Cerita lucu bule kesasar di Ambon

Bule stranded in Pantai Latuhalat
Bule stranded in Namalatu, Latuhalat, ujung paling selatan kota Ambon!2 November 2016

Cerita Lucu WNA di Ambon

Suatu hari di beberapa hari sebelum MB pulang ke Makassar, saya sudah arrange kan ketemuan dengan salah satu pejabat tinggi universitas Islam di Kota Ambon, sekedar perkenalan dulu untuk membuka pintu pintu project kerjasama di masa depan, karena kami akan hidup di Ambon ya perkiraan pasti minimal 1 tahun dan bisa lebih dari itu pastinya.

Jadi janjiannya di awal adalah setelah pulang kerja saya dengan anak magang dikantor yang kebetulan kuliah di salah satu perguruan tinggi Islam di kota Ambon yang menjadi mediasi kami dengan bapak pejabat ini.

Flying alone to Makassar #Nov 3rd 2016
Solo traveler #Nov 2016

Nah kebiasaan orang orang di sini bahkan di Sulawesi pun sebenarnya sering terjadi, kata padanan arti dekat bagi orang asing sama orang Indonesia khususnya spesifik orang  di daerah itu berbeda. Jadilah  info dari mediasi saya dekat kok, dari rumah saya di wilayah kampung muslim akan naik lagi ke atas dikampus IAIN, setahu saya memang itu ada jalur angkot kesana, dalam otak saya pasti dekat. Jadi rencana awal kami kerja dulu setelah jam 5 saya dan si A yang juga mahasiswi di kampus tersebut akan menjemput MB di rumah. Yang memang sangat tak masuk akal adalah kami ini aneh, masa mau jemput –jemputan tapi modalnya naik angkot. Susahnya seperti kisah kisah sebelum disini bahwa di kota ini paling sulit adalah transportasi yang mahal.

Sebelum jam 5 saya sudah merubah rencana karena ribet, mending saya dan si A naik angkot 2 kali ke Kampus yang dituju, dan nanti MB akan naik ojek ke kampus tersebut saya sudah wanti wanti naik ojek nya bilang “ KAMPUS IAIN “ bayarnya Rp 15k saja soalnya itu kan jalur yang semua supir ojek pasti tahu apalagi disekitaran rumah. Jadi saya santai saja, menjelang magrib saya baru tiba di kampus yang dituju karena  naik angkot mutar mutar dulu, turun di pasar lalu ambil angkot jalur kampus ke atas ya tahu sendiri, nge tam dulu, ambil penumpang, turunkan penumpang dan lain lain.

Saya sembari magrib menunggu di kots si A yang dekat dengan kampus yang saya tuju, tak lama setelah itu nomor HP saya bordering, MB marah marah dari dalam hp Tanya dimana sebenarnya tujuannya. Saya berusaha arahkan, namun MB tuh kalau marah kadang sudah tak fokus dan tak sabaran. Jadi serba salah dan panic saya malam itu. Bingung mau menolong bagaimana saya sendiri kesitu naik angkot.

Jadinya MB marah marah ternyata si supir ojek bawa dia ke kampus Universitas Pattimura, Ambon, kampus nya sebenaranya beda arah, kalau kampus UNPATTY itu jalur ke bandara setelah jembatan Merah Putih membelah teluk Ambon, sedangkan kampus IAIN adalah arah kebun cengkeh ke atas, yang saya heran ini apakah MB benar benar bilang KAMPUS IAIN or hanya  bilang KAMPUS saja. Logikanya masa si supir ojek dekat rumah kalau disebutkan KAMPUS IAIN gak bisa  bedakan sama KAMPUS UNPATTY. !! Wallahualam saya pun tak tahu yang salah siapa. Dan MB pun tak mau jelaskan intinya dia ketakutan di drop di depan kampus UNPATTY dan itu sepi sekali.  Setiap saya telpon balik dia sudah tak angkat serba salah.

dewaweb_promo_04_728x90

Jadilah saya panic dan si A bantuin panggilkan teman cowok mahasiswa yang lagi nongkrong dekat gerbang kampus suruh teman nya antar saya ke kampus unpatty buat cari si bule yang ditinggal ojeknya sendirian. Posisi yang saya benci saat itu adalah saya benar benar berasa lemah karena tak punya kendaraan buat jemput. Namun ada saya orang orang baik yang mau menolong si B mahasiswa gaul yang ada di sekitar itu mengantar saya dengan sepeda motor bebeknya melewati jalan jalan pintas berbukit. Kalau mau menemukan MB dikerumunan orang sangat mudah bagi saya sebenarnya jadi saya perhatikan lah setiap orang yang berjalan di pinggir jalan. Sepintas di depan mall ada bule bertubuh jangkung menyebrang dengan peci di kepala, saya langsung lega dan bilang untuk berhenti disitu, saya berterima kasih ke anak muda tadi dan mau memberi uang bensin tapi tak mau diterima. Lalu saya kejar MB masuk ke mall, dia ngambek lama, jadi saya biarkan dulu baru saya masuk supermarket cari kebutuhan kami lalu telpon bordering MB sudah selesai ngambeknya.

Kita makan malam dulu biar hatinya enak,  malam itu kita makan di rice bowl, dia jelaskan marahnya dan dia benci hidup tanpa kendaraan , dia benci terzolimi karena masalah  bahasa, dalam hati saya berguman “ hm katanya suka berpetulang, kok baru salah jalan saja sudah panic dan marah yahh hahaha tak berseni akh, harusnya ini moment indah buat dinikmati bukan sesautu hal yang ditakuti, ketika berhasil menaklukan cobaan kecil begitu kan seru “

Namun enaknya MB kalau sudah marah dia akan minta maaf, saya sudah biasa sih dengan gaya MB kayak begini,  jadilah saya jadi super dewasa dalam menghadapi  hidup,  bagi saya kalau Cuma salah arah bukanlah sesuatu, sisa cari ojek Tanya berapa dan naik deh… ngapain panic dan takut kan ada mulut dipakai buat bicara”

Itu di kota terbayang kalau camping ditengah hutan dan salah arah…!!! Jadinya kami re-arrange ulang jadwal ketemu bapak pejabat tadi setelah MB kembali ke Ambon di Desember nanti.  Jadi semoga tahun depan MB sudah menguasai bahasa Indonesia lebih banyak yahhh biar hidupnya semakin mudah di Indonesia… !Biar drama drama beginian jadi  tak ada lagi…

 

BANNER FREE MEMBER

Kisah seru tentang Bule di Indonesia bisa di baca di sini

4 thoughts on “Cerita lucu bule kesasar di Ambon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *