Sekelumit kisah Sang Pemuda Rohingya ( Myanmar )

Shahir Seikh Versi Myanmar kata MB hahaha
Shahir Seikh Versi Myanmar kata MB hahaha

Usianya  Februari kemarin menginjak 23 tahun, tampang wajah khas muka Arab  atau muka mirip  Ras Asia Selatan, kalau sepintas ketemu dia di jalan saya pasti akan bilang ini anak muda dari Pakistan/Afganistan/ Bangladesh/India, salah satunya deh. Hidung Mancung, alis tebal, mata bulat dan rambut ombak. Dan jika bicara ada goyangan kepala khas negara negara yang saya sebutkan diatas.

Benarkan sang MS dari sana? Ahhhhaaaaaaaa  kalian semua salah pemirsahh, si MS  yang kami biasa sebut the “Pretty Boy”  asalnya adalah Myanmar alias Burma. Salah satu anak Muslim dari suku Rohingya yang sudah hampir tiga tahun wara wiri di NKRI.Karena usianya belia dan tampangnya kata  teman teman ABG di Cafe BE SMART dia mirip Shaher Seikh saya coba amati apa benar mirip ya mungkin diliat dari Taj Mahal sih… katanya versi kecil alias kurusnya wkwkwk.

Cowok berzodiak Aquarius ( berasa baca artikel majalah Remaja Tahun 1990an ya hahhaha ) sudah fasih bahasa Indonesia,  English nya pun  fasih juga walau sangat kental aksen  Asianya. MS yang statusnya saat ini officially refugee alias pengungsi yang dibawahi UNHCR, salah satu badan dunia yang mengurusi  tentang pengungsi.

Hari ini si MS kami daulat menjadi international Guest Speaker untuk topic minggu ini, dan sudah menjadi  event mingguan di Café, akan cerita bagaimana Bule Coffee menjadi Be Smart English & Café nantinya. Sabar ya di postingan tersendiri nantinya.

Nah setelah beberapa sesi acara ini di isi dari kisah dari India oleh Indian speaker, American Speaker nah kini asli Rohingya nya kita hadirkan untuk bahas tentang negaranya .Diskusi tematik seperti ini kami adakan tiap minggu di hari jumat malam  pukul 7 malam sampai selesai. Sedang senin malam ada free topic discussion yang di lead sama MB.

Dan lumayan malam ini ada sekitar 20an peserta, dan antusias mendengarkan  presentasi langsung dari si anak muda. Mulai dari mengenal geografis negara Myanmar, pemerintahan, suku Rohingya,  penduduk dan kenapa dan apa yang sebenarnya terjadi disana.

Penuturannya membuka mata saya, selama ini saya malah tak pernah mendalam masalah ini.  Yang selama ini kami kenal si MS yang dipanggil Pretty boy karena suka nyentrik tampilannya  sepatu suka ganti ganti warna, gadget lumayan keren, tampilan dan wajah menjadikannya berbeda dari kaum pengungsi yang biasa saya lihat selama ini dengan kesan kumal dan menderita.

Kisahnya bermula setelah dia lulus SMU di kotanya Arakan, tempat base mayoritas dari suku Muslim Rohingya berdomisili. Dia dikirim ke ibukota Yangoon saat itu untuk mendaftarkan diri ke Universitas idamannya, namun konfilik saat itu mulai terjadi. Karena nama dia sangat Islami akhirnya dia tak diterima. Kaum Rohingya disana menjadi  kaum yang tak  bisa bekerja dengan bebas, tak bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Usianya masih sangat belia, mungkin karena factor itulah orang tuanya si MS memutuskan untuk mengirimkan  putra mereka mencari suaka di Malaysia.Karena  saat itu sudah banyak juga Muslim Rohingya yang mencari suaka disana.

Dia menuturkan kalau banyak keluarga disana menjual asset mereka untuk membiayai perjalanan kerabat atau anak anak mereka ke negara baru demi mendapatkan kehidupan yang bebas dari penindasan agar bisa hidup layak dan bisa mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Maka berangkatlah mereka, rombongan  si MS ikut di sebuah kapal  kayu besar dan di dalamnya ada ratusan manusia.  Tanpa peralatan canggih, selama 10 hari  terombang ambing di pantai.  Ternyata arah mereka malah terdampar di lokasi  Aceh.

Ditampunglah mereka di Aceh selama tiga bulan, lalu di pindahkan ke kamp pengungsi di Tanjung Pinang selama 6 bulan di godok dalam camp.Menurut kisah MS, selama enam bulan itu mereka di interogasi asal muasal dan didata, kalau ada masalah dengan sang wna tersebut maka kartu resmi  refugee yang di terbitkan UNHCR tak akan keluar dan mereka harus di kembalikan ke negaranya. Sedang kan yang valid dan layak akan di terbitkan kartu s emacam KTP sebagai identitas pengungsi resmi.Dan mereka berhak mendapatkan  fasilitas tempat tinggal dan bahkan  diberi uang bulanan untuk kelangsungan hidup. Si Musa sendiri tinggal di Makassar sudah lumayan lama.

ID Card buat Pengungsi Myanmar
ID Card buat Pengungsi Myanmar

Ada rumah khusus di sewakan IOM untuk mereka dengan standar fasilitas tertentu, dan bahkan si Musa pernah ikutan les bahasa Inggris sebagai kegiatan rutin dan itu termasuk di biayai UNHCR. Dan so far sih saya melihat si MS sangat enjoy di Indonesia. Dia masih sangat menikmati persahabatannya dengan anak local, naik sepeda motor bersama,  jalan jalan sama sama. Hidupnya berasa liburan terus katanya.

Namun semalam dia cerita facta dia sebagai pengungsi membuat banyak batasan sbb :

  • Tak boleh kerja tapi tiap bulan dapat uang saku dan akomodasi
  • Tak boleh menikah dengan WNI, masalahnya surat surat mereka kan tak lengkap mana bisa memenuhi persyaratan pernikahan antar negara
  • Tak boleh keluar dari lokasi kota tempat dia domisili
  • Tak boleh kemana mana sampai ada info dari IOM atau UNHCR tentang nasib mereka apakah kembali ke Myanmar atau ke negara transit lainnya.

Kupikir kalau dia mau menjadi WNI sisa nikah sama teman WNI ternyata tak semudah itu. Jadi walau banyak sekali cewek yang nampaknya tadi langsung ngefans dan foto bareng yah walau nanti dapat pacar orang local tetap tak bisa bersatu yahh……nanti kisahnya berakhir di kantor imigrasi lagi.

Presentasinya tadi lumayan menarik banyak pertanyaan dan diskusi alot dari audiens yang kebanyakan mahasiswa ( I ) dan Musa juga puas dia banyak menjelaskan tentang kondisi politik di negaranya.Dan mimpi nya akan bisa pulang ke negaranya dan kaum Muslim Rohinngya bisa menjadi bagian tak terpisahkan di Burma dan punya  hak hidup sebagai warga negara.

Semoga tercipta perdamaian di sana ya Bro biar kamu bisa pulang dengan damai dan memberikan kontribusi terbaik buat negaramu. Anyway kalaupun tidak ya tak masalah BE SMART CAFE siap menampung dan para pelanggan BE SMART CAFE akan senang senantiasa datang karena Shahir Seikh Versi Burma selalu stand by disana #otakdagangmulaiencerlagi#justkidding.

Sang Refugee boy tetap enjoy  tour dengan gaya khasnya
Sang Refugee boy tetap enjoy tour dengan gaya khasnya
Si Pretty Boy in Action
Si Pretty Boy in Action
Si Pretty Boy inAction Part 2
Si Pretty Boy inAction  Part 2  siap dilelang bersama salah satu kawan dari Pakistan

17 thoughts on “Sekelumit kisah Sang Pemuda Rohingya ( Myanmar )

  • September 12, 2015 at 2:40 am
    Permalink

    Gantengg yaaaa *eh salah fokus*

    Duh sedih banget ya jadi refugee gini, peraturanya banyak gak boleh kerja , nikah ama lokal dll. Intinya si kaya ngambang gitu juga ya nasibnya..

    Reply
    • September 14, 2015 at 12:43 pm
      Permalink

      iya gak ngerti ini nantinya mau bagaimana, beberapa hari lalu suami ke tempat tinggal mereka, ada yang dari pakistan, afgan , Bangladesh, banyak juga, ada malah yang punya baby. Entah sampai kapan mereka disini. Tergantung UNHCR dan kembali ke pemerintah negara masing masing.

      Reply
    • September 14, 2015 at 12:45 pm
      Permalink

      pasti di Medan banyak kan mungkin mendaratnya di Aceh baru Medan secara disana saja banyak warga keturunan kan ya India juga banyak kan disana……..

      Reply
    • September 14, 2015 at 12:47 pm
      Permalink

      kerjaanhya di boncengan sama teacher lokal ku disni jalan jalan sama MB, soalnya MB suka berpetualangan dan gak ada teman, skr MB dapat teman anak muda energik hahah tiap hari di cafe buat banyak fansnya datang deh, lumayan kami jadikan magnet buat pelanbggan juga terus si Pretty Boy happy juga bersosialiasi dengan kami, internet an gratis ngupi gratis… hehhehe sama sama simbiosis mutualisme…

      Reply
        • September 27, 2015 at 2:06 pm
          Permalink

          iya mohon doanya harus berkutat di bisnis sendiri buat wna yang stay disini…dapur harus ngebul..

          Reply
  • September 12, 2015 at 5:39 am
    Permalink

    Duhh kok gak boleh nikah sama WNI ya mba #ehgimanaaaa x))))

    Reply
    • September 14, 2015 at 12:41 pm
      Permalink

      surat suratnya gak ada, mereka kesini gak ada pasport, kalau mau nikah sih bisa secara agama tapi kalau surat2nya gimana? mungkin bisa dia mesti urus dulu kembali paspornya ke negaranya dll, super ribet dah pokoknya…

      Reply
  • September 12, 2015 at 8:56 am
    Permalink

    Aku dengar banyak cerita menarik tentang para pengungsi ini. Di Jakarta yang ganteng banyak dicari sama Tante gatal!!!!

    Reply
    • September 14, 2015 at 12:40 pm
      Permalink

      nah itu dia, si MS ini malah digemari sama banyak ABG nih… dia suka main di cafe dan kami senang karena anak anak mahasiswa jadi langganan kesini deh..

      Reply
  • September 13, 2015 at 9:18 pm
    Permalink

    Disekolahku mayoritas muridnya adalah para pengungsi. Suka kasihan kalau mendengar cerita mereka dulu dinegaranya. Tapi kadang suka sebel sama mereka yang semena2 padahal sudah mendapatkan kemudahan untuk sekolah bahasa Belanda.

    Reply
    • September 14, 2015 at 12:39 pm
      Permalink

      iya di negara maju juga banyak dari sana ya, dan banyak juga yang buat masalah di negara barunya.. ya selalu ada + – nya, tapi kalau di pikir kasihan juga sih mereka bertahun tahun nasib nya gak jelas disini.

      Reply
  • September 14, 2015 at 9:47 pm
    Permalink

    dari uang saku pengungsian bisa gonta ganti hp dan sepatu ya… mantap juga. hahaha.

    Reply
    • September 15, 2015 at 12:37 am
      Permalink

      kalau menurut info si MS sih dapatnya 1, sekian sebulanan buat uang saku, mereka juga di sewakan semacam tempat kayak kost-kostan dan lengkap fasilitas ada AC segala, ada TV Kabel ada dapurnya nah mereka masak2 sendiri, MB kemarin sempat main ke tempat mereka ada beberapa WNA pakistan, Bangladesh, bahkan ada yang rombongan dengan baby segala ..

      Reply
  • Pingback: Kawan Sebangsa | hot chocolate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *