Perkawinan Campuran terkait kepemilikan property

ilustrasi dari www.herugan.com
ilustrasi dari www.herugan.com

Biar tidak lupa dan bisa mengerti masalah ini, saya langsung mau tuliskan dan sharing di blog saja biar jika ada yang butuh sisa klik, semua file yang saya share ini diambil dari file postingan Ibu Galih Aydin  hasil sharing dari group komunitas KPC Melati  di Hotel Shangrila Jakarta tanggal 26 April -2014 yang di share di group KKC ( Komunitas Kawin Campur ) di Facebook  dan sudah dapat izin untuk di share kembali. Beberapa slide berikut ini menjelaskan pengertian pernikahan campur, UU yang mengaturnya, dan terkait permasalahan kepemilikan property untuk WNA yang menikah dengan WNI dan tinggal di Indonesia. Selamat menyimak 🙂 

File pernikahan campur      file pernikahan campur 3

file pernikahan campur 4      file pernikahan campur 5

file pernikahan campur 6      file pernikahan campur 7

 file pernikahan percampuran 10     file pernikahan campur 11

Nah terkait masalah kepemilikan property untuk WNA pelaku kawin campur silahkan di simak slide dibawah ini :

file kepemilikan property    file kepemilikan property 2

file kepemilikan property 3     file kepemilikan property 4

file kepemilikan property 5     file kepemilikan property 6

file kepemilikan property 7     file penutup

 

Inti sari dari yang saya tangkap dari beberapa slide presentasi ini adalah sbb :

  • Untuk WNA yang menikah dengan WNI dan tinggal di Indonesia bisa membeli property dengan status  ( HP ) hak pakai saja, HGB bukan Hak Milik ya, dan bisa di perpanjang. Jadi kalau ada property yang mau di beli misalnya hak kepemilikan maka mesti diturunkan jadi hak pakai dulu baru di jual ke WNA.
  • Untuk yang belum punya pre enup agreement karena lupa atau karena tidak tahu maka bisa mensiasati dengan membuat perjanjian pisah harta setelah pernikahan / post prenup agreement bila masih ada rencana membeli property. Namun di lapangan biasanya kalau minta ke notaris biasanya bingung sendiri. Mesti ke notaris berpengalaman deh. 
  • Harta hibah yang diserahkan sebagai hadiah selama pernikahan tidak termasuk kategori harta bersama, misalnya saat menikah sang suami memberikan hadiah hibah sebuah rumah, dan karena sesuatu hal terjadi perceraian maka rumah tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai harta bersama / gono gini yang mesti dibagi karena kandasnya pernikahan.

 

26 thoughts on “Perkawinan Campuran terkait kepemilikan property

  • April 28, 2014 at 8:36 am
    Permalink

    mbak, boleh tolong dijelasin mengenai perjanjian pisah harta setelah pernikahan / post prenup agreement gak yah? dgn bahasa yg dummy aja untuk aku yg dummy ini :)) tengkiess mbak

    Reply
  • September 1, 2014 at 4:34 am
    Permalink

    Hello Bu Siti,

    saya sudah baca beberapa artikel dari Ibu, salah satunya membuat pren up agreement setelah menikah saya ada kontak notaris apakah bisa dibuat, sepertinya diinfokan tidak bisa. apakah proses tersebut legal? dan apakah bisa mengcover tanah milik yang dihibahkan dari orang tua ke saya setelah menikah? saya dengar tanpa ada pren up saya sudah cacat hukum menikah dengan WNA? mohon pencerahannya, terima kasih.

    Reply
    • September 2, 2014 at 4:16 pm
      Permalink

      Hello juga pak Jerry,
      proses pembuatan pre enup setelah menikah itu legal, tak ada notaris yang mau buat perjanjian back date demi kepercayaan mereka terhadap klien.. kan namanya saja pre enup berarti sebelum bukan pasca enup… , kalau ada berarti dipertanyakan tuh notaris nya mau terima aja asal dibayar…jika penghibahan sebelum menikah itu murni milik mas jerry kalau sudah nikah harta itu sudah bercampur antara suami dan istri.. makanya kalau tak ada prenup maka jika terjadi percerain harta itu jadi harta bersama alias gono gini yang akan dibagi secara adil .., banyak pelaku kapur yang tak buat pre enup karena ketidak tahuan mereka… ada 3 solusi yang saya pernah baca untuk kasus ini sbb :
      1. beli aset diIndonesia yang hak pakai/ hak guna bangunan..jika status SHM ya turunkan saja haknya jadi hak pakai. memang nilainya beda kalau SHM tapi itu lah yang di legalkan dimiliki oleh wna maupun pelaku kapur yang tak ada pre enup.
      2.buat prominee, misal beli rumah atas nama kakak/adek/ortu lalu buat perjanjian di notaris bahwa anda punya hak penuh dalam proses jual atau beli aset tersebut karena saudara anda itu hanya nebeng nama saja. Cuma ini tergantung mas jerry apakah sepenuhnya percaya ya namanya juga manusia kadang karena harta orang bisa berubah.. siapa menjamin nantinya saudara yang dititipi nama itu tiba tiba jadi jahat dan tetap dia punya kuasa karena SHM atas nama dia… walau ada prominee …
      3. Buat perjanjian pasca nikah, perjanjian pemisahan harta saat ini namun ini tidak berlaku ke depan atau kebelakang langsung menghitung aset istri atau suami dan di pisakan masing masing…

      demikian penjelasannya semoga mencerahkan Mas Jerry ya………….

      Reply
      • September 3, 2014 at 1:01 pm
        Permalink

        Dear Ibu Siti, terima kasih atas penjelasannya. Saya benar- benar tdak tahu bahwa membuat pren up adalah suatu keharusan apabila menikah dengan WNA. Saya akan coba nasehat daei Ibu Siti. saya merasa seperti dirampas hak sebagai wni. Untung tanah tersebut belum berubah nama. Sehingga masih bisa dikalin. Saya akan coba menghubungi notaris lagi untuk berkonsultasi sesuai nasehat daei Ibu Siti, terima kasih atas supportnya yang baik bu.

        Reply
        • September 3, 2014 at 1:03 pm
          Permalink

          sama sama pak
          semoga diberi solusi terbaik ya pak..
          terima kasih

          Reply
  • December 18, 2014 at 1:04 am
    Permalink

    kl beli property atas nama ortu trus kl misalkan ortu meninggal dunia itu jadinya gmn mba? Makasih atas infonya.

    Reply
    • December 19, 2014 at 1:55 am
      Permalink

      kalau meninggal dunia..maka akan menjadi warisan buat anak anaknya.. makanhya selagi masih hidup harus di hibahkan………

      Reply
  • December 25, 2014 at 5:47 am
    Permalink

    kl buat prominee di notaris terus ortu meninggal dunia apa property itu secara otomatis jadi milik saya? Kl iya apa status property saya masih bisa SHM? Kl ga gmn cara mengakalinya agar status property sy tetap SHM dan 100 persen milik sy walau sy pelaku kawin campur dan ga ada prenup?
    Makasih banyak mba sity

    Reply
  • October 16, 2015 at 3:52 am
    Permalink

    Selamat pagi Mbak Siti…

    Saya sangat tertarik dengan ulasannya..
    Kalau boleh saya disini sedikit berbagi informasi, siapa tahu ada yang membutuhkan dan bisa memberi manfaat kepada yang memerlukan.

    Perkenalkan, saya Rine, kebetulan sekali profesi saya adalah pengacara, yang spesialis untuk perjanjian pernikahan pisah harta SETELAH/ DALAM pernikahan.

    Perjanjian pisah harta ini pada dasarnya sama seperti perjanjian PRE-NUP, namun dibuat ketika berada dalam masa perkawinan dan dilakukan didalam persidangan.
    Kekuatan hukumnya sama, mengikat dan dilindungi oleh Hukum.

    Sama seperti PRE-NUP, Perjanjian Pisah Harta dalam Perkawinan ini (POSTNUP) juga berlaku kedepan, dimana setelah PUTUSAN dibacakan, maka pada saat itu juga posisi Harta Bersama sudah terpisah.

    Untuk POST-NUP ini hanya bisa dilakukan melalui proses persidangan, namun hanya 1 (satu) kali sidang. dan bentuknya permohonan, dengan syarat kedua pasangan harus hadir dalam persidangan.

    Apabila Mbak Siti butuh info lebih lanjut, boleh hubungi saya via email saya tumaze@yahoo.com

    Mudah-mudahan info ini bisa sampai kepada rekan-rekan yang membutuhkan, karena memang hal ini masih baru di Indonesia, hingga informasi lengkapnya belum banyak diketahui khalayak ramai.

    Hormat saya,
    Rine.

    Reply
    • October 16, 2015 at 7:47 am
      Permalink

      terima kasih untuk infornya mbak Rine, ya banyak kawan kawan yang sudah terlanjut tak buat prenup memang diberi jalan seperti ini, semoga biayanya juga tak banyak yah.. nanti teman teman pembaca blog saya bisa nanya langsung ke mbak.. terima kasih banyak ya

      Reply
  • July 27, 2016 at 8:30 am
    Permalink

    Hi mbak..

    Saudara saya telah menikah dengan WNA secara agama tanpa catatan sipil. Mereka tidak membuat prenup. Beberapa tahun yang lalu Ia membeli sebuah rumah atas nama-nya karena menggunakan uang sendiri. Apakah secara hukum suami-nya mempunyai hak atas property tsb ?? Apakah terjadi penurunan status kepemilikan ??

    Terimakasih

    Reply
    • July 27, 2016 at 1:49 pm
      Permalink

      dampaknya saat property itu mau di jual, selama belum dijual belum terjadi apa apa, ketika mau dijual or dialihkan pasti ditanyakan pasangan suami istri pemilik terus kalau pasangannnya wna ditanyakan lagi ada prenup, kalau ada prenup berarti sisa bebas dijual tak harus turun hak tapi kalau tidak berarti si wni tak bisa lagi memiiliki shm jadi diturunkan haknya jadi hak pakai baru dijual / diailihkan berarti hargnya turun… pasti… itu saja sih masalahnya ..karena akan ada saaty=nya si property itu akan di alihkan/jual/hibah..

      Reply
      • July 30, 2016 at 9:26 am
        Permalink

        Hi Mbak Siti,mau minta saran nya donk,mungkin mbak Siti tau..
        Suami saya berniat membeli tanah,dengan menggunakan nama saya di sertifikat tanahnya (SHM).nah setelah dapat itu,bisakah saya lease tanah itu ke suami? protection dia juga sih kalau 2 sesuatu yg tidak diinginkan terjadi antara kita,dia msh punya hak penuh atas tanah itu.apakah itu legal dilakukan?

        Reply
        • July 31, 2016 at 6:14 am
          Permalink

          apakah ibu punya perjanjian pranikah ?

          Reply
      • August 9, 2016 at 4:06 am
        Permalink

        Kita punya prenup Mbak..

        Reply
  • August 9, 2016 at 4:04 am
    Permalink

    Iya Mbak situ,kita punya prenup…

    Reply
    • August 9, 2016 at 10:17 am
      Permalink

      bagus mbak kalau punya prenup..

      Reply
      • August 9, 2016 at 12:44 pm
        Permalink

        Makasih Mbak siti masukan nya…

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *