Cerita dari Ambon #Tips berkendara di Kota Ambon

Gambaran letak Kota AMBON
Gambaran letak Kota AMBON

Kondidi Jalan di Ambon

Sekarang setelah cerita tentang Kota Ambon di kisah ini, saat ini kita bercerita tentang jalan jalan di kota Ambon.

Kota Ambon sendiri ukurannya sangat kecil, sebuah kota kecil yang mengelilingi teluk Ambon atau Ambon Bay. Jalan – jalan tak terlalu panjang, yang panjang hanya jalan menuju ke Jembatan Merah Putih memotong teluk AMBON mempersingkat waktu tempuh ke Bandara.

Jadi kota Ambon karena diantara teluk Ambon terbagi dua, sisi arah bandara ( sisi utara ) dan sisi kota ( sisi timur ). Saya tinggal tentunya di sisi bawah kalau di peta.

Beberapa titik pariwisata di kota Ambon
Beberapa titik pariwisata di kota Ambon

Saya sudah mulai khatam dengan jalan jalan kecil di kota ini, sebagian besar jalan yang panjang (untuk ukuran Ambon ) itu jalurnya satu arah.

Daftar Jalan yang lumayan panjang dan besar di Ambon itu ada sbb :

  • JL J. Leimena ini mulai dari bandara Pattimura sampai menjelang jembatan Merah Putih menghubungkan kota Ambon sisi atas dan bawah.
  • JL IR M Putuhena, ini menghubungkan ujung jalan J Leimena dari bandara sampai beloka ke jembatan Merah Putih.
  • JL Jenderal Sudirman, selepas jembatan Merah Putih sepanjang jalan setelah JMP dan akan menemukan MCM ( Maluku City Mall ) disana ada supermarket ternama H*pertM*art sama AC* Hardware.
  • Baru masuk jalan Rijalali ( disini nama jalan ada Kakiali, Rijalali, banyak nama belakang ali ).
  • Baru masuk JL Ahmad Yani
  • Jalan Kakiali ini belok kanan KF* dan Pizza H*T jadi hafal saya J
  • Jl Diponegeo menuju tugu Trikora
  • JL AY Patty ini dua arah dan merupakan tengah kota mendekat ke lapangan MERDEKA disini semua toko toko bercampur ada elektronik, ada coto ANDA, ada kawasan perbankan dimana ruas jalan nya lumayan besar tapi tetap parkiran adalah masalah utama di kota ini.
  • JL sultan babullah, menghubungkan AY PATTY dan tak jauh dari tempat tinggal saya saat ini di SOA BALI, ini jalur satu arah dan melewati Masjid RAYA AL FATAH yang tersohor itu.
  • JL Latumenten
  • Dokter GA Siwabessy
  • Jl Doktor Malaiholo ( jadi ingat nih penyanyi tenar Indonesia pasti asli Ambon )
  • JL Pantai Mardika ( ini jalan sepanjang pantai menuju pasar )
  • Jl Pantai Pertokoaan ( masih sepanjang pantai )
  • Jl Sultan Hasanuddin
  • JL PHB Halong atas ( ini termasuk paling panjang menuju ACC Ambon City Centre dimana tempat hiburan kami tiap week end nonton bioskop dan ngopi ngopi cantik di MAXX Coffee
  • Jl Wolter Monginsidi ( melewati Citraland ( property Ciputra )
  • Jl Sisingamangaraja ( jalan menuju pantai Natsepa ,pasti pernah nonton di TV pantai yang terkenal dengan rujak nya )
  • Jl Amanhuse ( ini sudah jalan menuju ujung pulau Ambon )

Yang lain sisa jalan kecil dan pendek pendek,  di Ambon butuh seminggu lah untuk menyasar dan bisa hafal jalan, saya hanya butuh dua hari untuk  menyetir dan sudah hafal jalan ke kantor dan menjemput dan mengantar teman ke bandara.

ini ada video pendek tetang MA*X Coffee kebetulan habis nongki disana  🙂

Jalan jalan besar di Ambon biasanya sisi kiri jalan sudah diberi garis lurus buat parkiran mobil tak boleh menginjak garis putih kalau anda melanggar maka denda tak tanggung tanggung Rp 500,000.

Peta kota Ambon dari Google Map
Peta kota Ambon dari Google Map

Demikian juga dengan sepeda motor di jalan  besar sudah disiapkann garis putih untuk dibolehkan parkir sepeda motor maklum kota ini nampaknya kekurangan lahan parkir.

Jangan pernah bilang akh Cuma sebentar saja, disini dinas perhubungannya disiplin patrol dan polisi nya pun disiplin melakukan operasi, kalau anda melanggar hahaa siap siap denda. Saya salut akan hal ini di Kota Ambon .

Kalau melihat pengendara sepeda motor di Kota Ambon masih masuk di level ya saya bisa handle lah, kalau di Makassar saya beri level mengerikan  yah kalau di Ambon masih level Liar J jadi bukan sebuah masalah bagi saya untuk naik sepeda motor di kota ini, malah lebih efisien naik sepeda motor disbanding bawa roda empat karena selalu kembali ke masalah parkiran.

Peta Tengah kota Ambon #googlemap
Peta Tengah kota Ambon #googlemap

Saya jarang menemukan wanita menyetir disini, entah karena ibu ibunya pada malas menyetir dengan medan bahu jalan yang sempit dan kontur kota Ambon sendiri yang berbukit bukit menjadi tantangan terberat bagi pengemudi pemula yang dimanjakan selama ini dengan jalan jalan rata dan mulus. Untuk jalan sendiri sih sudah mulus, yang buat puyeng rata rata rumah itu tak dibangun dengan parkiran layak buat penghuninya. Masa rumah gedongan  tak menyediakan  car port sih. Heran kan.. parkiranya di pinggir jalan, hal ini pulalah yang membuat saya buat berhari hari mencari kontrakan yang layak disini. Layak bagi saya adalah ada car port 1 unit di halaman yang bukan di jalan raya.

Jembatan Merah Putih menghubungkan kedua sisi di kota Ambon
Jembatan Merah Putih menghubungkan kedua sisi di kota Ambon
Garis parkir putih selalu ada di ruas jalan
Garis parkir putih selalu ada di ruas jalan
Kontur jalan berbukit di tengah kota Ambon
Kontur jalan berbukit di tengah kota Ambon
Cara parkir mobil yang benar, jangan lewati garis putih
Cara parkir mobil yang benar, jangan lewati garis putih
Parkiran khusus buat roda 2
Parkiran khusus buat roda 2
Nyambi Nyupir buat nambah nambah uang tiket pulang
Nyambi Nyupir buat nambah nambah uang tiket pulang
Tuh  jarak bandara ke tengah kota cuma 16km kok, disini semuanya dekat ;-)
Tuh jarak bandara ke tengah kota cuma 16km kok, disini semuanya dekat 😉

Namun 90 % semua rumah yang saya lihat di kontrakan tak menyediakan parkiran mobil. Masa kendaraan di parkir di jalan sih, walau secara keamanan Ambon ini sangat Aman, saya masih bisa jalan tengah malam dan menenteng hp di kota ini tanpa kawatir di jambret atau di begal.

Serius, saya tiap hari pulang kantor pasti sudah malam, alias diatas jam 7, kami jalan kaki dari kantor  di JL JB SITANALA ke jl Permi, pakai acara potong kompas lewat lorong, dan alhamdulilah aman aman saja, pernah juga kita hunting rumah kontrakan sampai jam 11 malam sambil jalan masih aman aman saja.

Beberapa summary tentang  kondisi jalan di kota Ambon :

  1. Mulus namun sempit sempit
  2. Rumah rumah tak menyediakan parkiran layak untuk roda empat akibatnya parkiran merembet ke bahu jalan. Contoh kost-an saya tiga lantai dengan jumlah kamar hampir 30 dan tak ada tempat parkiran mobil sama sekali hanya disediakan parkiran sepeda motor untuk 5-10 unit di pintu gerbang kalau kami bawa mobil saya harus parkir dekat masjid atau mencari spot jalan depan rumah orang yang kosong.
  3. Papan nama jalan nya suka dibuat searah jalan , jadi susah dilihat dari depan.  Bagusnya di tiap tanda papan jalan ada tulisan status jalan ( kota / propinsi ) dan lengkap kode pos nya J
  4. Bangunan bisnis / kantor / hotel semuanya sama tak maksimal menyediakan lahan parkiran jadinya diperlukan kesabaran untuk mengendara roda empat di kota ini.

Tips mengedarai kendaraan di kota Ambon :

  • Beli lah kendaraan yang lebih kecil, biar gesit berjalan di jalanan kecil, disini kebanyakan saya lihat type mobil kecil dan mobil Keluarga. Jarang mobil ceper yang pendek karena kontur jalan yang berbukit. Tak cocok mobil sedan.
  • Selalu lengkapi SIM dan surat surat kendaraan,disini Pak Polisi rajin disiplin melakukan operasi.
  • Teliti melihat tanda di jalan, khususnya garis parkiran jangan salah hanya gara gara garis putih terinjak ban mobil saat parkir, 500k melayang
  • Untuk yang membawa kendaraan dari luar kota Ambon tetap selalu bawa surat jalan ya, di kota Ambon platnya DE kalau di Makassar DD ( ini penting gak sih ahhaha )
  • Kalau Cuma pergi dekat dekat buat beli keperluan yang tak ribet diupayakan naik sepeda motor saja ya J simple dan tak ribet.
  • Kalau hidup di kota Ambon wajib punya sepeda motor buat efisiensi kemana mana soalnya kalau berharap sama angkot ya gitu deh lama…. Dijalan J

Untuk mode transportasi di kota Ambon nanti akan saya ulas lebih dalam lagi J

Sekian dulu sedikit tentang kondisi jalan, Tips berkendara di kota Ambon, semoga bermanfaat J salam hangat dari Ambon Manise.

BANNER FREE MEMBER

Beberapa cerita dari kota Ambon bisa di baca disini :

dewaweb_promo_04_728x90

 

13 thoughts on “Cerita dari Ambon #Tips berkendara di Kota Ambon

  • September 24, 2016 at 11:36 am
    Permalink

    Mba Siti, aku baru baca blog tentang pindah ke Ambon. Sukses dan bahagia selalu di sana ya Mba. Dan selamat buat promosinya 🙂

    Reply
    • September 24, 2016 at 11:48 am
      Permalink

      terima kasih mbak Puji….sukses juga buat mbak Puji

      Reply
  • September 24, 2016 at 11:45 pm
    Permalink

    Jalanan di kota Ambon mirip dengan Ternate ya, berbukit-bukit, dan sempit2, kalo mau bawa mobil PR banget buat nyari parkiran,hehe

    Reply
    • September 25, 2016 at 11:15 pm
      Permalink

      iya mbak… tugas kerjaan…

      Reply
    • September 25, 2016 at 11:16 pm
      Permalink

      tak masalah..cuma ambil STM nanti di kota Ambon… itu saja.. kan nnti tinggalnya di Ambon..

      Reply
    • September 26, 2016 at 12:42 am
      Permalink

      beneran… terima kasih ya…

      Reply
  • February 22, 2017 at 10:18 am
    Permalink

    Mbak mau nanya ada rekomendasi kosan dibawah sejuta ga di deket jl. Kapiten ulupaha ? Kalo bisa yg deket mesjid 🙂

    Reply
    • February 22, 2017 at 12:35 pm
      Permalink

      susah dapat kost di Ambon kalau dibawah 1 dan lokasi yng mbak sebut itu jantung kota pasti diatas 1 juta keatas..

      Reply
  • February 22, 2017 at 1:26 pm
    Permalink

    Boleh deh mba ga papa rekomendasi kosan sejutaan daerah jl. Kapten ulupaha yg penting lokasi nyaman dan aman 🙂

    Reply
    • February 22, 2017 at 1:34 pm
      Permalink

      saya tak pernah nyari di sana dulu karena skrg sudah ada kontrakan jadi sudah tak cari lagi nti saya tanya teman soalnya teman kantor saya tak kos disana kami semua kos disekitaran waihaong yang dekat kantor…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *