Bule ter-Kajili jili di Makassar

Beliau yang ngaku 'Kajili-jili"
Beliau yang ngaku ‘Kajili-jili”

Itulah sebutan buat MB selama di Indonesia, kajili jili adalah bahasa local Makassar yang sebenarnya bukan bahasa baku namun bahasa slang yang artinya “suka grasak grusuk kelincahan” dan akibatnya ya berantem di jalan lah sama pengendara lain, teriak “bodoh bodoh” lah sama tukang  bettor ( becak motor ) yang terkenal pengemudi preman dan pantang taat aturan di jalan di Makassar.

header niko 728 x 90

Jika dibandingkan sama suami WNA teman teman mixed marriage Makassar saya rasa MB ini termasuk yang paling merakyat maklum dapat istri juga kuli kantoran dan MB sendiri pada dasarnya di Indonesia bukanlah expat bergaji tajir namun hanyalah mencoba jadi pebisnis cafe &  English school, serta private English teacher serta bintang tamu dadakan seminar kecil kecilan dengan income tak tentu ini tentunya membuatnya sangat merakyat, MB kemana mana naik motor merah kesayangannya, tak pakai jaket karena dia tak pernah takut hitam dia malah tak suka pakai sepatu, dia malah menjadi kan negeri ini mungkin tempat berlibur nya, sejak dia kesini dia putuskan untuk memakai sandal jepit dan celana pendek saja dan kaos oblong. Apalagi kan Makassar panasnya bisa membuat anda jadi tampak eksotis. Kulitnya sudah tak putih lagi sudah coklat karena tiap hari naik motor kemana mana.

Apalagi bukti kajili jilinya, dia biasa angkut tangga ke warkop walau mengorbankan baret baret di sadel motornya. Namanya juga bule kajili jili, ya barang barangya tidak pernah awet lama, cepat rusak karena dia termasuk typical clumsy yang kelincahan dan grasak grusuk.

Helmnya hanya bertahan setahun lalu minta diganti dan beli baru, kaca angin motornya cuma bertahan 1 tahun dan pecah karena aksi menjatuhkan sepeda motor saat ngambek.Namun beberapa hal yang membuat saya sangat bangga sama MB adalah ternyata diantara WNA yang tinggal di Makassar dialah yang paling merakyat, yang tiap hari jalan sendiri naik sepeda motor, walau masih sulit menghafal jalan namun kalau jalur yang sudah saya ajarkan dia akan bisa, dan sejak kita berkutat dengan bisnis warkop dia sudah mulai bisa sedikit bahasa Indonesia. Dibanding WNA lain yang ternyata ada yang hampir bertahun tahun-tahun tinggal di Makassar cuma enggan keluar dan bergaul, dan hanya keluar jika di temani istrinya/suaminya.Tapi itulah nasib yang hosted, harus siap mensupprt, soal kecerwetan, MB termasuk irit ngomong tapi dibanding bule lain yaaa MB yang paling cerewet.

Satu lagi yang saya banggakan dari MB dibalik banyaknya kekurangannya adalah dia sangat Mandiri, sudah bisa diandalkan belanja dan sudah mulai bisa membuka diri bergaul dengan masyarakat sekitar. Mencoba memahami kondisi masyarakat yang jauh dari keteraturan, mencoba memahami keadaan. Walau imbasnya dia kena sindrom adjutsman yang panjang sampai tingkat stresnya terlalu tinggi akhirnya kita ke Psikiater. Bukan karena MB sakit mental ya, cuma dia penasaran saja yang buat dia stress tingkat tinggi dengan prilaku sekitar apa, dan akhirnya si dokter hanya menyarankan satu hal “berdamailah dengan keadaan” yaa MB oh MB, ada ada aja, cuma stress begitu aja mesti ke dokter hahahah seumur hidup saya tak pernah ke Psikiater karena ke psikiater itu identic sama sakit jiwa hahaha….padahal kan Psikiater itu ya kita bisa konsultasi masalah banyak hal, mau masalah rumah tangga, masalah stress di tempat kerja dan lain lainnya. WNA yang menetap di Indonesia tentunya perlu penyesuaian, karakte tiap manusia berbeda beda, ada typical keras kepala kayak MB ada yang tidak, jadi treatment nya  harus menyesuaikan nih jadi istri WNA memang super ribet, banyak berkorban dan banyak bersabar serta tentunya mesti selalu siap mental.

Nah untuk kosakata yang banyak sering di ucapkan dan masih salah seperti dibawah ini :

All okay sayung *seharusnya “sayang”

Motor rusyek *seharusnya rusak

Habes harusnya habis,

Tungu harusnya tunggu………..

Tapi lumayanlah sudah lebih maju sedikit dari pada sebelumnya dibandingkan, sekarang sudah pandai bilang “Dimana’? Sudah makan? Walau kalau menulis masih kacau balau tapi kalau ngomong sudah pada mengerti kitanya. Sampai saat ini walau masih kadang suka menaruh sendok diatas meja, sepatu di kursi kalau sudah di cuci, masih bingung bedakan mana sapu diluar rumah atau dalam rumah, masih bingung bedakan mana lap bersih sama lap kotor, ya mari kita berdamai dengannya kalau nggak rusuh lah dunia. Masih belum bisa berhemat sehemat hematnya orang Indonesia. Masih sering tangannya luka dan lecet sana sini kalau mengerjakan sesuatu. Sudah punya sahabat sejati, berteman dengan anak muda dan berpetualang, masih semangat masih explore daerah dengan naik sepeda motor yaa maklum baru merasakan petualangan yang sesungguhnya setelah di sini, kalau saat di kampungnya kerjanya Cuma kerja terus.

Dia yang sering mencuci dengan pemutih langsung sebotol, menghabiskan deterjen lebih 2-3 x dari pemakaian normal kita, dia yang kalau mengecat menghabiskan kaleng cat lebih banyak dari saya hahaha.Itulah MB, si Bule Kajili Jili yang super baik hati, yang sempat di kecurian HP nya dalam sadel motor karena kecerobohannya. Dia yang  tetap istiqamah ibadahnya &  belajar mengaji, semoga dimudahkan di lancarkan agar bisa tahfiz Qur’an, doa terbaik untukmu sayang ‘Bule Kajili jili’ku” semoga senantiasa dilindungi dan diberkati dan di beri kesehatan dan selalu membawa manfaat bagi orang lain walau tetap kajili jili….

kantor 300 x 250

 

18 thoughts on “Bule ter-Kajili jili di Makassar

        1. iya itu lebih lucu lagi saya ketawa sendiri kalau dia pakai bahasa indonesia… cuma kalau saya ketawa dia marah … makanya pura pura saja ketawa dalam hati…

    1. yaa mungkin tapi kalau kita sebut kan kajili jili kalau orang sini , makasar dan bugis sudah tahu maknanya… kalau english nya apa ya….saya malah bingung..

    1. iya entah apa waktu itu gak dibanting sih, dia marah karena apa yah lupa terus dia buka helmnya dan jatuhkan ke tanah… baru diambil lagi, sepeda motornya dia rebahkan juga kayak anak anak saja hahhaha untung waktu itu aku langsung datang peganging terus dia pergi menjauh katanya biar emosinya reda… kadang manusia itu bisa jadi kayak kanak kanak tingkahnya …

  1. Hebat dije…kalo sy mgkn tidak sanggup…itulah mmg msg2 org pny kelebihan dan kekurangan sendiri2, punya suami org yg se suku pun ud ribet bgt apalagi yg wna mgkn hitungannya 2x lipat suamiku, belom lg d tambah punya anak, kalo pny anak 2 hitungannya jd 3 + bapaknya krn laki2 tu kelakuannya sm ji anak2, trus kalo wna mgkn hitungannya jd 4, semangat dije…!!!

    1. iya betul super ribet, nah saya ini termausk masih nomor berapa ji sabarnya ning, coba banyak istri wna yang super duper sabar lagi khususnya yang suku terkenal kalem dan lembut kalau saya termasuk yang nda sabar sabar amat…

  2. Assalamu’alaikum Mba Siti. Insya Allah bln December saya akan menikah dengan calon suami saya dari USA.Saya mohon saran dari Mba Siti langkah2 apa yang harus saya lakukan. Saya akan melangsungkan pernikahan di Indonesia.Apakah saya bisa langsung ikut suami saya ke USA stlh menikah? Apa saja syarat2 supaya langsung ikut ke USA? ..Terima kasih

    1. langkah2nya? silahkan browsing di website saya ini ada kok syarat menikah dengan WNA, hijrah ke USA tak bisa langsung panjang prosesnya. Ada nama urus visa spouse yang makan waktu bisa 1 tahun lebih.. pelan pelan mbak dini akan mengerti rumitnya birokrasi dan step by step aja dulu, urus berkas pernikahan dulu baru plan masalah visa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *