Pasar tradisional atau supermarket ?

Pic taken from www.tempo.co
Pic taken from www.tempo.co

Terus terang saya selama ini tak pernah belanja di pasar, bukan nya sok atau gengsi ya, karena memang karena saya kerja jadi sehari hari makan siang di kantor, dan makan malam? saya jarang, paling cuma minum juice yang saya racik sendiri karena saya memang selalu bermasalah dengan BAB jadi mesti minum juice tiap  hari sebisa saya. Nah Mr Big sehari hari karena memang dia juga bukan tipikal suami yang mesti sarapan pagi apalagi kerjaannya ya buka office hour seperti saya jadi lebih santai, kopi di pagi hari dan snack kadang roti yang sering lewat pun sudah cukup bagi dia. Dan makan siang biasanya dia sudah ada beberapa warung langganan tempat dia makan siang, menu favoritnya pun sudah ada, ikan bandeng bakar dan sop, dia sudah sangat happy dengan itu dan paling buat dia happy lagi harganya juga terjangkau. Sesuai uang jajan dia. Dan biasanya kalau malam saya akan bawa sesuatu dari kantor, misal beli martabak di luar. Kadang pun kalau malam sisa buat juice buat kami berdua. Dan aman.

Dan week end baru deh waktunya masak, itupun di hari sabtu atau minggu saja, kenapa? karena week end pasti jadwal kami keluar juga, belanja mingguan sudah pasti wajib dilakukan,jadi biasanya kita cari tempat makan yang tidak mahal tapi lumayan enak jadinya biasanya dirumah masak pagi saja dan sore sudah diluar sampai malam.Dan minggu biasnaya ke pantai atau ke tempat wisata lainnnya biasanya pulangnya ya malam. Nah begitulah ritual kami.

Itulah alasan saya tak perlu ke pasar tiap pagi seperti layaknya ibu rumah tangga lainnya, atau beli sayur tiap pagi depan rumah sama abang-abang sayur. Saya pernah mencoba beli beberapa dan masukkkan di kulkas ujung-ujungnya layu, karena Mr Big ternyata tak doyan masak juga, tergantung mood nya dia. Saya sih tahu dari dulu kalau beli sayur di pasar sangat berbeda harganya dengan di supermarket, namun karena sudah sekalian belanja mingguan jadinya saya selalu sudah sekali di supermarket saja. Baru tadi pagi saja tersadar, pagi pagi Mr Big bilang mau masakin saya pagi ini, dan saya senang donk langsung iya iya saja. Dan seperti biasa kalau Mr  Big masak tak boleh dibantuin jadi saya beres-beres saja. Nah ternyata bawang bombay habis stok, ya sudah kita mesti ke pasar nih karena saya juga mau beli pisang ambon dan tak ada di supermarket. Dan Mr Big langsung teriak ” ke pasar saja naik motor” !! Dan aku sih ayoo saja,

Akhirnya terlaksana juga misi kami dari dulu mau blusukan ke pasar, Mr Big kalau ke pasar katanya biasanya harganya di mahalin makanya sekarang waktunya temani dia biar dia tahu harga, jadi next time sudah hafal dan bisa dapat harga murah. Ternyata benar pemirsahhhhhhhhhh, murah…..saya biasa beli bawang merah di supermarket sampai puluhan ribu dan harus per kg atau berat tertentu kadang-kadang dan di pasar bisa beli satu satu sesuai yang kita mau……….yeayyyyyyy beli 3000 saja sudah dapat 8 siung. OMG!!!!!!! Mr Big saja shock, tadi kita belanja 20 ribu sudah dapat semua, dan bisa beli pisang ambon 2 tandang hanya 15 ribu, hahahha mana ada di supermarket harga segitu. Pokoknya murah deh dan pasar dekat rumah kan sudah tak becek lagi. Walau penjual nya tak banyak tapi semua komplit dah.

Mr Big langsung sadar, ohhh pantas  di sini itu ( Indonesia ) orang sudah bisa hidup dengan gaji UMR dan bahkan bisa sampai menghidupi anak 5 dan mereka baik baik saja. Jadi dia baru rasain belanja ke pasar dengan budget segitu sudah dapat semuanya. Ini belum kalau kita tawar tawar pakai urat pasti bisa lebih murah lagi kan.

Aku dah kasih dia tugas tiap minggu tugas dia belanja ke pasar tradiotional untuk keperluan dapur, kalau yang lain-lain nanti beli di supermarket, tapi kami kan tidak selalu masak juga namun setidaknya ada tetap bahan yang stand by di kulkas kalau mau buat makanan sederhana.  Pokoknya i love pasar deh…………!! Tadi pagi habis dari pasar dia masak. Kirain mau masak apa gitu ?

Sarapan ala Mr Big !
Sarapan ala Mr Big !

Jadi inilah sarapan ala Mr Big hari ini scrambled egg dengan 6 telur dan kentang. Anyway satu hal yang selalu saya noted kalau Mr Big masak or buat sesuatu, bawaan selalu rada boros, misal kalau kita punya telur nya cukup 4 saja, dia bisa pakai 6 buah bahkan kalau dia lihat ada 10 buah di kulkas ya…. mungkin di buat semuanya.. kita kan cuma berdua sayang……….!! Masa 10 telur sih bisa buat chiffon  cake tuh telur-telurnya. Dan ini sih tak asing buat beberapa suami bule teman juga pernah cerita kalau buat omlette pagi pagi saja biasa 10 telur dan untu 2 orang. OMG!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Bisa kolesterol tuh…!!! Dan saya sendiri melihat kalau bule itu cenderung boros dalam segala hal, masak pun demikian. Semua bumbu yang dibeli biasanya langsung di pake semua…sekali pakai. Beda sama kita taro taro dulu buat besok besok. Makananpun demikian, semuanya sekali langsung habis. Aku kalau masak ada lebih aku simpan buat malam, dijamin makanan itu akan tetap ada sampai minggu depan. Karena tak ada yang menyentuhnya. Jadi sejak itu saya cuma masak secukupnya. Kami berdua saja.Kalau lapar baru buat lagi. Kalau moood buat kue tertentu dan lebih langsung dikirim  ke tetangga.

Kalau pilihan supermarket bagi saya pasti tetap wajib, karena semua kebutuhan ada, rapi, tidak becek dan banyak ojek  kadang ada promo juga tuh paling senang kalau bagian pastry tuh ada banyak yang beli1 gratis 1, atau beli 2 gratis 1, murah beneran, ada juga promo khusus di hari tertentu dan harganya betulan diskon. Dan tempatnya kan nyaman. Kalau pasar kebalikannya tapi semua murahhhhhhhhhhhhh!!!

Jadi memang sudah pas kalau budget ngepas, dan suami rada boros dikit, istrinya mesti smart  yang manage biar balance, caranya………..hahahhah tiap minggu ke pasar traditional biar murah untuk kebutuhan lainnya tetap ke supermarket tapi beli lah yang dibutuhkan ya..bukan karena keinginan dan daya tarik diskon!! Kalau kalian suka pasar apa supermarket ?

9 thoughts on “Pasar tradisional atau supermarket ?

  • March 30, 2014 at 6:20 am
    Permalink

    Makjang banyak banget telur dadarnya 6 biji mbak?? 😀 kalau aku belanja di dua2nya. Kan nggak semua barang ada di supermarket atau sebaliknya 😉 btw mbak makan pepaya potong saja utk BAB itu. Jangan dijus *pengalaman pribadi* 🙂

    Reply
    • March 30, 2014 at 1:23 pm
      Permalink

      oh ya pepayanya langsung di potong saja dan dimakan?

      Reply
        • March 31, 2014 at 1:58 am
          Permalink

          saya serinngnya buat juice apel+wortel dan jeruk sunkist…………. kalo pepaya kadang mesti beli dipasar makanya ribet jarang .. makan pepaya padaal itu paling bagus untuk masalah BAB ya

          Reply
  • March 30, 2014 at 12:27 pm
    Permalink

    iya mba , aku suka lo ke pasar memang, kalau untuk bumbu dapur, ikan segar sayur memang murah pasar, tapi minyak goreng, sabun, diterjen, telur dan kebutuhan lainya murah di supermaket.

    Reply
    • March 30, 2014 at 1:23 pm
      Permalink

      iya ria kamu betul sekali… dan banyak promo nya biasanya kalo supermarket

      Reply
  • March 30, 2014 at 9:28 pm
    Permalink

    disini kebalikannya malah sit, sayuran dan buah2an di pasar tradisional lebih mahal dari di supermarket.

    salam
    /kayka

    Reply
    • March 31, 2014 at 1:57 am
      Permalink

      jadi mesti ke kedua tempat itu ya….

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *