di Taman Alburuj
Tugu kota Namlea
Tugu kota Namlea
Kakek dengan ketiga cucu- cucunya
Kakek dengan ketiga cucu- cucunya
Teluk Namlea dari kejauhan
Teluk Namlea dari kejauhan

Selesai foto foto para peserta tour sudah kelelahan, beda energy sama saya, sorenya bapak saya sempat membantu kakak saya memotong pohon  yang roboh, pekerjaan kesukaan bapak saya, mengurus rumah dan memperbaiki sesuatu . Ibu saya akhirnya bisa bergaul dan curhat-curhatan sama menantunya yang asli orang kepulauan Sula, kalian akan bisa lihat kedua ponakan saya secara fisik mukanya Ambon Manise sekali, rambut ikal, kulit coklat dan bulu mata lentik  dan lesung pipit. Kedua ponakan ini baru dikenalkan di tahun 2016 lalu. Kakak sulung saya memang unik dari lahir, saat nikah sama orang local dan pindah ke Namlea pun menyembunyikannya kepada kami ala ala selebrity nanti

setelah memililki anak baru mengaku ke orang tua itupun istrinya tak pernah di kenalkan sampai 2016 saya mendapat tugas dinas di kota Ambon saya pun hunting mencari ke pulau Buru. Videonya bisa dilihat dibawah ya. Akhirnya sesi kali ini mempertemukan mereka karena kakak saya tak pernah mau membawa keluarga nya ke Makassar jadi kami yang kesini. Sekarang tugas saya selesai mertua ibu saya sudah akrab kami sudah akrab sama ponakan dan sudah langsung nginap dirumah mereka.

Day 2 petualangan di Kota Namlea, kami di sewakan mobil keliling kota, kami ke bandara foto foto, lalu ke pantai Ako. Atau biasa di sebut Pantai Jikumerasa. Masuk ke pantai ini Cuma bayar Rp 15,000/mobil tak ada retribusi karcisnya, ada tempat permainan anak anak bayar per anak Rp 5,000.  Ada beberapa tempat tempat duduk bisa duduk gratis, saya ajak ponakanku bermain di  arena main sampai capek, baru kembali ke pantai foto foto, cuaca sangat  panas kalau main di laut bisa terbakar jadi kami hanya foto foto dan langsung pulang maklum orang tua saya apabila bapak saya sudah malas terlalu banyak jalan jadinya bawaaanya selalu mau istirahat dirumah. Jadi kami hanya makan rujak 2 piring disana dan langsung pulang.

Day 2 siang, kami sempatkan ke bandara Namlea, melihat langsung bandaranya, yang sekarang sudah resmi beroperasi pesawat WINGS AIR sudah tiap hari terbang ke Namlea-Ambon di pagi hari 1x penerbangan PP, jadi lumayan Cuma kami tak berhasil dapat tiket karena kehabisn seat pesawat nya kecil hanya mampu menampung 50 orang saja. Jadi kalau telat beli ya pasti tak kebagian tiket harganya berkisar Rp 275,000 – Rp 400,000an tergantung mendekati hari H nya di beli. Bandaranya lumayan jauh dari kotanya.Namnya NAMNIWEL Airport, atau bandara Namniwel adalah bandar udara yang terletak di Kecamatan NamleaKabupaten BuruMaluku. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 750 × 23 m. Jarak dari kota Namlea sekitar 6 km.Searah dengan arah pantai Jikumerasa. Saat kami datang petugas menutup pagar bandara karena penerbangan hari itu sudah selesai hanya 1 x penerbangan ke Ambon di pagi hari. Petugas tiket juga sudah pulang kata Petugas yang sedang memotong rumput kami di ijinkan ambil gambar di dalam saja dan harus segera keluar. Lucu kan bandaranya, pakai gerbang dan petugas tiket sudah pulang, setelah masuk ke parkiran kami turun hanya untuk foto dari arah gedung keberangkatan dan  arah kedatangan, saya ingat kakak saya 5 tahun lalu selalu bilang sedang pembangunan bandara di Namlea, dan baru 5 tahun kemudian baru saya injak bandara Namniwel ini, iklan penerbangan baru launching dari Februari kemarin secara resmi by Wings Air.

Sorennya kami balik ke rumah kakak, saya sendiri sempatkan keliling sama ponakan di kota dan foto foto dan ke pasar bareng kakak ipar saya mencari burung untuk dibawa pulang buat Mr Big. Setelah beli burung, kami kembali ke rumah, tapi sebelum pulag isi bbm dulu di pompa bensin mini, kota Namlea sendiri sangat luas, jalan jalan nya besar dan sepanjang jalan masih hijau dengan tanah tanpa gedung bahkan di pusat kota pun masih sepi. Itulah kota Namlea, kota tempat kakak saya tinggal.

Malamnya kami  makan durian dan buah bersama di rumah kakak saya yang masih sementara di bangun, rumah sederhana yang mereka bangun sendiri dari 0, sederhana, adem . Walau di kota tapi berasa dikampung mana. Sayang dari rumah kakak saya masjid nya jauh.

Besok paginya waktunya kebersamaan di akhri kami  diantar ke pelabuhan jam 8 pagi, saya sibuk packing buat bawa burung yang saya beli buat Mr Big untuk di jaga di kapal ferry. Kami pun berangkat dengan kapal ferry Wayangan jam 9 pagi dan sampai di kota Ambon jam 5 sore. Mendarat berlabuh di Pelabuhan Galala dan dijemput oleh Mr Big.

Kami lanjut menginap sehari di rumah ku di Ambon, saya sempat bawa rombongan ngemall di MCM Mall, makan malam bersama, ajak ponakan ku main sepatu roda di mall dan pulang maklum peserta tour sudah kelelahan.Besok paginya saya masih cuti 4 hari buat kedatangan mereka, saya ajak ke Pantai Losari makan durian, saat ini museum durian  Ambon melimpah, harga di Januari masih Rp 100,000 / 3 buah di bulan April harga jadi  Rp 10,000/4 biji. Bahkan di festival durian Hutumuri kemarin itu harganya cuma Rp 1,000/biji dan itu isinya enak.  Bapak saya sempat menggila melihat banyak nya dan murahnya durian di Ambon sampai kami harus buat dampo durian karena ada kelebihan durian di Namlea yang mau dibawa ke Makassar. Setelah puas mereka makan durian yang saya batasi 5 buah saja, kami lanjut beli oleh oleh di PETAK 10 lalu pindah ke toko CAHAYA tempat beli kaos khas Ambon dan mutiara.

Setelah puas kami balik rumah packing semua barang dan jam 11 saya antar mereka ke bandara karena mereka akan terbang balik ke Makassar pesawat jam 12 siang. Saya sempat masuk ke dalam bantuin mereka bagasi dulu dan memastikan mereka masuk di gate baru deh saya cus balik ke kota Ambon.

Walau Cuma 4 hari berkesan, bapak ibu, tante, kakak saya dan ponakan saya qila sudah sangat happy sudah berhasil mengunjungi kota Ambon dan menyebrang ke Kota Namlea.

Baca juga :

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Explore Kota Namlea part  3 

  • April 10, 2018 at 8:30 pm
    Permalink

    Wah nikah ko si kakak diam-diam mba?, apa kuatir ga direstui keluarga?. Untunglah sekarang semua sudah saling kenal ya. Pasti senang bangetlah kakek nenek akhirnya bisa melihat cucu-cucunya 😉 .

    Reply
    • June 30, 2018 at 1:23 pm
      Permalink

      iya mbak kakak saya aneh mmg.. tapi skrg buktinya kami tetap sayang mereka dengan anak anaknya…

      Reply
  • April 23, 2018 at 4:35 am
    Permalink

    lama banget g baca blog mba siti, baru nyadar kalo udg dot com 😀
    dan g ada readers hihi..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *