Kisruh urusan parkir mobil dengan tetangga

Pengen kasih tahu sama tetangga biar buat pakiran ala robot aja buat 3 mobilnya biar nda bikin dongkol !
Pengen kasih tahu sama tetangga biar buat pakiran ala robot aja buat 3 mobilnya biar nda bikin dongkol 

Ini benar benar kejadian yang bikin dongkol dan sering dialami banyak orang dilingkungan rumah atau dilingkungan kantor atau dimanapun sering dijumpai. Kalau kisah ini adalah kisah nyata saya tinggal di kompleks kecil dimana rumah berhadap hadapan ( biasanya kan ada rumah 1 garis saja depannya kosong, pengen sekali tinggal di kompleks yang lapang deh. Nah walau saya kebagian dua kapling rumah dan saya cuma punya 1 mobil dan sepeda motor mr big dan sepeda motor adikku di parkir di garasi kapling seblah tempat mr big buat les rumahan.

Ini sih tersangkanya tetangga polisiku, dulu tetangga depan rumah yang kebetulan yang depan rumah istri muda dan di beri mobil juga dan sang suami sering datang kesana bermalam, dan parkir mobil besarnya depan rumahnya yang pintu garasiku berhadapan dengan mereka. Ribet kan kalau saya pulang kantor mau parkir mundur masuk garasi. Tapi ini sudah berlalu karena sang istri muda sudah lulus S2 nya dan sekarang menempuh pendidikan apotekernya di Jakarta jadi sang istri sudah tak disana dan otomatis sang suami sudah kembali lagi ke istri tua jadi tak pernah lagi muncul mobil besarnya nampang depan pintuku. Jadi masalah ini aman, padahal dulu saya sering gondok walau biasanya saya masih sabar dengan mengetok pagar mereka panggil nama anaknya dan sang bapak langsung ngacir keluar bawa kunci mobil dan segera menggeser mobilnya ke arah yang jauh biar saya bisa masuk dan setelah itu baru deh dia parkir. Jadi so far aman aman saja apalagi sang bapak ini lumayan ramah..!!

Nah sekarang kasus depan rumah sudah tak terjadi lagi muncul kasus baru, tetangga sebelah kanan saya satu rumah dari rumah itu sekarang punya tambahan mobil baru, dulunya satunya si bapak yang kerja di perusahaan BUMN tiap hari bawa mobil kantor dan parkir juga di rumah kosong yang berhadapan agak silang dengan mereka. Nah mobil pribadi mereka di parkir dalam rumah atau depan rumah. Nah ini saja sudah menyebalkan kalau saya lewat karena lebar jalan depan rumah itu kan cuma muat dua mobil berpapasan lebih sedikit jadi kalau ada parkir dua mobil dan berhadapan maka saya harus mepet mepetan terus kalau lewat, paling sering pulang kantor saat semua penghuni rumah itu juga pulang ke rumah. Nah sekarang tambah parah lagi, entah karena gengsi kah, atau memang mampukah atau karena nafsu berlebih atau tren ikut ikutan atau karena korban pemaksaaan marketing mobil si istri dibelikan mobil HONDA CRV terbaru nih dan selalu sekarang parkir depan rumahnya.

Terbayang keribetan lingkungan saya, mereka punya satu kapling rumah saja, parkiran mobil garasi muat 1 nah depan rumah mereka beton licin biar bisa parkir mobil kantor sang suami dan satu mobil pribadi malah di parkir depan halaman rumah tetangga yang memang kosong karena mau dikontrakkan. Dan keluarga yang bermobil tiga ini, bukannya syirik dan dengki cuma saya tak habis pikir, keluarga ini anaknya cuma 2, 1 nya kuliah di jakarta, 1 nya masih SMU dan naik motor, loh kenapa mobil nya berlebihan sih. Logikanya kalau sebelum membeli kendaraan bermotor ya mbok di pikirlah parkiran yang enak nya dimana? cukupkah rumah saya untuk di tempati parkir 3 buah mobil dan tak mengganggu jalan depan rumah yang selalui dilewati tetangga?. Dan saya semakin bingung, kalau memang orang orang sekarang tingkat perekonomian semakin naik level, kenapa tak fokus cari rumah yang lebih besar dan lebih nyaman dulu baru beli mobil berlebihan. Dari pada tinggal di kompleks yang semakin sumpek karena semua rumah beli mobil lebih dari satu.Saya aja sekarang fokus nabung buat cari rumah berhalaman dan jalan depan rumah yang lega. Saya sudah mikir kalau punya rumah impian itu harus ada space, biar juga nanti enak kalau undang teman atau sahabat ke rumah mereka aman dan damai dengan parkiran. Kalau sekarang mana damai saya buat acara kumpul-kumpul dirumah, sudah rumah kecil begini buat kami aja dah sumpek gimana undang orang lain untuk ber senang senang. Kecuali parkirnya depan pos satpam sih masih luas.

Kasus semalam lebih parah lagi nih,  kemarin kan week end kami berangkat terpisah nih, seperti biasa sabtu itu saya banyak kegiatan diluar dan biasa mr big gak mau ikutan kecuali belanja mingguan atau acara tertentu. Jadi paginya saya ke tempat belajar saham dulu selama dua jam, sesi kelas habis ke mall dulu mau nemani kakak belanja sesuatu dan ngopi ngopi serta belanja mingguan, mr big nyusul dengan motor nya ke mall, sehabis belanja kita pulang masing masing dengan kendaraan masing masing. Sampai di tikungan mau kerumah suda ada parkir di sudut tikungan kiri mobil putih kesayangan pak Polisi yang berhadapan rumahnya langsung dengan bapak yang memiliki 3 mobil tadi. Saya sudah merasa pasti parkiran mereka fulll nih sampai mobil putih itu sudah jauh terdampar di tikungan.

Saat berbelok sepanjang kiri dan kanan jalan sudah penuh parkiran mobil dan motor, kayaknya pak polisi ada hajatan kecil kecilan di rumahnya yang sama sempitnya dan lebarnya dengan rumahku cuma mereka berlantai dua, maklum anaknya 5 orang, semua punya motor, parkiran garasi cuma muat mobil satu biji, dan eng ing eng, di depan rumah kaplingan bagian tempat les mr big parkir mobil innova tamu pak polisi dan pas depan pintu garasi rumahku ada mobil putih baru yang nampaknya punya istri pak Polisi. Saya mau masuk garasi bagaimana donk? badan badan sudah capek dari seharian jalan, pulang kerumah lihat jalan penuh sesak sama mobil tetangga yang hobby sekali undang teman temannya padahal rumah dalam kompleks kecil begini. Arghhhhhh bagaimana saya tak emosi dalam jiwa, tapi seperti biasa saya sih tak pernah meledak marah ke tetangga kalau ada kejadian seperti ini. Saya biasa permisi dan minta izin di pindahkan secara halus, namun Mr Big sangat berbeda, karena sudah sering kejadian begini. Maka Mr Big yang tiba duluan dengan motornya memarkir motor agak jauh baru tiba tiba jalan ke arah rumah pak polisi dan marah marah dalam bahasa inggris minta pindahkan mobil karena istrinya mau masuk. Wah yang gawat sebenarnya adalah takut pak polisi tersinggung dan marah juga karena ada satu atau dua orang tamu duduk duduk di teras mereka karena habis hajatan apa gitu.

Mr Big malah tak peduli, dengan muka kusut tadi dia kasih tahu orang disana tuk pindahkan mobil yang dengan semena mena kurang ajar parkiran depan pintu pagar, bukan cuma satu tapi kedua pintu kami di tempati parkir. Padahal jelas jelas rumah itu berpenghuni seharusnya orang yang mau parkir tahu diri bahwa kalau yang punya rumah mau pulang nanti bagaimana caranya lewat pintu nya kalau markir begitu. Itu sih sebenarnya yang tak pernah bisa diterima Mr Big.

Tiba tiba sang Nyonya tetangga polisi lari masuk ke mobil putih merk terbaru nya. Dan saya karena tak mau terjadi kesalahpahaman bertetangga karena ulah mr big tadi marah marah saya langsung bisikin si ibu ” Maaf ya bu kalau Mr Big tadi agak emosi, harap maklum”, ohh mobil baru ya bu, yang mobil satunya mana ? pura pura aja biar si ibu tak dongkol ntar saya di benci atau dianggap berlebihan tadi dan si ibu jawab ” ohh mobil putih lama ya bapak dan mobil baru ini buat saya “!! Dan saya minta secara halus, dan mungkin si ibu juga agak marah ke kami langsung dia tancap gas pergi dan tak kembali lagi, padahal maksudku boleh parkir disini tapi agak mundur ketengah biar saya bisa buka pagar dan parkir mundur ke garasi mobil. Saya cek ekh si ibu parkir mobilnya di luar dekat pos satpam yang memang masih luas. Berarti ibu dan pak polisi ceritanya marah nih sama kita.

Namun Mr Big malah senang, katanya biar kasih pelajaran, mentang mentang merasa diri aparat negara dan berbuat seenaknya saja mau parkir seenaknya mobil mewah dua baru garasi rumah cuma satu, belum motor anak anaknya 5 unit nah loh mau taro dimana cobaa………….!! Karena kasus ini semalam saya sempat alot berdebat sama Mr Big, maksud ku ya mbok kalau negur main halus aja soalnya biar hubungan tetanggan aman dan tak ada kendala apalagi dia polisi. Tiba tiba Mr Big balik serang saya beberapa pertanyaan yang menurut hati nurani saya dia benar adanya ..

Memangnya dia siapa? kepala RT disni ? dia seharusnya tahu diri donk, kalau punya rumah kecil dan hidup dalam kompleks begini harus tahu diri donk, pikir dulu baru beli kendaraan, punya tempat gak ?? 

 

“Memangnya itu tetangga dekat dan baik sama kita ??” saya menggeleng !!! 

“Memangnya itu keluarga polisi pernah bantu kita? Memangnya dia yang kasih duit ke kita ? ” saya menggeleng lagi “

“Memangnya dia pernah kita mintai bantuan ??” ada hubungan bisnis? atau sering hadir di perkumpulan meeting sekompleks ?” saya menggeleng lagi…

Nah tidak kan, selama bertetangga dengan mereka hampir 10 tahun ya kedekatan kamu sama mereka kan sebatas kenal nama dan nama anak anak mereka saja. Jadi tak masalah kalau mereka tersinggung, biarkan saja biar dia bisa berkaca bahwa tindakannnya selama ini salah, biar dia tak memarkir lagi mobil mobilnya depan rumah kita, selama ini kalian ini WNI disini kebiasaan buruk nya tak pernah mau berdiri dan bertindak yang benar dengan alasan “tak enak” sampai diri tersolimi pun masih juga tak bisa bela diri, kapan bisa hukum di tegakkan dengan benar, kapan bisa berantas korupsi di negeri ini kalau kalian yang jumlahnya ratusan juta ini cuma nerimo saja atas berbagai kedholiman orang tertentu / oknum tertentu, buktinya hukum dilanggar tiap hari di lalu lintas jalan raya, dan tak ada yang peduli, polisi menilang dan kalian yang ditilang malah kasih sogokan, ya polisinya akan berbuat terus sampai dunia kiamat donk. Lihat pelanggar aturan kampanye tiap hari, orang merokok sembarang padahal dilarang dan yang lihat banyak tapi tak ada yang menegur, orang buang sampah sembarangan padahal kalian cuma melihat saja dan cuek bebek atas semua pelanggaran ini. Saya tak heran kalau kondisi negeri ini akan susah berkembang kearah keteraturan dan bebas korupsi kalo kalian semua tak bersatu untuk melawan yang pelanggar hukum,  jangan takut ……..!!! Jangan mau di zolimi lagi oleh siapapun dia mau dia POLISI , TENTARA atau siapapun……………………..!!! Speak up ur MIND and TELL THE TRUTH!!!!!!!

Saya terdiam dan merenungi setiap kata dan semuanya benar apa adanya. Kita selalu tak enak, tak enak bilang TIDAK, tak enak MENEGUR, tak ENAK Menyatakan kebenaran yang menyakitkan, kalau salah ya salah kalau memang tak mau ya jangan bilang insya ALLAH bilang saja tidak bisa, lebih baik menyatakan apa adanya daripada hanya kebohongan demi kebahagian sesaat.Budaya tak enakan inilah yang menggorogoti banyak kepalsuan yang terjadi.  Dan akhir perdebatan saya bilang sama Mr Big , ya sudah kalau gitu dirinya cocok jadi jubir kampanye partai politik aja deh, dan dia dengan nada masih ber api api layaknya bicara dengan ribuan massa, yaahhhh why not i will, i will love that !!!!!!!

Malam harinya saya sempat diskusi alot sama adikku, dia curhat masalah kekesalan nya juga kalau ternyata pak polisi walau di jam kerja pun sering parkir di depan rumah kita mentang mentang kelebihan mobil dan melihat bahwa halaman depan rumah kami kan ukuran dua kapling dan kami cuma punya setu mobil jadi seenaknya pakai parkiran depan rumah. Sangat tak sopan kalau istilah mr big ini dua orang tetangga kita itu sangat “Disrespectfull “!!! Aparat hukum lagi. Gimana memberi contoh yang baik sama warga lainnya ya.kalau aparatnya aja gak bisa beri teladan yang baik.

Akhirnya pembahasan diatas kami coba summary bahwa ada kecenderungan saat ini peningkatan pembelian kendaraan  terjadi karena sbb :

  • Gengsi tinggi

Ini banyak terjadi di kawan kawan saya juga, dulu awalnaya beli mobil pertama mobil sejuta umat, nah setelah dua tiga tahun berlalu mulai deh mau ganti mobil namun karena tak mampu ya dipaksakan dengan beli mobil level lebih tinggi kelasnya namun terpaksa beli second karena secara financial memang tak mampu. Karena mau dianggap bahwa dia tuh ber merk, dah keren dan mampu punya mobil branded, sama juga sih kalau di pikir tetanggaku yang berhadapan sama polisi, kalau dipikir secara logika, suaminya dah dapat jatah mobil kantor, istri ada mobil pribadi mereka, nah loh kenapa nambah mobil lagi, yang pake siapa? nah karena kata tetangga sebelahku tuh sang istri adalah pedagang dan gaulnya dengan kalangan high class jadi makanya istrinya juga butuh donk kendaraan selevel sama teman teman bisnisnya. 

  • Nafsu memuaskan keinginan/kebanggaan

Kalau yang ini kayak kasus salah satu sepupuku, bukan menceritakan jelek tapi saya memandangnya dari sisi kebijaksanaan financial ya, sang suami sepupu ini marketing kendaraan dan bekerja di kantor berjarak 50km dari rumahnya, sang istri adalah marketing handal di sebuah perushaan property, nah sebelum menikah sang calon suami dulu ke kantor ya nyaman dengan motor bebeknya, dan sang istri ya ke kantor dengan mobilnya. Setelah mereka menikah, sang suami ngotot tambah cicilan mobil baru, karena dia merasa sebagai marketing mobil ya mesti juga donk prospek dengan mobil. Mau pinjam mobil istri sang istri juga sibuk prospek tiap hari akhirnya terpaksa cicilan baru buat mobil baru. Sedang sang suami juga ada motor besar, padahal mereka ini belum punya rumah sendiri loh, masih nebeng dirumah warisan orang tua, memang rumah itu akan dibagi tapi kan bukan utuh milik mereka masih dibagi dengan keluarga besarnya. Jadi dirumah itu mereka ada dua mobil 1 motor dan 1 sepeda. Kalau kita mau bijak menyikapi kan sang suami bisa naik motor besar saja ke kantor kan cowok / pria lebih simple dalam tenteng bawaan jadi gak apa naik motor kan bisa hemat bensin juga, bebas kena macet juga.Namun karena nafsu memiliki ya……..akhirnya megap megap deh mereka bayar hutang tiap bulan. 

  • Mau dibilang “Kaya” padahal sebenarnya belum 

Ini penyakit banyak orang juga nih, padahal dari kacamata logika, kalau memang sudah merasa mampu punya mobil mewah ya mengapa masih tinggal di kompleks yang kecil dan sumpek begini, kalo dah merasa kaya sanaaaaa jual aja rumahnya beli rumah type lebih besar, garasi lebih banyak muatnya dan jalan lebih lebar biar puas markir mobil mobil cicilannya yang belum lunas.Aku aja kalau ada rezeki lebih mau cari rumah lebih adem lebih besar, parkir lega, jalan depan rumah lega, biar kualitas hidup lebih damai. saya sudah jenuh dan merasa sumpek disini apalagi kejadian semalam. Ada sih tetangga terbaikku tiga keluarga. Tapi yang menyebalkan dua keluarga tadi karena kasus kasus mobilnya. Kalau logika berpikir kan mobil cukup satu lah, kalo sang istri atau anak anak bisa bawa sepeda motor untuk urusan ini itu, kalau istri butuh mobil kan suami bisa ngalah. Kan dana bisa ditabung buat beli rumah lebih besar. Heran sih pemikiran mereka. Sampai masing masing punya  + anak, kalau memang mau begitu ya sediakan parkir donk, bobol saja terasnya jadi parkiran biar semua mobil masuk kedalam dan tak pakai jalan kompleks tuk parkir.Atau sana beli rumah mentereng dengan parkiran 10 kalau perlu. Kalau memang sudah layak di sebut “kaya alias Mampu” cek per cek ternyata semuanya cicilan bersamaan lagi nyicilnya……………..kelihatan saja keren tapi secara financial megap megap, biar begini begini mah kami alhamdulilah dah selesai cicilan biar kata mobil dah usia 4 tahun dan belum ganti baru tapi sudah pegang BPKB hahhahahha kagak nyicil. *balasdendammodeon!

  • Kemudahan mendapatkan fasilitas kredit mobil atau motor

Ini faktor yang membuat banyaknya kendaraan dimana mana, orang punya satu jadi beli dua, habis sangat mudah approval kredit kendaraan, bahkan ada temanku yang kerja di pembiayaan mobil pernah cerita  bahwa status ibu rumah tanggapun bisa cicil kok ya semua surat bisa dibuat kok yang penting ketahuan suaminya mampu dan ada sumber dana untuk membayar. yaaaa semua cara ilegal jadi legal akhirnya kredit mobil sangat mudah sekarang.

  • Gaya hidup

Ada pembentukan image di masyarakat ukuran kesuksesan seseorang itu adalah ketika dia sudah punya rumah dan mobil. utamanya mobil karena bisa dibawa kemana mana, maksudanya di kendarai, kan bisa “show off” teman temannya akan kagum dan mengakui kalau si Fulan sudah sangat sukses dengan strata sosial tinggi jika dia sudah mengendarai mobil merk tertentu. Padahal secara financial belum mampu dan belum butuh tapi karena tuntutan gaya hidup yang dipaksakan deh.Kan bisa juga lihat di kehidupan kantor biasanya levelan VIP mobil kantornya merk tertentu, dan level kroco kroco itu ya mobil sejuta umat deh.Kebetulan dikantor baru kami yang habis pindahan seminggu lalu, yang ada parkiran atap di belakang kan untuk level VIP karena mobil saya biasa ya gak enak parkir disitu, hanya mobil yang level atas yang bisa. hahahhaha makanya saya lagi kerja keras bagai kuda nih biar bisa ganti mobil mau saingi mobil bos bos.Doakan yaaaa project aku berhasil………………..!! 

  • Melenceng dari bijak financial

Intinya banyak orang tak mengerti perbedaan kebutuhan dan keinginan, tak pernah memplaningkan kebutuhannya sejauh mungkin jadinya asal punya keinginan dan ada jalan di hajar saja tanpa pertimbangkan masak masak akibatnya, dan tak dikaji mendalam tujuan financialnya apa

  • Pendapatan per kapita penduduk naik

Ini otomatis faktor yang membuat banjir jalanan dengan mobil dan motor, semakin maju suatu daerah dijamin kendaraannya juga tambah padat, apalagi aturan soal kepelimikan kendaraan ini belum jelas diatur oleh pemerintah untuk mengurangi jumlah kendaraan dan mengurai kemacetan. Itu PR nya pimpinan pimpinan kita di masa datang.

Anyway, tadi saya pulang dari jalan jalan, pak Polisi sudah markir jauh mobil lamanya di depan rumah orang lain tapi bukan depan rumahku lagi, mobil barunya dipakai keluar sama istrinya. Jadi lumayan lega jiwa ini ketika pulang tak ada orang parkir depan rumah kami. Semoga keinsyafan ini berlanjut selamanya buat yang masih tak sadar, intinya gunakan diri sebagai alat ukur untuk segala sesuatu.Kan kalian akan marah kan kalau saya parkir depan pintu pagar kalian ??? kalau tak marah ya mesti dipertanyakan apakah yang punya rumah waras apa tidak nih……………………….iya kan…………???!!!!

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 thoughts on “Kisruh urusan parkir mobil dengan tetangga

  • April 6, 2014 at 2:01 pm
    Permalink

    grhh bikin sebel emang tetangga kaya gitu. udah gak punya parkiran malah ganggu space orang lain 🙁 yang kayak gini2 ini emang sering banget ya dikomplek2. Aku sama Matt milih kontrakan yang sekarang ini salah satunya karena jalanan komplek bisa muat 4 mobil jadinya kita ambil deh. Udah kayak gitu aja masih aja dulu pas masih punya pohon besar di depan rumah suka ada mobil tetangga parkir hehehe

    Reply
    • April 6, 2014 at 2:22 pm
      Permalink

      nah itu diaaaa udah besar aja parkirannya masih aja ada yang nebeng kan apalagi kalo cuma bisa muat 3 itupun ngepas banget…..ihhh sebbel deh apalagi semua malas kasih masuk garasi..rumah dibuat garasi ekhh malah garasi di tutup dijadikan teras tertutup pulaaaa terus mobil pindah ke jalan…nah itu yang buat dongkol

      Reply
      • April 6, 2014 at 2:40 pm
        Permalink

        kebanyakan gitu ya, parkir dipinggir jalan trus garasi kalo gak dibuat untuk warung yah dijadiin kamar atau apalah. yang kesel tetangga yg lain

        Reply
        • April 6, 2014 at 2:46 pm
          Permalink

          betul sekali non……………………!!!

          Reply
  • April 6, 2014 at 3:11 pm
    Permalink

    wah bT juga kalau soal parkir and parkir ya mba, aku juga mengalaminya sebenarnya kalau parkir oke lah dia parkir tempat dia tapi ada satu tetangga yang pakirnya selalu ketengah jalan jadi kalau ada mobil lewat pikir pikir dulu, entah dia tidak bisa parkir mepet atau bagaimana aku ngak tau juga…

    Reply
    • April 6, 2014 at 3:32 pm
      Permalink

      biasanya orgnya malas parkir rapi karena memang kalo mau rapikan mesti lama dan telaten… iya banyak sekali kayak gitu jadinya kita mesti lewat hati hti

      Reply
      • April 6, 2014 at 3:38 pm
        Permalink

        iya kita hati hati tapi yang punya mobil ngak tau diri, kalau lecet baru dah ngomel ngomel

        Reply
  • April 6, 2014 at 5:36 pm
    Permalink

    Aku setujuu mr. Big ikut politik aja mbak 🙂 . Kebanyakan tabiat orang2 di bangsa kita tuh, ya nrimo aja, diperlakukan ga sepatutnya juga “nrimo”, cari damai, mghindari konflik, diposisi benarpun takut negor, negor ya dg halus hasilnya yg ditegor makin ngelunjak 🙁 . Ada juga orang2 yg ditegor kesalahannya malah dendam. Capeee deh, harus ada keinginan berubah dari diri sendiri aja yaa 😉 .

    Reply
    • April 7, 2014 at 12:29 am
      Permalink

      betul sekali mbak, kayaknya dia berbakat jadi politisi aja deh

      Reply
  • April 7, 2014 at 1:56 am
    Permalink

    bete banget ya. tapi ya emang gitu mbak, zaman sekarang banyak manusia punya mobil tapi mentalnya bukan mental orang yang punya mobil….

    Reply
    • April 7, 2014 at 2:08 am
      Permalink

      yaa betul sekali mbak Messa, mentalnya belum siap kali punya mobil ..he he

      Reply
  • April 7, 2014 at 10:11 am
    Permalink

    wah kalo aparat dan keluarganya mentalnya masih begitu gimana dengan rakyat yang lain duong?

    salam
    /kayka

    Reply
    • April 7, 2014 at 10:18 am
      Permalink

      iya mbak, karena merasa aparat jadi ngebossi merasa lebih dari warga biasa……………..

      Reply
      • April 7, 2014 at 10:21 am
        Permalink

        terbalik ya justru krn mereka aparat tanggung jawab moralnya lebih berat, harus bisa memberikan contoh yang baik.

        salam
        /kayka

        Reply
        • April 7, 2014 at 12:00 pm
          Permalink

          nah itu dia knp mr big slllu uring uringan atas sok gaya gayaan aparat di negeri ini… contoh pejabat lewat tuh… selalu pakai pawai buat macet..buat susah masyarakat aja

          Reply
  • April 8, 2014 at 8:22 am
    Permalink

    Menyebalkan sekali memang kalo kasusnya kayak gini! Aku juga dulu sering ngalamin waktu masih tinggal di komplek, sekarang sih udah jarang karena udah gak tinggal di komplek lagi. Dan aku setuju banget lho dengan tindakan suamimu. Terkadang memang ngomong secara baik2 itu perlu, tapi terkadang ngomong baik2 udah gak ngaruh lagi, musti agak dikerasin biar orangnya tau dan gak ngulangin lagi. Perkara dianggap gimana2 ya…Tuhan lah yang tau ya apa maksud hati kita…

    Reply
    • April 8, 2014 at 9:01 am
      Permalink

      iya mbak, makanya sekarang mereka gak parkir 2 lagi di depan rumah, sejak kejadian beberapa hari lalu jadinya mereka parkir sangat jauh…….

      Reply
  • April 16, 2014 at 9:34 am
    Permalink

    iya mbak, kalo tinggal di komplek tuh masalah utamanya parkir. mana kalo komplek sekarang biasanya jalan depan tuh ngepas bgt. ribet deh.
    smoga ga ngalamin masalah gini lagi ya.
    salam kenal mbak 🙂

    Reply
    • April 16, 2014 at 9:38 am
      Permalink

      hahah semalam masih loh, ada tamu nya tetangga otomatis donk saya mesti mutar, tapi kali ini saya capek marah2 he he

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *