Update ilmu dari BPJS Ketenagakerjaan

Supaya ini ilmunya tidak langsung hilang sebelum lupa saya mau share, beberapa menit lalu ada acara sharing session  dari kantor BPJS Ketenagakerjaan, nah tahu kan bagi kaum pekerja kayak saya pasti mengenal BPJS, dulu namanya JAMSOSTEK ini digunakan dari 1993 – 2014 lalu dan per 1 Januari 2014 berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Nah kalau  BPJS Kesehatan itu cikal bakalnya alias perubahan nama dari ASKES. Nah para bapak ibu PNS pasti tahu nih ASKES.

Saya Cuma mau sharing dikit tentang BPJS Ketenagakerjaan, akh panjang amat sih namanya. Harusnya disingkat BPJS-Kek kalau Kesehatan harusnya BPJSKES aja yahhhhhhhhhhhhh…………

Saya terdaftar sebagai pekerja resmi dibayarkan iuran JAMSOSTEK nya sejak  Mei 2005 sejak saya lulus dan bekerja di salah satu bank swasta nasional, nah sejak itu saya menjadi anggota. Nah 2007 setelah lulus masuk di perusahaan yang sekarang saya tempati cari duit, Jamsostek ini pun berlanjut dengan nomor yang sama karena saya memang mendaftarkannya ke HRD perusahaan baru biar tak dapat kartu baru.

Nah sejak itulah dapatlah saya kartunya, dari dulu saya itu tak ngerti nih apa sih maklum saya malas pelajari padahal tiap bulan di slip gaji kan ada tuh pemotongan 3% dari total Take Home Payment ( THP ).  Nah program yang saya cek di slip gaji adalah JHT ( Jaminan Hari Tua ) ini yang dipotong 3 % yang di subsidi perusahaan 2% yang dipotong dari gaji 1 % aja kok. Nah benefitnya apa? Ya tentunya dana ini akan bisa diambil sebagai dana pensiun dengan system lump sum, sekali bayar.  Beda sama pns yang gaji pensiun di terima tiap bulan.

Terus ada beberapa benefit juga yang dicover, seperti kecelakaan kerja, terus,  uang duka  dll, baguslah benefitnya.  Kalau meninggal juga ada uang pemakaman, uang duka setidaknya keluarga yang ditinggal bisalah menggunakannya dan memberikan pemakaman yang layak, maafkan bahasa saya. Ekh ada benefit lagi malah ada dana beasiswa buat anak / ahli waris sebesar 12 juta. Lumayan kan.

Aplikasi BPJS Mobile bisa download di Andoid, Blackberry dan OS
Aplikasi BPJS Mobile bisa download di Andoid, Blackberry dan OS

Nah kalau benefit yang diatas mungkin memang sudah lama ada, yang baru dari BPJS Ketenagakerjaan adalah adanya program baru Jaminan Pensiun, kalau selama ini terjadi di perusahaan swasta ya kalau pensiun duitnya langsung sudah dikasih sekalian alias lump sum, nah kalau mengikuti program ini ternyata  layaknya pensiunan pns, di beri gaji pensiun tiap bulan ya walau memang nilainya saya lihat super imut setidaknya kalau udah tua masih dapat uang beli beras deh. Dibayarkan sampai meninggal, terus bisa diwariskan ke pasangan / janda/duda, ke orang tua atau ke anak sampai usia anak 23 tahun. Lumayan kan, ini angina segar buat pegawai swasta, kan banyak tuh pegawai swasta yang mengalami kebangkrutan financial di masa tua karena tak bisa mengelola dengan baik uang pensiunan-nya.

Bagi yang mau tahu beda nya  JHT sama JP nih aku capture hasil presentasi dari Pak Zulkarnain, Manager Branch BPJS Ketenagakerjaan di Makassar.

Mengenai UU terbaru mengenai usia pensiun
Mengenai UU terbaru mengenai usia pensiun

Nah saya juga baru tahu kalau di tahun 1973-1993 itu asal muasal BPJS itu namanya ASTEK  lalu tahun 1993 – 2014 JAMSOSTEK dan tahun 2014 – sekarang BPJS Ketenagakerjaan. Selama periode dengan nama baru itu aturannya mengalami perubaahan dengan adanya UU Permen.

PP 1993 VS PP 2014
PP 1993 VS PP 2014

Tadi saya lewat kantor BPJS full antrian, pantas saja rame rame orang yang kena PHK alias resign mengambil JHT nya yang ternyata per tanggal 1 September dikeluarkan UU PERMEN baru menyatakan bahwa  “ Pekerja yang terkena PHK/ Resign bisa mengambil JHT nya jumlahnya  100 % dengan masa tunggu pencairan 1 bulan” , jika melihat kebelakang di Bulan Juni UU No. 40 mengeluarkan aturan bahwa JHT yang dulunya bisa di cairkan minimal masa kerja 5 tahun dan bisa keseluruhan namun aturan baru itu menyatakan bahwa JHT hanya bisa diambil  di usia 56 tahun. Kemudian untuk masa kerja 10 tahun sudah bisa mengambil saldo JHT sebesar 10 %. Nah ini yang banyak di protes oleh kaum pekerja yang menurut pengakuan bapak dari BPJS tadi malah kantor mereka di demo padahal BPJS dalam hal ini hanya sebagai penyelanggara saja, bukan pengambil keputusan, ya aturan dibuat oleh pemerintah. Akhrnya karena di demo masyarakat keluarlah aturan baru tadi, semua pekerja yang habis kena PHK / Resign sudah bisa tarik dana semuanya.

JHT VS Jaminan Pensiun
JHT VS Jaminan Pensiun

Pantas saja kantor BPJS full antrian dari jam 8, terus ada tadi salah satu slide tentang perbandingan dengan negara negara lainnnya di dunia yang ternyata iuran dana Pensiun kita Indonesia yang hanya  3 % termasuk paling dibawah, negara yang menempati iuran tertinggi pemotongan dana pensiun nya adalah AUSTRIA, 22 % terbayang deh kalau di negara itu kaum pekerjanya misalnya bergaji 10 juta di potongnya 2,2 juta rupiah…… nah kalau itu diberlakukan di NKRI saya sudah membayangkan apa yang terjadi. Demo akbar pasti terjadi. Negara tertinggi kedua masih ada Finalndia, Jerman, dan beberapa negara maju di Eropa dan negerinya MRBIG  di posisi 10 %.

Yang saya heran memang di budaya kita, ini hasil analisa saya saja yahh, namanya juga JAMINAN HARI TUA, atau JAMINAN PENSIUN atau apapun namanya, kenapa sih pada buru buru mau cairkan, kecuali urgent alias di pecat yahh ini mah case khusus, yang saya heran ingat ada kawan dalam 10 tahun berganti perusahaan  8 kali, nah tiap pindah kerja itu dikeliapatn 5 tahun sudah di tarik duitnya. Jadi seenak dia, ujung ujungnya dia sendiri susah nanti di usia pensiun ya susah. Logikanya begini, dari awal di gaji sudah diniatkan memang ya itu potongan untuk kebaikan anggap dilupakan sampai 20-30 mendatang tak usah di pikirkan  mau ditarik tarik toh itu potongannnya 3 % dari THP anggap tabungan deh. Kan yang nyaman  nanti kita sendiri, di usai yang tak lagi muda itu dimana kita sudah butuh ketenangan hidup, lebih banyak ibadah dan menikmati sisa usia secara ekonomi basic misal untuk beli beras dan bayar listrik sudah ada duit apalagi buat yang program baru tadi JP kan diberi secara bulanan sampai meninggal loh. Jadi tak sengsara sengsara amat di usia tua. Minimal gak nyusahin anak cucu kan yaahh minta minta. Masa dah tua renta saya masih harus pontang panting kerja.

Tadi sempat bapak BPJS Ket memberikan guyonanan, di negara maju para pekerja memasuki usia pensiun itu malah sangat bahagia, dapat duit bulanan , malah banyak yang pergi melancong /liburan di kapal pesiar dll, kalau di Indonesia yang sedikit miris malah masa muda kerja keras dan stress sepanjang tahun memasuki usia pensiun malah menderita stroke, dan paling pahit lagi kalau ternyata pada saat pensiun dananya JHT yang diterima kecil semakin nelangsa deh. Ada benarnya juga sih, tapi yang pasti tak semua. Kalau menurut saya mending di prepare dari sekarang biar gaji kita kecil  gak apa, asalkan semua terplanning lebih disini  jika di beri umur panjang toh duitnya balik ke kita jika umurnya gak panjang kan ada uang duka, ada ahli waris setidaknya ada uang duka buat kan di makamkan secara layak.

Kok bicara yang pahit pahitnya nih  biar kita selalu sedia payung sebelum hujan.Payung mana???Nih beberapa link informasi buat nambah info tentang JP dan Manfaat JHT, oh ya buat  yang mau tahu saldo JHT nya bisa download di smartphone  baik OS, android maupun  Blackberrry terus nanti masukkan alamat email dan nama kita, nanti di verifikasi via email. Mudah kok, selamat mencoba ya…

http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Contoh simulasi Saldo JHT
Contoh simulasi Saldo JHT

sumber : Silde presentasi Pak Zulkarnain dari BPJS Ketenagakerjaan Makassar

Demikian sharing ilmunya hari ini, semoga bermanfaat.

kantor 2 300 x 250

5 thoughts on “Update ilmu dari BPJS Ketenagakerjaan

    • September 10, 2015 at 3:46 pm
      Permalink

      Yang JP itu setelah umur 56 say, tapi kalau terjadi kecelakaan kerja dan cacat tetap total maka sudah bisa di dapatkan manfaat bulanannya…. atau jika terjadi resiko meninggal maka bisa diwariskan manfaatnya..bisa ke anak, pasangan suami/istri, ortu… keren kan..yahhh

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *