Cerita berburu voucher hotel

Gara-gara ini saya jadi target prospekan selama 90 menit !!Syarat ketentuan berlaku di belakangnya panjang hehehe!
Gara-gara ini saya jadi target prospekan selama 90 menit !!Syarat ketentuan berlaku di belakangnya panjang hehehe!

Suatu siang tiba-tiba saya terima telpon dari orang tak dikenal, dan saya selalu angkat karena takutnya new students nya Mr Big yang mau info tentang les atau potensi-potensi customers lainnya. Dan ternyata bukan agen kartu kredit tapi orang mengaku dari management Goodway Hotel, yang mau mengundang dan memberikan voucher hotel menginap tanpa syarat membayar atau yang lainnnya. Sang marketing dengan bahasa sangat fasih dan lancar menjelaskan program hotel mereka  bahwa mereka mengundang saya dan suami untuk makan siang dan dengar presentasi hotel mereka, dan pasti dijamin saya dapat voucher dari mereka. Voucherya dua malam tiga hari  dan harus yang gunakan nama saya dan Mr Big tak bisa digantikan dan berlaku di April sampai Oktober tahun ini.

Saya bertanya lagi lebih lanjut, ini tak ada udang  di balik batu kan, Mas nya dengan sangat santun menjawab tak ada, dia cuma menanyakan pertanyaan seputar kebiasaan liburan di keluarga kami dan tanya saat ini menggunakan kartu Visa or Mastercard, nah dari sini saya mulai curiga, otak kanan saya mulai mencari tahu ada apa di balik undangan baik ini. Kemungkinana mereka dapat nomor telpon saya dari kartu kredit, kemudian saya menekankan lagi, ini ada hubungannya dengan promosi kartu kredit? dijawab tak ada sama sekali. Yang ada katanya kami akan disiapkan hidangan dan bersantai sambil lihat promosi hotel.

Acaranya hari sabtu jam 3 sore, kata petugasnya mereka akan konfirmasi sehari sebelum acara, via sms broadcast dan telpon.Saya boleh mengajak rekan kerja diutamakan yang sudah berkeluarga dan hobby liburan, dan akan mendapatkan voucher juga. Langsung deh otak ku yang masih ragu ragu awalnya, iyakan saja, karena ingat voucher dan ajakan makan siang di hotel gratis wahhh Mr Big doyan sekali kalau dapat undangan kayak gini. Sama sekarang hobby nya ikutan kondangan atau hajatan. Dan akhirnya saya bilang sama marketing yang ternyata bertugas menelpon itu okay saya ikut bawa suami.Tiba-tiba sebelum berakhir pembicaraan sang marketing mengkonfirmasi lagi bahwa manager nya Pak David yang mau bicara, dan saya dengar dari sebrang suara pria paruh baya dengan aksen china kental, menyampaikan ucapan terima kasih karena mau berpartisipasi menjawab beberapa pertanyaan dan mau ikutan hari sabtu nanti. Dan saya tambah yakin kalau memang hotel ini benar-benar profesional atau mungkin lagi roadshow ke kota kota besar lainnnya katanya demi promosi “Mouth to Mouth” .Tanda tanya besar masih dikepalaku. Tapi saya cuek saja.

Sesampai rumah saya beri kabar Mr Big undangan tersebut, dia kemudian skedulkan di kalender dia, dan tetap bertanya, akhhh gak ada yang gratis di dunia, pasti mereka ada apa-apanya!  Saya pun meyakinkan bahwa ini beneran gratisan dan kita diundang makan siang walau telat karena jam 3 sore.

Ya sudah kata Mr Big, kita lihat saja nanti, saya pun telpon deh tanteku mau ikutan gak, dan ternyata tumben tanteku sama putrinya mau ikutan dengan iming-iming voucher nginap.Entah kenapa ya, setiap ada gratisan bawaan nya senang ya. Ternyata tante sama anaknya juga senang sekali.

Pada hari H, karena hari itu saya ada tiga jadwal, les saham di pagi hari, saya sudah duluan keluar, dan Mr Big , tante dan putri tanteku menyusul ke lokasi acara jam 2 an .Malamnya pun saya masih ada undangan kondangan di salah satu hotel. Jam 11an saya sudah mendapat sms konfirmasi dengan sender name ” Goodway” tentang acara tersebut dan ucapan terima kasih sudah mau berpartisipasi, tambah yakin lah saya bahwa acara ini akan berakhir indah, semakin salut atas ke profesionalismean panitia pelaksana  acara, bahkan mereka sms saya konfirmasi kedatangan berkali kali, dan di telpon kembali, untuk reminding dan tanya mau bawa siapa saja, infokan bahwa voucher hanya buat saya dan Mr Big, kalau orang yang saya undang belum berhak dapat voucher. Saya sih agak kecewa awalnya, dan untunglah saya tak ajak rekan kantorku, karena mereka mau ikut karena vouchernya saja. Tapi karena tutur kata sopan dan follow up nya yang baik saya sih baik baik saja dan tak curiga, saya bilang saya akan datang kok, dan si mbak nya lagi tanya “Kenapa saya tak ajak teman yang sudah berkeluarga” yang terkesan nada suara memaksa, saya pun mulai geram dan membalas ” Orang yang sudah berkeluarga susah diajak, karena mereka punya waktu terikat  apalagi undangan dadakan begini” akhirnya mbak nya ngerti. Saya rasa dongkol saja kok mereka semakin menekan serasa saya ini prospekan empuk.

Demi voucher saya tetap semangat kesana, jam 3 pas saya sampai disana dan langsung di sambut senyum lebar dan sapaan luar biasa, tanya suami mana, saya bilang kena macet karena kami datang terpisah, saya langsung diberi form di isi nama dan alamat dan nomor HP dan nama suami, saya pun sayup-sayup dengar dari dalam ruangan suara musik pop sangat keras, dan beberapa keluarga yang nampaknya terjebak diundang kayak saya pun duduk isi form dan disapa dengan penuh kehangatan (tapi palsu sih hangatnya ) dengan marketing yang berjas lengkap dengan dasi, saya tetap masih was – was bahwa presentasi apakah mereka di dalam ruangan. Saya sempat tanya mbak yang di depan receptionist, ini kenapa musiknya kayak di tempat dugem ya? keras amat, apa didalam orang main game atau apaan? , si mbak menjawab “akh nggak kok mbak cuma presentasi saja pokoknya mbak ikuti saja 90 menit ya, jangan sampai buru-buru biar lengkap infonya”

Saya mulai curiga, jangan-jangan ini MLM lagi nih, atau tawaran investasi bodong?, atau di suruh jadi sales, atau dipaksa beli panci atau dipaksa beli paket liburan? ,semakin curiga saya. Kelihatan tim marketing mereka benar-benar profesional melakukan prospek dan mendatangkan keluarga ke acara tersebut untuk di prospek alias dipaksa beli sesuatu tanpa sadar. Sayapun melihat akh ruangannya yang digunakan bukan ballroom berarti impian dan harapan makan siang enak di meja bundar itu buyar donk. Kan saya sering sekali ikutan acara launching, sosialisasi produk, prospekan MLM, perbankan, nah biasanya kan diundang lunch or gala diner dan dapat goodybag dan undian.pernah kan saya dapat undian HP di acara presentasi investasi forex yang pernah saya ceritakan disini.

Apalagi kemarin, dijanjikan sama marketing yang telpon saya untuk yang hadir akan mendapatkan undian umrah di bulan April, asal hadir saja, makanya saya semangat soalnya umrahnya sepasang suami istri, lumayan kan umrah sekarang 24 jutaan x 2 = 48 juta…. kan lumayan sekali.Itu kemarin saat di telpon nah ceritanya kemudian berubah.

Jam 3 .15 , Mr Big dan tanteku & putrinya tiba, dan masih dengan senyum aku langsung kumpul form, dan mbaknya kemudian memanggil marketing yang handle kami. Karena saya lihat beberapa keluarga yang hadir itu di handle sama orang yang berbeda, ada pria ber jas dan dasi lengkap dan mbak cantik dengan blazer, dan saya lihat para marketing dengan lihai dan tutur kata yang begitu manis berkenalan dengan kami. Setelah itu kami di arahkan ke ruangan yang musiknya keras dentumannya dan terdiri dari beberapa meja dengan 4 kursi berhadapan. Masing masing keluarga dapat satu meja dan satu marketing yang meng handle.

Kamipun langsung dihidangkan kopi / teh dan snack dua piring padahal kami berempat, sang marketing yang kalo tak salah namanya Mas Anto berperawakan sedang, rambut rapi dengan gel tebal dan jas serta tablet ditangan, mulai menjelaskan panjang lebar tentang  Hotel Goodway, namun sebelumnya saya pun menjejali berbagai pertanyaan yang membuat dia dongkol. Soalnya si Anto ini berbeli belit, tak mau jelaskan ini presentasi MLM atau apa?, ternyata presentasi paket Holiday Club dari Goodway, langsung deh saya potong, ini pasti mirip MLM TVI yang sempat heboh diawal-awal dengan produk voucher nginap di hotel bintang di seluruh dunia yang terbukti saya ambil 6 titik namun ternyata bangkrut juga. Langsung ego Si Anto ini mulai naik, karena saya menyamakan produk mereka dengan MLM yang membuat saya sakit hati.

Pokoknya si Anto ini selalu membantah dan memberikan gambaran namun berbelit-belit, dia mulai merayu mr big namun karena kemampuan english dia kurang jadi tak mempan, tante saya cuma senyum senyum tak ngeh dan anak tante juga cuma cengengesan gak mengerti masalah.Malah saya yang mulai menjejali Si Anto pertanyaan, dia mulai menjelaskan garis besar saja namun tak pernah mau jelaskan produk dan berapa harga paket atau mekanisme. Yang selalu ditekankan bahwa yang diundang adalah orang orang istimewa dangan income standar tertentu dan ini memang ekslklusive dan hanya bisa dijabarkan kalau saya ada kemungkinan setuju mengambil paket mereka.

Dan saya kekeh bilang NO!!!!Saya selalu kembali ke teori keuangan saya, semua pengeluaran selalu dengan satu alasan, dan alasan itu mesti sudah jadi tujuan keuangan kami. Belum tentu kami ambil, karena kalau value nya tak cocok dengan kami ya mohon maaf, tetap mereka coba putar balik kata biar saya bilang YA, untunglah kepalaku memang sekeras batu, sampai si ANTO ini mulai kelihatan kesal…hahahhahahha yang prospek yang keletihan….!!! Dia coba pakai berbagai majas ke saya gak mempan, dan strategi kedua pun mereka jalankan, si Anto berdiri sebentar dan panggil temannya, ternyata dia capek ladenin saya yang keras kepala ini dan menyerahkan ke temannnya,  Si pria bermata sipit aku lupa namanya, kita sebut saja si B, Nah si B pura pura bilang client baru si ANTO datang jadi dia mesti ke meja satunya.

Si B mulai lagi mencoba persuasif ke saya, kenapa tak tertarik dengan lantang saya bilang, kalian berbelit belit begini sudah mencurigakan donk dari tadi ditanyain jual produk apa cuma di putarkan video gambar hotel dan paket RCI dan tak jelas itu apa. Si B mulai beda pendekatannya dengan si ANTO yang kurang sabar dia bilang memang mereka tak bisa jelaskan paket kalau tak ada kemungkinan kami ambil. Dan mubasir aja jelaskan kalo dari awal saya sudah bilang tidak.

Karena kesal saya pun mulai naik pitam, belum harapan saya lebur karena ternyata bukan acara makan siang tak ada undian seperti janji mereka yang ada hanya prospekan dalam ruangan yang penuh dentuman kayak musik disco di club malam. si B mulai tanya – tanya kerjaan Mr Big mulai tanya pendekatan agama dan lainnya namun saya jawab dengan muka datar dan ketus. Saya bilang kalau mau kasih voucer ya kasih saja nggak usah berbelit belit dan gak jelas, saya sudah 90 menit disini dan kalian juga tak berikan paket  harganya.Jadi mending saya pulang. Si B pun coba ulur waktu dengan bilang tunggu dulu vouchernya di cek dulu ya, terus coba putar putar tema pembicaraan biar saya bisa dirasuki biar mau bilang iya. Sampai 90 menit di ruangan itu saya pun mengambil  tas dan bilang saya sudah mau balik,  dan nanti deh saya googling sendiri produk anda di internet. Dan si B segera pura pura berdiri dan ambilkan voucher nya yang dari tadi sebenarnya bukan di daftarkan tapi sengaja ulur waktu saja. Buktinya voucher namanya kosong cuma ditulis tangan untuk di BALI.

Dengan muka kesal si B kasih voucher ke saya dan menandai syarat dan ketentuan berlaku. Kami pun segera keluar dari ruangan setengah gelap yang penuh keluarga yang sedang di cuci otaknya. Saya sempat memandangi sekeliling, beberapa bapak tua cuma mengangguk ngangguk di prospek penuh kata kata manis dengan foto album beberapa keluarga yang telah ambil paket mereka. Entah dari 7 orang keluarga yang bersamaan di screening bersama saya apakah selamat seperti saya.

Si B anterin saya ke lift dan minta maaf jika ada kata kurang berkenan, saya juga demikian, dan sempat masih juga belum menyerah total, pura pura minta no HP putri tanteku, saya bilang tak usah kan ada nomor saya dan kutanya buat siapa? dan si B jawab buat teman teman di dalam, saya bilang NO thanks, sepupu saya sudah punya calon. Si B pun langsung senyum pahit. Dan kami pun ber lalu ke lobby.

Akhirnya karena sudah kelaparan dan kadung kecewa saya bawa tante dan Mr Big ke Issa Pizza, salah satu teman yang suaminya orang Prancis baru buka resto Pizza, lumayan mengobati kekecawaan kami karena gagal makan enak hahaha, sekalian nebeng promosi aja buat dia deh….

Dapat titipan brosur nih!!Yang mau coba Pissa ala French taste!!
Dapat titipan brosur nih!!Yang mau coba Pissa ala French taste!!

Oh ya saya masih sebenarnya terkagum kagum dengan cara memprospek ala direct selling seperti yang ditawarkan oleh orang orang Goodway tersebut karena  :

  1. Mereka mencapture data pengguna kartu kredit, namun kalau info marketing nya sih dari referensi seseorang namun karena pada saat verifikasi mereka masih nanya nama lengkap berarti data nya gak komplit.
  2. Cara mereka bertutur di telpon lebih baik dari marketing kartu kredit
  3. Cara mereka mem-follow up dan mengundang orang datang ke hotel, luar biasa terkoordinir dengan rapi
  4. Perlakuan super manis mereka dan tutur katanya.
  5. Pantang menyerah, si ANTO menyerah dan si B datang lalu berulang kali dia tak mau behenti merelakan saya pergi. bahkan sempat saya lihat bos nya di belakang bisik-bisik diskusi masalah gagalnya saya dijadikan target sales closing an mereka

Serasa lepas dari sarang macan deh setelah keluar dari hotel tadi. Seperti lepas dari cengkeraman beberapa orang yang menjadikan saya adalah target CLOSING yang entah nilainya berapa, karena mereka tak mau sebutkan karena saya dari awal bilang TAK MAU.Bahkan si B tadi sempat curhat kalo mereka ditarget itu wajib closing semua yang dihandle karena budget mereka sudah keluar, emang gw pikiran apa, cuma dikasih teh sama lumpia 2 buah kok masa itu nilainya se juta… akhhh Lebay nih Mas B…!

Pembelajaran dari 90 menit bersama mereka jangan terlalu cepat tergiur voucher ini bahwa “Tak ada yang GRATIS di dunia ini, ketika ada sesuatu pasti ada Udang di balik Batu” saya sangat setuju dengan Mr Big kali ini….. bahkan undangan pun kan kita mesti isi amplop atau angpao baru datang menikmati hidangan kondangan , iya kan!!!…………Palingan yang masih gratis ya itu “udara yang kita hirup” selain itu ya mesti bayar semua…!!! Pipis di Mall aja bayarkan …he he…!!!

5 thoughts on “Cerita berburu voucher hotel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *