Tips sebelum meminjamkan uang !!

Ilustrasi dari www.futuready.com
Ilustrasi dari www.futuready.com

Pasti semua punya pengalaman punya uang nganggur yang ternyata di pinjamkan sama saudara, teman, kerabat yang proses dikembalikannya sangat lama bahkan ada yang tak kembali, ayoo yang punya piutang diluar angkat tangan kanan nya !!!! Dijamin banyak yang ngacung!! 

Umumnya setiap orang merasa sensitif jika berhubungan dengan uang. Terutama yang menyangkut urusan hutang-piutang. Banyak pengalaman dulu berkawan baik, sahabatan bertahun tahun, tiba tiba sang sahabat terbelit masalah financial dan minjam uang, dengan alasan tak tega walaupun dana yang dimintai pinjam tak semuanya bisa dikasih karena perasaan tak enak akhirnya di pinjamkan dan hasilnya, piutang lunasnya sampai bertahun tahun dan dijanji cuma sebentar hitungan bulanan, dan persahabatan pun yang dibina  rusak gara-gara masalah pinjam uang ini. Ini sangat sering terjadi, bahkan hubungan setelah piutang lunas pun sudah tak seindah dulu lagi. Ada ras was was bagi yang meminjamkan untuk jaga jarak karena pengalaman pahit ini. Itu sih yang pernah saya alami.

Pengalaman lainnya, hubungan rekan kantor,  seorang senior yang saya anggap sudah 3 kali lebih lama dari saya mengabdi di perusahaan ini, secara teori saya tak akan menduga kalau nantinya beliau sms dari jauh hanya untuk meminta bantuan. Walau kami akrab cuma beberapa  bulan karena beliau ada tugas sementara di sini. Dan saya tak pernah menduga kalau YBS ini  akan berani minta ke saya yang junior ini dan hanya kenal tiga bulan. Logikanya ketika kesulitan financial datang, kalau dalam aturan keluarga saya, yang pernah merasakan beban itu adalah keluarga inti saya, dulu saat masih single ya, kakak cowok, kakak cewek dan kedua orang tua, kalau masih krisis ada dua tante saya yang menjadi keluarga inti kami jadi penolong terhebat di keluarga. Kami tak akan keluar dari lingkaran keluarga inti untuk pinjam uang. Kalau di keluarga Bugis sangat taboo pinjam uang sama orang lain, kecuali sudah tak ada jalan lain. Pinjam uang berarti harga diri keluarga di pertaruhkan berarti keluarga besarnya tak bisa bantu.

Nanti setelah semua itu tak bisa, kalau perlu gadai harta yang ada, emas, kendaraan atau tanah. Yang penting pantang pinjam dulu, ke pegadaian or ke rentenir kalau perlu. Nah kalau semuanya tak bisa ya baru ke kawan terdekat yang tahu kita luar dalam, ada sahabat yang memang bisa di pinjamin ada sahabat yang cuma sahabat sahabatan, tak bisa diberi beban apalagi cuma sahabat yang bukan sahabat kental atau sahabat baik.

Pengalaman saya soal dunia pinjam meminjam uang yang memberi saya pelajaran berharga dalam hidup ini sbb :

  • Hubungan profesionalisme kerja terganggu, suatu waktu ada teman outsourcing yang dulu bekerja se-tim waktu di daerah, waktu itu saya 4 tahun lebih posting disana, tentunya saya banyak beradaptasi dan berinteraksi dengan mereka, dengan staf outsourcing sebagai tim support kami, OB/OG yang mensupport kebutuhan harian kami dikantor dan tentunya driver yang tiap hari berinteraksi dengan kami. Tentunya dengan kedekatan luar biasa ini, ada dampak juga, ketika mereka mengalami kesulitan financial, maklum mereka mereka ini tak mengenal yang namanya persiapkan dana darurat 3x pengeluaran bulanan untuk yang single dan 6x pengeluaran bulanan bagi yang married. Jadinya dana talangan mereka ketika butuh ya meminjam, pertama pasti ke user nya langsung dan ke teman teman yang lain. Dan secara manusiawai sebagai orang Indonesia yang terkenal sifat khasnya tak tegaan ( inilah yang dimanfaatkan scammers banyak menyasar wanita Indonesia ) maka pasti mau tak mau di pinjamkan, kadang jumlah yang diminta tak semua bisa diberikan, contohnya ada yang dulu berani minjam 7 jutaan, wah janjinya dalam enam bulan, tapi yang diberi cuma 30% dari itu karena secara logika mereka tak akan bisalah mereka kembalikan sesuai janji. Dan terbukti walau hanya 30% yang diakomodir dan bisa tebak berapa bulan proses pengembaliannya? lebih dari setahun pemirsahhhhhh!! Makanya berkaca dari itu saya tak pernah lagi menyimpan dana nganggur, karena bukannya pelit untuk kebutuhan dana darurat saya pribadi saja belum cukup, kadang pengeluaran rutin bulanan saja lebih besar dari income untuk moment-moment tertentu,  setelah ada dana langsung kunci di saldo dana darurat atau ke investasi yang tak bisa ditarik. Ini sangat bermanfaat. jadinya pun ketika ada yang mau minta tolong sisa dijawab dananya tak ada. Karena memang tak ada. Jadi tak ada rasa bersalah karena bohong.
  • Persahabatan pun rusak karena pinjaman, banyak juga, orang -orang yang sudah lama dikenal tiba-tiba telpon, kalau saya pribadi ada tiga asumsi pertama, beneran tulus untuk nanya kabar dan bersilaturrahmi ini jarang sih, nah option kedua, mau minta tolong sesuatu misal nanyain kartu prabayar or postpaid mereka atau iseng nanya produk di saya ini lah yang paling banyak, dan option terakhir adalah “minta pinjaman dana darurat” jadi terakhir ada kawan lama ya kebetulan cuma  kenal dan akrab 3 bulanan dan asik deh pokoknya, secara financial saya tahu dia pasti sangat bijak apalagi usianya cukup matang dan senior. Walau sudah pindah kami dan teman teman disini masih suka silaturrahmi via group BBM dan telpon-telponan. Suatu hari tiba-tiba beliau yang saya sangat kagumi dan hormati sebagai senior tiba tiba sms, dengan alasan bonus yang belum keluar dan dana pinjaman akan cair pertengahan bulan depan, maka  si kawan ini dengan halus minta tolong, nanti dibayar tanggal 15 bulan depan dan ada kata kata terakhir yang menarik ” Jangan di share ke kawan kantor ya untuk kesusahan saya ini” kalo ini kan aku share ke kawan blogger bukan kantor, cuma menarik saja makanya di Bold, bahwa kemungkinan semuanya sebenarnya di sms dengan modus seperti ini biar tak ketahuan, ternyata setelah saya cross check ke kawan lain, bener adanya, sang kawan lain mendapat sms yang sama dengan tagline pesan terakhir juga ” Jangan di share ke kawan kantor ya untuk kesusahan saya ini” Kemungkinan ini dilakukan untuk mendapatkan pinjaman dari banyak kawan jadi tiap orang dikit dikit kan dan ada tagline tadi jadi aman. Nah logika saya berkata, si calon peminjam ini rumahnya di Jakarta sana, kerjanya disana, gimana saya bisa nagih nantinya, dan alasan paling logis memang duit sejumlah diminta memang tak punya, dan ada alokasi dana tak rutin bulan itu jadinya saya minta maaf aja gak bisa bantuin.Setelah kejadian itu hubungan baik antara junior dan senior itu jadinya kurang sreg lagi.
  • Hubungan keluarga retak karena uang pinjaman, dulu kakak kandung saya bersahabat akrab dengan seorang kerabat ( sepupu) mereka 3 tahun sama sama hidup di pesantren jaman SMP, suatu hari kakak saya jual hp bekasnya ke sepupu yang harganya tak seberapa sih, dan sampai sekarang duit penjualan HP itu tak pernah dibalikin, sang sepupu jadi malu mendekat ke kami, dan tak pernah silaturrahmi lagi hingga sekarang. Kalau pun ada acara keluarga maka sang sepupu selalu menghindar karena malu ketemu. Malu di tagih padahal kadang kita kan sudah lupa masalah piutangnya yang belum terselesaikan, intinya merusak silaturrahmi lah…! Ibu saya juga pengalaman punya piutang dengan salah satu kerabat jauh, nah langganan sih bayar walau jumlahnya kecil namun suatu hari nunggak dan sang kerabat pun menjauh sejak itu dan tak pernah datang ke rumah kami lagi. Jadi hubungan kekeluarganan sejak itu akhirnya retak deh.

Betul kata pepatah banyak hal akan indah dengan adanya uang namun uang juga akan sangat berbahaya bagi hubungan antar manusia. Nah biar semuanya terjaga, mengutip artikel dari futuready.com saya summmary beberapa poit sbb :

Saat meminjamkan uang, harus memperhatikan banyak hal sebelum mengikhlaskan uang tersebut berpindah tangan. Siapa dan apapun alasan sesorang meminjam uang pada Anda, kepercayaan dan komitmen untuk melunasi hutang tetap diperlukan. Sekalipun itu sanak saudara terdekat. Terkecuali jika Anda memang sudah merelakan uang tersebut tidak dikembalikan suatu saat. Kalau saya tak pernah rela euy apalagi kalau jumlahya besar, soalnya kita juga sangat perlu.
Agar tak terjadi konflik, kerugian, penyelewengan kepercayaan, atau kekecewaan di kemudian hari, mulailah memperhatikan hal-hal penting berikut sebelum meminjamkan uang pada orang lain:
1. Kesanggupan memberi pinjaman 
Hal mendasar yang harus diperhatikan saat ingin meminjamkan uang adalah soal kesanggupan. Bila Anda memang memiliki uang lebih untuk dipinjamkan, silakan. Tak ada salahnya membantu orang lain yang membutuhkan, siapa tahu suatu saat Anda membutuhkan pinjaman. Selain itu, lihat kesanggupan angka pinjaman. Apabila besar pinjaman melebihi kesanggupan Anda, lebih baik jangan dipaksakan. Kalau ini intinya pakai logika saja, misal karyawan level tertentu dengan gaji tertentu sudah bisa menilai pengembaliannya jika tiba tiba dia minjam puluhan juta, itu kan sudah teranalisa ini gimana pengembaliannya, bisa tidak atau jadi tunggakan tak terbayar selamanya. 
2. Status si peminjam jelas 
Sedikit pilih-pilih, mungkin dibutuhkan dalam memberi pinjaman uang. Jika si peminjam bukan keluarga atau kerabat dekat, maka Anda harus mengetahui status orang yang akan meminjam uang, seperti Apa pekerjaannya, di mana tempat tinggalnya, siapa keluarganya, dan lain sebagainya. Bila suatu saat ada masalah, Anda tidak akan kesulitan untuk meminta pertanggungjawaban. Makanya kalau yang pinjam jauh sekali nagihnya gimana donk??? lawong sekota saja bisa susah carinya apalagi dibatasi samudra yang luas!
 
3. Kesepakatan pengembalian 
Setelah status si peminjam jelas dan jumlah uang yang akan dipinjam juga Anda sanggupi, saatnya Anda dan calon peminjam melakukan kesepakatan. Seperti, kapan uang akan dikembalikan dan berapa bunga yang dibebankan (jika ada) yang sudah disepakati bersama. Iya ini perlu di state di awal ya, kapan time line pengembalian, bilang saja alasan ada kebutuhan ini itu di tanggal tersebut, biar sang peminjam tahu deadline nya. Banyak orang meminjam tapi tak tahu diri.  
4. Hitam di atas putih 
Demi menghindari perselisihan akibat masalah kesepakatan yang kurang jelas di masa mendatang, ada baiknya segala kesepakatan yang dibicarakan di awal peminjaman dibuat hitam di atas putih, alias tertulis dilampirkan materai. Cara ini sangat ampuh dan mengurangi adanya kemungkinan penyelewengan pembayaran hutang dan memiliki kekuatan hukum. Kadang pakai hitam diatas putih saja orang masih bisa menghindar, dulu waktu saya ikutan MLM  yang TVI itu saya kan dijanjikan sama temannya teman yang masukin saja dan cuma di mulut saja bahwa dijanji dalam enam bulan kalau tak sukses uang yang dimasukan dikembalikan. Dan walhasil MLM nya bangkrut dan bye bye deh duit bisa beli motor besar tuh ..
5. Adanya saksi atau barang jaminan 
Saksi atau barang jaminan merupakan syarat yang bisa Anda gunakan bila calon peminjam uang kurang meyakinkan. Selain itu, dua hal ini dibutuhkan untuk memperkuat surat kesepakatan tertulis yang sudah Anda buat bersama calon peminjam. Kalau ini ada saksipun kadang kurang membantu tapi setidaknya bisa bantu nge push sang peminjam biar bayar atau buat malu. Contoh kasusku, Salah satu bank daerah terbesar di wilayah ini mengambil paket iphone installment secara kolektif, dan ternyata ada 5 orang tuh yang nunggak punya outstanding besar akumulasi, saya email donk ke teman saya disana yang jadi gatekeeper alias PIC disana dan juga saksi donk kalo para karyawan tersebut berhutang, dan alhasil email penagihan saya pun terkirim dan teman saya sebagai saksi disana langsung info ke kawan-kawanya supaya jangan buat malu perusahaan, dalam tiga hari dibayarkan deh, dan outstandingnya jadi 0 baru deh bisa minta ulang lagi tahun ini. Jadi saksi itu perlu dalam dunia pinjam meminjam or cicil mencicil 🙂 
Nah, sebagai orang yang meminjamkan uang, Kita  juga harus mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan, termasuk kerugian yang bisa disebabkan saat si peminjam tak membayar utangnya. Jangan lupa komunikasikan segala sesuatu agar hubungan dengan si peminjam tetap lancar.Dan kadang kalau yang minjam saudara jauh yang memang kondisi ekonominya susah, dan tak ada kesanggupan bayar kadang cuma jalan terakhir adalah siap IKHLAS dan berusaha selalu berkata dalam diri bahwa segalanya berasal dari yang Maha Esa yaa duit cuma nebeng sebentar bisa pergi kapan saja, kalau sudah pergi berarti sang Empunya minta. Ini sih gampang ngomongnya cuma Ikhlasnya yang susahhhhhhhh !!! 
Begitulah lika liku dunia akibat kehidupan sosial ada sebab dan akibat, ya dunia pinjam meminjam duit adalah salah satunya…..
Semoga kita selalu terhindar dari musibah financial jadi tak pernah menjadi beban bagi orang lain dan malah menjadi manfaat bagi orang lain… yang penting jangan dimanfaatkan ya…!!!
 

7 thoughts on “Tips sebelum meminjamkan uang !!

  • March 20, 2014 at 4:03 am
    Permalink

    Waduh mba siti kalau persyaratan diatas itu kaya mau pinjam jutaan ya hehe.
    paling aku ma teman aku pinjam kalau buat nalangin belii makan n langsung di ganti hehe.
    but pernah juga beberapa teman pinjam cuma beberapa ratus dan disaat waktunya byr dia ngak bisa byr trus dia bilang ke aku nah itu aku maklumi.
    Tapi ada juga kenalan lama pinjam eh sampai sekarang ilang ngak da batang hidungnya hahahaha…
    yah iklasin aja lah, makanya aku ngak berani pinjamin duit diatas 500 rb riskan mba end kalau samgai jutaan ngak punya duit haha..

    Reply
    • March 20, 2014 at 4:15 am
      Permalink

      iya mesti hati2 skrg, apalagi jaman ini , bahkan teman cowok2 skrg malah lebih gila ..gak malu 2 manfaatkan teman cewek untuk pinjam2 duit..

      Reply
    • March 20, 2014 at 5:39 am
      Permalink

      wah teman aku yg ngak ada batang hidungnya itu cowok loe mba heemm.
      bener kata dirimu mba hati hati..

      Reply
      • March 20, 2014 at 5:42 am
        Permalink

        iya skrg cowok 2 banyak yang gak bener, ada kawan bankir didekatin cowk gak jelas dr kota lain baru fb an bbrp lama ekh tiba2 mau minjam duit smpe jutaan…aduhh gak punya harga diri , itu bru tmn fban doank … langsung deh temanku block org2 bgtu..

        Reply
  • June 16, 2015 at 3:30 am
    Permalink

    saya perlu meminjam uang, saya perlu pinjaman untuk mendukung bisnis saya

    Reply
    • June 16, 2015 at 7:29 am
      Permalink

      maaf mbak tak bisa membantu… saya hanya menuliskan tips disini, semoga mendapatkan bantuan dari keluarga atau teman terdekat…………

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *