Ambon Jenaka part 3 ( Sumber air su' dekat tapi jauh )

Penampungan air kepepet
Penampungan air kepepet

Ambon Jenaka part 3 ( Kisah krisis air di kota Ambon )

Mungkin sebelumnya sering saya sharing tentang kehidupan di kota Ambon mulai dari lingkungan, susahnya mencari rumah kost / kontrakan yang layak, dan masalah susahnya air bersih. Belum pernah saya kisahkan detail tentang air sebelumnya karena dari September hingga Desember lebih banyak saya tinggal sendiri di rumah kontrakan dengan gallon penampungan sekitar 7500 Liter. Saya merasa cuek dan tak pernah pedulikan karena dengan tampungan sebanyak itu tak pernah membuat saya sendiri tak kekurangan air.

Kondisi di awal tinggal di kontrakan adalah saya  mandi dua sekali sehari atau kurang kalau week end tak keluar Cuma sekali saja, hahahah dan sisanya saya pakai sikat gigi dan wudhu. Dan saya sendiri saja dan air mengalirnya jadwal tiga hari sekali di wilayah saya. Namun semua itu cukup dan tak pernah membuat saya stress apapaun saya santai tak pernah harus menunggui jadwal air mengalir karena baju pun saya laundry diluar jadi masalah air selama tiga bulan saya santai.

dewaweb_promo_04_728x90

Baru saat visit pertama MB ke kota Ambon dia menghabiskan waktu dua minggu di sini barulah kita mulai agak peduli masalah air, namun saat itu pakaian kami masih di laundry juga hanya kadang kadang baju dalamnya di cuci sendiri dengan membasahi seisi kamar mandi yang imut imut. Apalagi sudah ada dia yang sudah mulai suka mencuci gelas atau tempat makan dia, dulu kami lebih banyak makan diluar sekarang sudah mulai mau masak sendiri demi kesehatan keuangan dan kesehatan rohani.

trade online

Waktu itu belum beli mesin cuci makanya belum mengerus banyak air cadangan ditangki air yang satu buah. Nah tanggal 25 Desember kemarin MB sudah mulai menetap disini, dan drama kecil pun terjadi utama masalah air .

  • Setelah dia stress hidup beberapa minggu  di Ambon akhirnya diputuskan beli mesin cuci karena makan hati juga dengan pelaku bisnis laundry disini , jadwal bukanya lama tutup sore dan semau mereka jadi kalau kepepet mau pakai baju bisa bahaya. Harga laundry di Ambon juga ya harga Ambon. Paling murah Rp 9000/kg. Dan kadang masih kotor. So setelah banyak drama ya wess kita beli mesin cuci deh.
  • Dari 1 orang menjadi 2 orang pastinya kebutuhan air meningkat
  • MB suka berkeringat suka ganti baju otomatis banyak deh cuciannya
  • MB ukurannnya Big seperti namanya so bajunya semua besar dan berat.
  • Kebutuhan tambahan mulai muncul ada 2 kendaraan yang harus di cuci pastinya layaknya manusia harus mandi walau cukuplah seminggu 2x dan pastinya butuh air .

Dengan 5 faktor diatas membuat drama masalah air semakin menjadi jadi, kalau saya sebenarnya sangat santai menyikapi ini namun bagi MB ini pertama kali dalam hidup dia mendapatkan krisis air bersih. Dia panic melihat jadwal misalnya jadwal air mengalir jam 12 malam mulainya. Dia nungguin sampai terkantuk kantuk skenarionya adalah dia harus segera menyalakan mesin cuci saat air mengalir. Untuk mengetahui  kapan air mengalir adalah mendengarkan suara air masuk ditangki belakang, dan dia sibuk membuka tutup tangki air. Biasanya mengalirnya jam 12 sampai jam 4 subuh. Jadi beberapa waktu lalu saat air mengalir dia langsung nyalakan kran air untuk di bak mandi di kamar mandi, di nyalakan lah mesin cuci , bukan cuma itu lagi semua botol air mineral 1000 ml sekitar 5 yang mau dibuang diambil di isi air di jejer di dekat dinding diambilnya baskom dan ember yang Cuma satu satunya diisi air terus bahkan toples plastic tempat biscuit pun diisi air. Ya ileehhh memang yaah paniknya lebay. Dari pada segini rempong mending ke pasar beli ember besar  penampungan  biar dahsyat. Kayak krisis beneran saja akh.

Lebay paniknya, sampai suatu hari tepatnya tadi malam saking semangatanya, sebelum air penuh ditangki dia ketiduran dan esok pagi  tangkinya full sampai airnya naik ke permukaan kayak digambar dibawah ini karna keran pembuka depan terbuka juga.Kondisi di Ambon sendiri setiap rumah wajib punya tangki penampungan air baik depan rumah ditanam di depan atau dibelakang atau di taro diatas atap.

Dan bincang serius pun terjadi pagi tadi sbb :

MB   ( MrBig)                       :  Sejak kapan Ambon harus nadah air ?

Saya                                   : Sejak dulu, dari masa ke masa apalagi lingkungan semakin ke atas                                                      makin sulit.

MB                                      : Tahu kan luas wilayah Provinsi Maluku?

Saya                                 : Tak hafal tapi terakhir saat hadir mendengarkan Wakil walikota berpidato di kantor BI Ambon, Pak walikota bilang bahwa 75% wilayah provinsi Maluku itu adalah laut ( yang tentunya laut itu isinya air semua ).

MB                                    :  Menunjukkan kertas coretan hasil mbah google, “ini 46,914 km² dan kata walikota kalian 75% laut berarti kalikan saja dan luas seluas itu tak bisa memprovide air yang cukup untuk penduduk kota Ambon yang kecil ini hanya 331,254 jiwa  (2010) ??? Apa kerja pejabat kalian ?  ini sudah tahun 2017, kenapa selama ratusan tahun kalian tak membuat alat canggih buat filter air bersih?”

Saya                            :  Geleng geleng, “iya juga ya….. ini air minum ya , kalau di TV kan seharusnya “Sumber air su dekat” kenapa jadi begini ya? .”

MB                              : Makanya protes lah kalian ke gubernur/walikota kalau perlu presiden, tuntut ke pemerintah untuk memberikan  fasilitas ke masyakarat terutama masalah urgent terkait hidup dan kehidupan ya air. Jangan diam saja, PROTES TUNTUT HAK KALIAN !! Speak up your mind!!! (

Saya                            : Mendesah, baik boss saya akan sampaikan kalau ketemu pejabat, sebenarnya air minum disini dikelola PT AIR DREAM Solusindo  tapi kenapa aliranya tak mulus.Karena Ada oknum katanya, yang mengambil keuntungan dari sisi bisnis dengan sulitnya air minu m bisnis air minum dengan mobil tangki menjadi bisnis yang menguntungkan. Dan sebenarnya alirannya tersendat karena banyaknya penggunanya.

MB                              : Iya pasti itu, makanya PROTES kalian berhak atas pengelolaan air bersih yang nyaman, bukan mendirita kesulitan air baru kalian tinggal dikelilingi laut berlimpah air.

Saya                          : “Siap boss akan saya protes ke Bapak Gub!” langsung  saya percepat langkah masuk mobil dan tancap gas sebelum MB semakin lebar komplainnya berasa dapat kuliah pagi.

Sore tadi sempat saya merenung semua yang di ungkapkan MB ada juga benarnya, saya jadi  ingat bahwa Indonesia ini adalah negara dengan garis pantai terpanjang sedunia dan provinsi Ambon juga wilayah daratnya cuma 25% sisanya laut luas.Dan dimana provinsi yang terkenal dengan  tagline “sumber air so dekat” ternyata sangat krisis masalah air bersih, miris memang tapi itulah kenyataannya. Di wilayahku mengalir per tiga hari sekali itupun biasa mulainya tengah malam karena sebenarnya mungkin berbagi jadi dijalur sebelum rumah saya banyak yang pakai ya wilayah saya baru kebagian setelah itu. Wilayah saya masih lebih baik ada lingkungan diatas kebun cengkeh yang lebih lama jadwal mengalirnya.Begitulah kondisi realistis kota Ambon, miris memang tapi ya su begitu Mau merasakan ? datang dan tinggallah di kota Ambon Manise 🙂

Artikel terkait Ambon  Jenaka bisa dibaca :

  1. Ambon Jenaka 1
  2. Ambon Jenaka part 2 ( pompa bensin )

BANNER FREE MEMBER

7 thoughts on “Ambon Jenaka part 3 ( Sumber air su' dekat tapi jauh )

  • January 11, 2017 at 10:21 pm
    Permalink

    wah, kondisinya miris sekali. apa disana tidak bisa dibuat sumur untuk mengambil air tanah mba? sebagai alternatif daripada kekeringan.

    Reply
    • January 11, 2017 at 11:56 pm
      Permalink

      sebenarnya bukan kekeringan tapi kayak di jatah semua bagian kota ada jam dan hari tertentu jadwal mengalir … entah bagaimana pengaturannya tapi membuat hidup berasa gimana gitu..tapi penduduk sini adem ayem saja sama kondisi ini…

      Reply
    • January 13, 2017 at 6:24 am
      Permalink

      di wilayah ambon itu pegunungan jarang orang pakai sumur bor apalagi diketinggaian berapa km mesin bornya kagak sanggup hehehe

      Reply
  • January 12, 2017 at 6:17 am
    Permalink

    Duh, MB. Lapor ke bupati, walikota, gubernur. Lha wong mereka2 itu pada ditangkap karena berkasus. Cuma beberapa saja yang dikenal amanah. Yang lain wallahuallam. Benerin SDM dulu baru benerin infrastruktur & fasilitas negara. PR besar buat orang Indonesia.

    Reply
    • January 13, 2017 at 6:21 am
      Permalink

      iya ini bule satu ini memang paling suka protes yahh…. masak mau lapor ke presiden hahahaha

      Reply
  • January 13, 2017 at 12:21 am
    Permalink

    Dulu waktu masih kecil di Ternate juga gitu, air mengalir harus nunggu jadwal, dan nyala selalu pas tengah malam jadi orng2 begadang untuk nungguin air, sekarang sih udah gak ada lagi, kalaupun air mati paling cuman beberapa jam abis itu nyala lagi (biasanya pas musim panas).

    Reply
    • January 13, 2017 at 6:20 am
      Permalink

      di Ternate air bersih aman berarti sekarang yah…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *