Explore Maluku Part 7# Gereja Tua Immanuel di Negeri Hila

Tampak depan Gereja Tua Immanuel
Tampak depan Gereja Tua Immanuel

Gereja Tua Immanuel di Hila

Masih kelanjutan petualangan exploring Maluku Part 6 di Masjid Tertua Waupane, maka tak jauh dari Masjid Tua tersebut hanya berjarak beberapa puluh meter, berdiri sebuah gereja tua.

Gereja Tua Immanuel atau Gereja Tua Hila. Karena letaknya di Negeri Hila,  Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, letaknya di sudut jalan diantara perkampungan penduduk Muslim Hila.

Suatu saat salah satu teman yang memang bertempat tinggal di Hila dan rumahnya tak jauh dari  masjid tua dan gereja tua ini menceritakan  tentang adanyadua tempat ibadah yang bersejarah itu dan letaknya berdekatan.

Saya penasaran mengenai sejarah ini, terlintas dalam benak saya ini asal muasal penyebaran agama yang pertama di negeri Hila itu yang duluan masuk Islam atau Kristen. Untuk detail sejarah masuknya Itrade online

Gereja tua Immmanuel ini dibangun sekitar 200 tahun setelah berdirinya masjid Tua Wapaune, berarti sudah ada toleransi antar beragama yang baik saat itu dan berlangsung ratusan tahun. Dimana umat islam yang ada saat itu tak keberatan dibangunnya tempat ibadah bagi kaum penjajah yang datang saat itu dengan misi  perdagangan rempah rempah.

Bagian pintu gereja Immanuel
Bagian pintu gereja Immanuel

Desa Hila terletak di Kecamatan Leihitu yang sudah termasuk dalam Kabupaten Maluku Tengah. Hila adalah nama suatu daerah di bagian utara Pulau Ambon yang berhadapan dengan pulau Seram. Gereja Tua di Hila bernama Gereja Immanuel dan merupakan bangunan gereja tertua di Provinsi Maluku. Bangunan sederhana ini berdinding kayu yang di cat putih dengan atap rumbia dan sebuah tiang lonceng menghiasi halamannya

Menara lonceng Gereja Immanuel
Menara lonceng Gereja Immanuel
Papan tanda depan Gereja Immanuel
Papan tanda depan Gereja Immanuel

Gereja ini dibangun oleh penjajah Belanda  pada tahun 1659 dan telah mengalami beberapa kali pemugaran. Gereja ini sendiri sudah tak digunakan lagi sebagai tempat ibadah, hanya sekedari dibangun dan dipugar oleh pemerintah untuk digunakan sebagai bangunan bersejarah yang harus dilindungi, proses pemugaraannya pun tetap menganut kembali bentuk aslinya. Di samping bangunan gereja ada berdiri lonceng yang menurut penduduk setempat itu masih asli. Namun sangat disayangkan pada saat mimpi buruk toleransi antar beragama meledak di Maluku, pada tahun 1999 saat konflik antar agama terjadi di Maluku, gereja ini di bakar oknum yang tak bertanggung jawab , dan bahkan penduduk muslim di kampung menyanyangkan hal tersebut, padahal pada zaman sebelum krisis konflik terjadi hubungan antara penduduk mayoritas muslim dan minoritas disana hidup berdampingan dari abad 17 hingga abad ke  20.

Bagian dalam Gereja Tua Immanuel #Image courtesy of irzalzoel.blogspot.com
Bagian dalam Gereja Tua Immanuel #Image courtesy of irzalzoel.blogspot.com

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa toleransi antar beragama di Maluku antar Muslim dan Kristen sudah  terjalin ratusan tahun.

Bangunan itu diberi pagar sederhana, terlihat terawat rapi, terlihat dari luar ada jejeran bangku di dalamnya menghadap mimbar. Ada 5 jendela, Di depan gereja ada tulisan larangan untuk merusak peninggalan bersejarah tersebut dan ancaman penjara bagi pengrusakan atau pencurian barang / bangunan bersejarah.

Berdirinya kedua bangunan ibadah tertua di propinsi Maluku ini  dengan jarak  hanya puluhan meter ini bisa menjadi pembuktian bahwa dasar toleransi antar umat beragama di Maluku  sudah ada kokoh sejak jaman dahulu. Semoga tetap terjaga walau di tahun 1999 pernah di nodai dan berulang kembali di tahun 2011. Semoga kedepanya umat beragama di Maluku bisa hidup rukun dan damai.

BANNER FREE MEMBER

Artikel terkait wisata sejarah di Maluku bisa di baca di :

2 thoughts on “Explore Maluku Part 7# Gereja Tua Immanuel di Negeri Hila

  • January 31, 2017 at 10:48 am
    Permalink

    Bangunannya jauh dari kesan arsitektur gereja yang gotik ala Eropa itu ya. Berapa persen bangunannya yang masih asli Mbak?

    Reply
    • February 1, 2017 at 5:22 am
      Permalink

      kebetulan saat kesana tak ada tour guidenya sih hanya ada orang yang jaga beliau jelaskan konstruksinya ini di samakan dengan keasliannya sebelum peristiwa kerusuhan dan itu pun detailnya di sesuaikan dengan detail dari ahli arsitektur Belanda .. sama dengan Benteng FORT Amsterdam…. saat renovasi melibatkan pakar dari Belanda juga

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *