Surat Keterangan Domisili untuk Integrasi Kitas ke KITAP

Contoh Surat Keterangan Domisili Lurah versi Lurah Antang versi aturan April 2016
Contoh Surat Keterangan Domisili Lurah versi Lurah Antang versi aturan April 2016

Sebagai salah satu persyaratan dari  berkas integrasi ITAS Ke ITAP bagi WNA adalah adanya surat keterangan domisili. Alias SKD, sedangkan si WNA sendiri saat selesai pembuatan KITAS tahuannnya sudah buat SKTTS ( Surat Keterangan Tempat Tinggal Sementara ) kalau istilah Englishnya Temporary Resident Card, yang wujudnya dulu masih dalam bentuk lembaran namun kini sudah mirip kartu atau KTP Cuma warnanya hijau dan datanya persis KTP ada nomor induk bagi WNA yang menginduk pada KTP dan KK Istri namun dalam KK, WNA itu tak boleh masuk harus dibuatkan KK Tersendiri.

SKTTS ini berlakunya satu  tahun, persis sama dengan masa berlaku ITAS nya. Nah kalau mau tahu banyak tentang SKTTS bisa baca disini. Nah dari sini saya mikir, ngapain Imigrasi mempersyaratkan SKD lagi padahal sudah ada SKTTS nya, dan saya harus urusnya dari RT dulu. Yahh untung lah pak RT ku dekat rumah Cuma menemui beliau juga gak mudah, saya biasanya datang malam hari, dan kalau beliau kurang fit atau masih di masjid, ya tertunda lagi. Saya butuh 3 hari sampai bisa dapatkan surat pengantar dari beliau.

Contoh Surat Keterangan Domisili Lurah versi Lurah Antang versi aturan April 2016
Contoh SKTTS dari CAPIL berlaku sesuai izin tinggal WNA

Surat Pengantar untuk mengambil surat keterangan domisili di kantor kelurahan, syaratnya buat pengambilan ragam surat pengantar adalah hanya menyertakan bukti bayar PBB terbaru dan KK kita. Kalau tak ada itu tak mau di proses.

Berhasil mendapatkan surat pengantar dan langsung dibawa ke kantor lurah, dari jam 7.30 saya sudah ada dikantor lurah karena saya izin bos telat karena mau urus sesuatu. Syarat buat urus surat keterangan domisili sbb:

  1. Harus ada bukti bayar PBB terbaru
  2. Surat pengantar dari RT
  3. Copy KTP masih berlaku kalau WNA copy KITAS dan SKTTS nya
  4. opy KK masih berlaku

Terus mereka akan ketikkan di format yang sudah ada, ternyata yang tertulis  di form surat Cuma Surat Keterangan, jadi isinyaa menerangkan bahwa si YBS  / WNA memang saat itu dari tanggal hari itu sampai sebulan kemudian adalah bertempat tinggal dialamat tertera.

Yang paling menyebalkan adalah minggu saat saya mengurus surat keterangan domisili harus di bawa ke kantor polisi sector wilayah terkait. Ternyata baru minggu itu di berlakukan bahwa semua SKD yang dikeluarkan kantor lurah di area wilayah kecamatan Manggala harus tandangan kapolsek Manggala, wah katanya baru diberlakukan minggu itu karena mencegah banyaknya pendatang non warga masuk dan memanfaatkan  SKD untuk ragam keperluan.

Di kantor lurah, saya tak diwajibkan bayar jumlah tertentu.Tapi mereka bilang seikhlasnya saja, mengingat saya sudah duluan menunggu petugas yang datang agak lewat jam 8 dan si petugas bilang seiklhasnya saja, saya akhirnya bilang saya hanya punya 10 ribu dan dan 50 ribu, ternyata mereka malah nolak cuma minta 10 ribu buat uang pembeli tinta saja atau kertas, saya jadi terharu sekaligus kaget biasanya untuk tanda tangan lurah para ibu ibu petugas minta saya bayar 50 ribu buat tandantangan. Padahal kan itu harusnya GRATIS!

Langsung deh saya ngacir ke kantor polisi,  sampai di kantor polisi untunglah polisinya masih mau tanda tangan walau bukan kapolsek, terbayang kalau harus di sign kapolsek sedang jadwal beliau padat. Dan seperti biasa petugas minta lagi STM, Paspor WNA, SKTTS WNA, panjang lagi deh ceritanya. Tapi alhamdulilah saya tak bayar lagi karena hari itu buru buru dan besok nya saya janji mau datang buat kasih kelengkapan dokumen lainnya. Dan keesokan harinya saya balik lagi hanya menyertakan copy identitas mereka.

Dan akhirnya lengkap deh SKD kelar, inilah tampilan SKD itu, ada masa berlaku Cuma satu bulan, sempat saya menanyakan ke petugas di kantor lurah, kenapa sih dari imigrasi mewajibkan surat keterangan domisili lagi padahal sudah jelas si WNA ini suda ada SKTTS dari Catatan sipil, ternyata penjelasannya adalah SKD ini akan memvalidasi si YBS itu bahwa pada saat pengurusan ini memang tinggalnya sesuai domisili  atau sesuai identitas nya. Beberapa orang kawan yang mengurus untuk Imigrasi ternyata diwajibkan  SKD ini.

Normalnya sih katanya tak pakai tanda tangan kapolsek cukup lurah saja. Demikian info birokrasi hari ini, semoga bermanfaat.

BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *