Komplain para suami bule di Indonesia

FLAG Both of US OK

Kemarin week end akhirnya jadi juga ketemuan sama salah satu pasangan kawin campur yang seharusnya hadir dua pasang jadinya kami tiga pasang namun karena suatu hal, pasangan A ( suaminya dari Belgia yang coba hijrah ke Indonesia dan tinggal di pelosok saat ini ) kebetulan lagi ke Makassar untuk visit dokter makanya aku bela belain mau ketemuan, dan pasangan B ( Bersuamikan India *nehinehi ) pasangan B ini tak hadir karena saat kami janjian di FB mereka saat itu sakit kepala dan minum obat dan ketiduran sampai jam 8 malam baru ngeh dan sadar padahal kami janjian meeting di salah satu resto hotel yang dekat dari rumah pada jam 5 sore.

MB sangat excited kalau aku janjian bareng pasangan suami mereka, apalagi kalau India, pasti MB penasaran mau saling bicara sambil goyang -goyang kepala :-D. Ekh yang muncul cuma pasangan A itupun suaminya batal datang karena ada masalah sakit gigi, jadinya kita cuma bertiga deh.

Jujur saja saya sangat senang kalau ketemuan sama pasangan kapur  ( kawin campur ) juga karena serasa curhatnya sama , permasalahan yang kami hadapi itu ada kesamaan walaupun suami suami kadang beda benua atau beda ras tapi garis besarnya sama, setelah rembuk seru karena baik pasangan A dan B, si pasangan A sudah 5 bulan meninggalkan negara suami dan hijrah kesini, dan mereka malah tinggal di kampung istri sekitaran 10 jam naik angkutan darat dari Makassar, daerah yang masih sejuk dan ternyata juga ada pesawat kecil terbang kesana. Jadinya lebih dekat sih. Sedang pasangan B, berencana akan stay juga namun sang suami pangeran dari Hindustan masih mau bolak balik ke India dulu. Mencari peluang bisnis dulu sih istilahnya.

Setelah curhat curhatan panjang beberapa kesamaan yang kami hadapi ternyata yang di comelin para suami WNA ini sama sbb :

  1. Cuaca saat musim kemarau,  apalagi kalau negara suami dari negara bersalju, disini senangnya karena tak ada winter yang gila gilaan dinginnya, gak mesti pakai glove, dan jaket berlapis lapis, tapi panas berkeringat dan tingkat kelembapan yang tinggi, jadinya boros kipas angin dan AC. Apalagi masuk musim kemarau, wihhh MB berkeringat terus, gampang sekali baju basah karena keringat, makanya tak ada istilah pakai jaket deh kalau disini.Soalnya kadang hujan pun MB masih merasa gerah luar biasa. Padahal saya sudah happy kegirangan karena hujan.
  2. Cuaca saat musim hujan, wahhh MB juga tak suka kalau kena hujan, hahhahah padahal saya senang kalau hujan, kalau saya tanya suami pasangan B pun ternyata dia tak suka kalau kena hujan. Komplain mulu. Ribet katanya mending kena salju aja ……..ada ada aja ya…
  3. Budaya “selalu di paksa makan” kalau kunjungan kerumah ortu atau tetangga dan pasti salah satu bentuk budaya kita ya mesti dijamu tuh tamukan, nah kan disuruh makan terus kan sampai terpaksa makan, MB bilang gimana  bisa turun berat badannya kalau tiap saat dipaksa makan sama semua orang, jadi kalau singgah di tiga rumah ya mesti di suguhi 3 x juga. Apalagi kalau di rumah keluarga. MB jadinya terpaksa deh kadang makan satu biji itupun karena kupaksa.
  4. Masalah bahasa, karena apapun sefasih apapun istri, pasti ada aja salah paham, apalagi kalau sang suami dari negara dengan bahasa lain, misal di Eropa ( Belgia, Swedia, Perancis ) hahahha terbayang deh gimana ribetnya komunikasinya, apalagi kalau sang suami tak fasih bahasa inggris.
  5. Ketidakteraturan kehidupan di sini, mulai dari infrastruktur jalan, listrik, air, fasilitas untuk diasbilitas, cara orang mengendara di jalan, publik service yang kacau, jam karet yang parah, semua di komplain, dari yang mungkin negara asal lebih teratur dalam segala hal sampai disini “alamakkk” hahahha si bule bakalan geleng geleng kepala stress tingkat dewa.
  6. Kebiasaan makan disini, kebiasaan saya dirumah pagi sarapan ngeteh dan camilan kue kecil, atau nasi kuning, dia cuma minum kopi dan kdang roti kalau ada, MB masih rasa aneh kalau pagi pagi tiba tiba di suruh makan nasi kuning atau disuruh makan kue kue. Makan malam juga demikian, karena kebiasaan kita kalau makan malam ya jam 8 an atau kalau lapar ya bisa makan jam 9 or jam 10 malam. Dan memang sebenarnya tak sehat kan makan malam diatas jam 7 malam.
  7. Penghargaan terhadap waktu, untuk semua waktu undangan kawinan, akikahan, janjian sama orang, tak ada yang tepat waktu. Kalau ini ya sudah habit  berjamah yang sudah mendarah daging.
  8. Gadget Minded dan mesti branded, pernah suatu hari kita trip ke suatu tempat wisata dan ada kakak teman yang coba guide kami, sempat kami singgah di rumah kontrakan si guide dadakan ini yang sangat sederhana, kondisinya parah deh, tak layak untuk di tempati dengan 3 anak kecil, namun tahu tidak jenis HP bapak yang antar kami ini? coba tebak, hahhaha si bapak ini malah punya Iphone 4S waktu itu ngetop deh belum ada yang Iphone 5. Aku aja waktu cuma Iphone 4 saja. Si MB kaget kok si bapak lebih milih deh beli Iphone terbaru dibanding cari kontrakan yang layak ya.., ini hanya satu contoh saja, karena pernah saya juga cerita sama teman yang domisili di Eropa, disana orang orang tajir dengan rumah mewah kadang punya HP jadul ala nokia yang seri lama, yang cuma bisa sms dan telpon saja. Padahal kalau dipikir orang ini kalau mau beli iphone seri terbaru selusin pun mampu kali ya… malah sampai ada yang HP nya sudah lecet dan bonyok sana sini masih di pakai.Beda sama disini, Satpam di kantor saja kalau duduk duduk di ruang jaganya sampai pegang Ipad segala, walau masih cicil yang penting tak ketinggalan jaman euy……..!!!
  9. Gengsi gede, ini sih curcolan MB juga sama persis dengan yang diatas, gadget harus bermerk,  terkait tetanggaku, yang pak polisi sekarang mobilnya sudah 2, sedang parkiranya masih sama, sepeda motor nya ada 5, karena anaknya juga 5. Garasi sudah sesak sama motor dan barang al hasil depan rumah jalanan jadi lahan parkirnya kadang sudah nangkring depan rumah, MB langsung emosi dan bilang, “kalau memang punya duit lebih ya di save saja sana cari rumah lebih besar dengan garasi bisa muat 3 mobil kek, biar hidupnya tak sesumpek sekarang, kompleks jadi penuh sesak dibuatnya. Kata MB orang orang ini benar benar tak pakai otak.Ya gitu deh, banyak yang mau maksakan naik kasta lebih tinggi namun kemampuan financialnya tak berbarengan bisa mengangkatnya ke kelas lebih tinggi.
  10. Attitude, kebanyakan MB lihat di jalan orang tak peduli dan tak menghargai orang lain, kadang kalau lewat bersama ibu ibu yang hamil misalnya dilift sebuah gedung, kadang orang orang hanya lihat saja tak bantu masuk or prioritaskan, pria-pria banyak yang tak gentlemen kepada kaum wanita ,  demikian juga dengan attitude sama manula,  saya selalu bilang dan membela bahwa yaaa disni karena kehidupan lebih keras berarti kadang satu sama lain kami harus urus diri sendiri, tapi apa yang di lihat MB memang sepenuhnya benar. Padahal negara kita terkenal dengan ramah tamahnya dan sikap saling tolong menolongnya, namun sekarang kadang yang terlihat malah sebaliknya.
  11. Urusan birokrasi ribet dan korup, kalau ini sudah jadi rahasia umum sih.Semoga dengan presiden baru nanti ada perubahan yang lebih baik 🙂
  12. Sok akrab, banyak orang tiba tiba sok akrab merangkul dan mau foto, seperti kisahku disni.
  13. Generalisasi “Bule = Dollar” jadinya semua mahal kasihan pasangan yang berduit rupiah jadi nelangsa terus dalam hal belanja dan lainnya.
  14. Toilet, pernah saya kisahkan disini, soalnya mereka selalu mau yang toilet duduk, apalagi kalau badan bule nya bongsor susah kalau mau pakai toilet jongkok , dan di setiap mall pasti ke toilet suruh bayar jarang yang free, MB tak pernah mau pakai publik toilet kecuali kepepet.
  15. Uang parkir dan Tukang Parkir, karena duitnya tak masuk sepenuhnya ke negara dan petugas parkirnya pun tak legal, cuma pakai baju rompi agak orange dan modal sempritan,  seenaknya cuma bunyikan pluit dan minta duit dan tak ada kwitansi / receipt resmi.
  16. Penghargaan terhadap keselamatan jiwa di jalan raya sangat minim di Indonesia, di awal awal MB tinggal disini, tiap hari dia teriak di jalan lihat anak kecil di bonceng 4 sama bapaknya semua tanpa helm, atau ortu pakai helm anaknya 3 orang tak ada yang pakai helm, atau anak di dalam mobil tak ada yang pakai car seat atau sabuk pengaman, atau tiba tiba ada pengendara motor bawa sepeda diatas motor atau bawa hewan, atau yang lebih kocak lagi dua sepeda motor kerjasama angkat pipa panjang, atau sepeda motor dua buah berkolaborasi angkat tangga panjang sambil berkendara. OMG ini semua buat MB teriak teriak antara kegirangan kagum dan shock ngeri melihat tingkah kocak pengguna jalan disini. Kalau versi akunya suka bilang orang Indonesia itu super super loh!!!! Hal yang tak mungkin dilakukan di sana disni semua bisa……………makanya pelanggar juga banyak karena saking hebatnya 😀
  17. Banyaknya undangan disini, stress juga lama lama kata MB lihat tiap minggu apalagi kalau musim kawin ekh nikah wihh undangan banyak deh walaupun tak dikenal apalagi tetangga kompleks. Kan orang Indonesia doyan hajatan, syukuran wisudalah, syukuran rumah baru, hahahha pokoknya syukuran terus !!
  18. Buat tenda hajatan seenaknya, pesta kawinan di pinggir jalanlah, dalam lorong, bikin macet  jalanan, ini bisa di jumpai dimana mana. Pembelaanku cuma bilang yaa kan biar irit kan gak mesti buatnya di hotel atau gedung 😀 !!
  19. Cicak, MB kaget awalnya lihat mahluk namanya cicak yang keberadaaannya dimana mana. Sekarang sih MB cuek deh.
  20. Nyamuk, mau musim hujan atau kemarau ya nyamuk tetap donk ada dimana mana, makanya solusinya, lotion anti nyamuk dan tutup pintu dan jendela rapat rapat.

Nah itu 20 yang saya rangkum dari hasil curcolan para istri tentang komplain suami WNA nya yang domisili di sini, jadi bagi yang punya pasangan WNA yang mau hijrah kesini, silahkan siapkan mentalnya untuk menjawab berbagai komplain diatas ya, masih banyak sih yang lainya tapi garis besarnya itu dulu………………..!!! Kalau si MB sih sudah mulai adaptasi walau masih sering bersungut-sungut ya karena ‘dimana bumi dipijak ya disitulah langit dijunjung’ ya mesti adaptasi donk kalau tidak, ya hahha silahkan tinggalkan NKRI  😀 *episodepenuhsemangatnasionalisme !! Ada yang mau nambahin list nya 😉

 

 

 

 

 

40 thoughts on “Komplain para suami bule di Indonesia

    • May 13, 2014 at 7:41 am
      Permalink

      iya betul itu nomor 1 harusnya ……

      Reply
  • May 13, 2014 at 3:40 am
    Permalink

    Silahkan tinggalkan NKRI?? Ya gpp asal istrinya diajak ya? Hehehe

    Reply
    • May 13, 2014 at 7:41 am
      Permalink

      hehehe sy suka bela negaraku klo dia suka sungut2 tentang kesemrawutan disni …

      Reply
  • May 13, 2014 at 7:21 am
    Permalink

    Bener MB mbak mendingan kena salju, klo kena hujan basah kuyup 😀 .
    Jam karet memang sudah mendarang daging 😆 sebel juga pas baca di buku panduan jalan2 keluaran LN, tertulis “budaya ngaret” di Indonesia.

    Reply
    • May 13, 2014 at 7:45 am
      Permalink

      hahh serius ada budaya ngaret di buku panduan LN ? wahhh sedihnya… jadi mmg kita sudah terkenal mendunia akan hal ini ya…

      Reply
  • May 13, 2014 at 9:55 am
    Permalink

    Makanan yg dijual enak2 tapi sering kurang bersih. Ini suamiku perutnya sensitif banget, setiap ke Indo belum pernah ga diare. Dia suka sate, soto, bubur ayam, kue lumpur *ga bisa masaknya sndiri*

    Reply
    • May 13, 2014 at 10:28 am
      Permalink

      iya sama di awal-awal sakit perut sekarang perutnya sudah bandel he he kayaknya perlu beberapa bulan stay disni maka akan terbiasa dengan makanan pinggir jalan 😀

      Reply
  • May 13, 2014 at 2:13 pm
    Permalink

    kmrn pas mudik langsung shock lalu lintasnya,,,ditinggal 2 tahun, sebulan di Indo 2x ditabrak *tepok jidat* hiiiks… jd rasanya tiap pulang harus beradaptasi lagi deh ama lalin di Indo … org2 Indo hebat loh, nyawanya ada 10 (inget diri sendiri, dulu kalo naik motor suka ngebut) hihihihi

    Reply
    • May 14, 2014 at 12:38 am
      Permalink

      hahahha itu baru 20 say, kalo terlalu banyak sungut sungut soal Indonesia saya suka senewen bilang hehhehhe wait ini negaraku ya…hahaha jangan macam2 lol

      Reply
  • May 14, 2014 at 8:27 am
    Permalink

    soal dimana bumi dipijak langit dijunjung orang asing umumnya cepat menyesuaikan diri. nah kalo menyesuaikan dirinya ke hal2 yang positif sih ok banget ya. yang gak asyik ngliat orang2 asing di bali yang ikutan2 orang kita cuek aja naik motor melawan arus dan di trotoar pula. padahal kalo dinegaranya gak kejadian.

    salam
    /kayka

    Reply
    • May 14, 2014 at 9:29 am
      Permalink

      iya MB malah mau ikut2n kayak mereka makanya saya suka berantem di jalan …saya bilang tetap jadi org yang taat aturan jangan ikut2an mereka ….

      Reply
  • September 13, 2014 at 4:08 am
    Permalink

    Pak Ahok, tolong bereskan management taman rasuna yang amburadul.. ka gak beres semua pengelolaan keuanganya. PPATR dan Management bukan bekerja untuk kepentingan penghuni melainkan mereka sendiri..

    standar keamanan lift tidak terpenuhi Pak, sering anjlok ditengah jalan naik. lalu fasilitasnya lain juga. tolong dibantu Pak kasihan kami penghuni disana juga banyak sekali org timur tengah arabia yang tidak memiliki izin utk tinggal disana termasuk orang iran yang bisa saja menyelundupkan narkoba ke indonesia kerjaan mereka tidak jelas tetapi bisa tinggal disana karena banyak broker yang mafia termasuk manamgent nya..

    Reply
    • September 14, 2014 at 2:36 am
      Permalink

      Mbak Ria mungkin salah lapak………. ya.. ada website khususnya ke pak Ahok kok..

      Reply
  • September 22, 2014 at 6:31 am
    Permalink

    Suamiku komplain soal banyaknya pengamen n pengemis anak2 yang gabakal pergi kalu blum dikasih,

    Reply
    • September 22, 2014 at 7:08 am
      Permalink

      betul sekali..kesannya kumuh dan tak nyaman kalau kemana mana…………..

      Reply
  • October 15, 2014 at 4:40 am
    Permalink

    haha.. suamiku (India nehinehi, hehe..) paling ga bisa tuh pake toilet jongkok. Kemaren dia coba pake, dia bilang ga bisa keluar (p**pnya), terus pindah kamar mandi yg duduk, langsung lancar deh. Haha.. ada2 aja.

    Reply
    • October 15, 2014 at 5:27 am
      Permalink

      iya makanya ….pokoknya bersuamikan wna itu penuh drama deh…salam kenal ya mbak..

      Reply
    • October 17, 2014 at 5:13 am
      Permalink

      salam kenal kembali ya… mbak … Liya…

      Reply
    • October 23, 2014 at 6:47 am
      Permalink

      iya menikah dengan wna itu banyak dramanya tiap hari .. serius loh………….

      Reply
  • November 20, 2014 at 12:21 am
    Permalink

    Kalau menikah dengan WNA , bisa ga kalau status kewarganegaraan kita berbeda dengan suami??

    Reply
    • November 20, 2014 at 12:33 am
      Permalink

      bisa donk…. aku WNI suami ku WNA … gak masalah …

      Reply
  • December 14, 2014 at 2:20 am
    Permalink

    Serunya baca artikelnya Mba siti & comment2 nya luchuu, salami kenal 🙂

    Reply
    • December 14, 2014 at 2:36 pm
      Permalink

      iya begitulah apa adanya kehidiupan kami penuh drama … namanya juga beda budaya …..pusing deh..

      Reply
  • December 26, 2014 at 11:20 am
    Permalink

    Hihihi… Kalo suamiku mbak suka komplain sama sungai2 alias kali (bahasa jawanya)… Setiap kali lewat dan aku bilang itu sungai pasti dia bilang itu comberan…sungai ga kyk gitu item kotor lagi sama suka ngeluh palanya pusing… Dan suka triak2 klo liat kecoa 😀

    Reply
    • December 27, 2014 at 12:24 am
      Permalink

      iya bule bule juga penakut kok sama cicak, kecoa dll………..dan terlalu banyak komentar segala hal, saya kadang dongkol juga dengan omelan suami……………

      Reply
  • February 3, 2015 at 9:58 pm
    Permalink

    hehehe komplain mb susi rata-rata sama kayak komplain suamiku, tapi dia seneng kok dijamu gratisan sama tetangga hahaha, dia senang orang indonesia ramah dan muslimnya mayoritas, plus orang indonesia suka tersenyum biar susah tetep senyum hehe dia sudah banyak teman disini lebih populer ngalahin istrinya heheheh.

    yang bikin dia rada gimana yakni kebiasaan orang indonesia suka pengen tau lebih dalam, misalnya banyak tanya soal pribadi,sampai suamiku pernah cerita rasanya pingin dia tanduk si penanya itu hahaha alhamdulillah dia sabar dan mengerti perilaku orang indonesia tak sama dengan warga di negaranya.

    salam.

    Reply
    • February 4, 2015 at 6:21 am
      Permalink

      Iya…gitulah… alhamdulilah kalau suami mbak menerima.. kalau saya sih memaksa aja dia mesti terima keadaan ..kan pilihan dia sendiri mau stay di Indonesia.. so apapun itu ya mesti di terima dengan lapang dada

      Reply
  • April 12, 2015 at 5:10 am
    Permalink

    Tambah lagi dik…
    Kalau suamiku paling benci jika dipanggil bule.
    Menurut dia (aku setuju) kebanyakan orang Indonesia tuh rasis banget.

    Reply
    • April 14, 2015 at 2:43 pm
      Permalink

      hehhehe iya dia benci di panggil mister..

      Reply
  • May 31, 2015 at 8:05 am
    Permalink

    Kl bojoku bule yg gak konsisten,maunya krj dan tinggal disini tp gak mau adaptasi dgn lingkungan dan budaya di Indo,sll jelekin Indo n org2nya,kl diksh tau gak mau tau dan sll blg “I am not Indonesia”. Sama muslim tp dia sekuler,jd spt bkn muslim,mending nikah beda agama aza kl gni. Parah…. Betul kt mbak siti,kenal 2 mgg doank gak ckp,kenal lama aza msh terkaget2,walau usia pernikahan dah mau 8 thn. Kl nikah sm bule,hrs jd wonder women,apalagi istri yg jd sponsor,tiap thn hrs sll sbk diimigrasi buat c Mr,jd kesannya istri yg melindungi suami,bkn sebaliknya. Smoga wanita2 Indo yg nikah sm bule diberi kesehatan,kekuatan,ketabahan dan kesabaran yg lbh. آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ لْعَالَمِ يْنَ

    Reply
    • May 31, 2015 at 10:45 pm
      Permalink

      salam kenal mbak Ari, i feel u banget deh mbak , kalau saya MB kalau soal agama alhamdulillah rajin jadi soal itu saya damai, kalau masalah adaptasinya ya saya selalu coba bantu dia cuma kurang mulus karena dia juga kurang bisa kontrol emosinya tahu sendiri kondisi lingkungan di sini yang selalu buat emosi.ini 2 tahun pernikahan bulan depan cobaanya banyak biasa masalah beda budaya… kalau kurang sabar bisa berantakan RT kita, jadi lahan kesabaran buat naik kelas, ya jadi istri wna mesti super wonder man, karena semua ada di pundak kita………..

      Reply
  • October 18, 2015 at 5:53 am
    Permalink

    nambahin dikit ya…
    kl suamiku itu paling bete sama angkutan umum di Jakarta yang sangat amat tidak bisa diandalkan. Terutama KRL. dia yang biasanya naik commuter yang selalu on time jadwalnya di Jerman, disini sampai makan hati kalau nunggu KRL sampe sejam. Hahahaha. Jadi kalau gak terpaksa banget dia ogah naik KRL.

    Reply
    • October 18, 2015 at 10:12 am
      Permalink

      sebenarnya masih banyak tapi biasa lupa…

      Reply
  • March 5, 2016 at 10:14 pm
    Permalink

    Mba Siti .. bisa minta emailnya ? Buat berbagi cerita. Pacar ku bule juga dr uk . Loving together di sydney 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *