Hampir kemalingan

Tepat malam jumat semalam pukul 2.45 pagi saya dikejutkan dengan dering telpon rumah yang tak berhenti berdering, sempat saya terbangun dan berpikir siapa gerangan menelpon subuh-subuh seperti ini, dalam hati mungkin iseng kawan adikku yang sekarang sudah kembali lagi ke Makassar, naum 9x berdering terus jantung saya berdegup kencang mulai merasa kawatir siapa tahu ada hal urgent dari keluarga, langsung saya keluar kamar dan pelan-pelan suaraki saya bilang “Halo” dan sayup-sayup adikku di seblah rumah memelankan suaranya “Ada pencuri diatas plafond rumah, cepat bangunkan Mr Big dan ambil sapu atau apa saja , cepat keseblah” saya langsung berdiri tegak dan membangunkan Mr Big yang masih setengah sadar dan kuberitahu kalau ada pencuri diatap, karena tak ada apapun di sekitar kita saya hanya bingung mencari senter karena panik.

Pic belong to www.sepuh-craft.com
Pic belong to www.sepuh-craft.com

Kami berdua langsung ke dapur dan pelan-pelan menyalakan lampu saya bawa sapu ijuk dan Mr Big tak bawa apa-apa, dan langsung melalui connecting door di dapur, dan adik saya tinggal diseblah dan les rumahan Mr Big juga disitu. King tanpa baju cuma menggunakan sarung langsung datang ke kami dan bilang nampaknya ada pencuri diatap, kami pun menyalakan semua lampu dengan gemetaran, si King langsung masuk ke kamar mencari harta peninggalan kakak tertua saya. Ya sebilah parang panjang, di tradisi Bugis memang di setiap rumah keluarga mereka selalu ada parang, untuk jaga-jaga jika keadaaan darurat.

Saya yang masih ketakutan pun langsung melihat sekeliling nampaknya pencurinya sudah kabur dan tak ada barang apapun yang hilang, ketakutan terbesar saya adalah laptop Mr Big di meja nya dan tak jauh dari situ ada area terbuka dibelakang bagian jemuran yang memang belum ditutup .Semua masih ada, printer dan barang-barang perlengkapan otomatif.

Jadi ceritanya dikisahkan adik saya, dia pulang jam 12 an, dan seperti biasa kebiasaan dia utak atik project nya di laptop dulu dan jam 1 dia pun terlelap. Tepat pukul 2.30 pagi, tiba-tiba dia terbangun dan merasakan sesuatu yang aneh. Tiba-tiba dia terbangun dan merasa tak enak, dan dia dengar sayup-sayup ada suara motor bebek berhenti dari kejauhan dan pelan-pelan nampaknya di dorong mendekat rumah, dia masih penasaran dalam hati kok sudah subuh-subuh ada yang datang ya, dan tak berapa lama, ada suara langkah kaki di atas genteng kami yang kebetulan pas di bagian atas kamar King. Langkah diantara genteng membuat ada reruntuhan batu. Kami perkirakan nih sang pencuri ini naiknya dari ujung dari arah rumah kosong dan ada temannya yang dibawah di jalan nungguin, nampaknya mereka melakukan penjajakan calon rumah yang mau di santroni. Karena kami tinggal di kompleks yang atapnya segaris jadi dengan mudah orang bisa dari ujung jalan melihat sekeliling, nah rumah default kompleks kan biasanya bagian dapur terbuka, namun semua sudah menutup kecuali rumah diseblah kami, ada lubang  jemuran seluas 2×1 meter yang memang sangat nampak dari puncak genteng. Nampaknya sang pelaku mencari lobang, dan langsung tertuju ke rumah dapur tempat king yang tersambung ke dapur saya.

Dan pada saat sang pelaku berniat menuju ke lobang jemuran, disitulah adik saya terbangun, karena suara langkah kaki di atas genteng, si King langsung mengambil sapu dan mencoba memukul plafond memastikan apakah itu kucing atau manusia. Dan ternyata tak ada suara kucing berlari atau mengeong. King pun panik dan mencoba menelpon telp rumah kami yang posisinya dekat pintu kamarku. Makanya berdering sangat besar sampai 9x dan baru saya angkat.

Mendengar ada dering telpon membuat sang pelaku diatas atap panik dan mulai melangkah untuk melarikan diri dan ternyata dia menginjak atap seng pengganti genteng yang rusak beberapa waktu lalu, suaranya kedengaran langkahnya berlari dan lompat depan pagar dan deru suara motor pun berlalu pergi. Dan baru setelah terima telpon King saya dan Mr Big bangun dan nyalakan semua lampu dan berlari ke seblah. Alhamdulilah kami semua selamat, dan tak ada satu barang pun yang diambil. Karena memang pencurinya masih diatap. Untunglah adikku dibangunkan ya, dan dampaknya setelah itu saya tak bisa tidur, King pun pindah ke kamar sebelah kami bersama Parang kesayangannnya.

Tadi pagi setelah ke kantor langsung izin sebentar ke tempat las teralis besi langganan ku sejak jaman dulu, Pak Haji masih sama  tetap lucu dan Macho, terakhir dia dapat orderan memasang besi untuk tangki air diatas atap jemuran dua tahun lalu. Langsung deh saya order untuk pasang rangka besi untuk lobang jemuran dan pasang pintu besi di rumah sebelah untuk pintu depan karena biasanya Mr Big ceroboh buka pintu kalau lagi sibuk ngajar.

Kalau King sibuk dengan parangnya, Mr Big sibuk mau beli senapan angin, dan saya sibuk mencari pepper sprey di toko online dan sibuk menaroh raket tennis sekitar kamar, biar kalau ada apa sisa pukul pakai raket. Pengen beli tongkat baseball juga biar lebih kuat deh pukulannnya. Ihh saya sudah lapor satpam kompleks, pak RT dan semua tetangga terdekat dan kami pun kembali bersiaga.

Ini juga pelajaran buat King dan Mr Big yang selama ini cuek bebek dan kadang ceroboh, bukankah kejahatan itu terjadi karena dua hal, nyontek kata bang Napi, karena ada niat dan kesempatan. Nah saatnya buat kami untuk menghilangkan kesempatan itu. Biarpun sang pelaku telah niat banget naik ke atap mencari mangsa.

Tragedi malam jumat semalam benar-benar membuat saya kelelahan karena kurang tidur dan seharian sibuk juga urus pasang teralis besi. Dan membuat King dirumah wara wiri dengan Parang panjangnya. Semoga dalam tiga hari teralis besi sudah terpasang dan kami pun bisa istirahat dengan damai.

6 thoughts on “Hampir kemalingan

  • February 28, 2014 at 4:27 pm
    Permalink

    Untunglah ya mbak ga kejadian. Semoga kapok tuh malingnya.
    Aku juga takut klo tengah malam ada telp 😀 .

    Reply
    • March 1, 2014 at 3:15 am
      Permalink

      iya bawaaanya kalo telp tengah malam ada urgent sekali jadi mesti diangkat

      Reply
  • February 28, 2014 at 9:25 pm
    Permalink

    Padahal mbak tinggal di kompleks ya, apa sekuriti nggak wara-wiri jaga kompleks? Untung kalian siaga mbak

    Reply
    • March 1, 2014 at 3:14 am
      Permalink

      iya kebetulan sekurity nya kayaknya ketiduran deh karena biasanya jam 2 mereka lewat ronda …

      Reply
  • March 3, 2014 at 3:21 pm
    Permalink

    Yaampun ngeri banget mbak … Pasang alarm aja mbak, biar malingnya panik

    Reply
    • March 4, 2014 at 12:48 am
      Permalink

      iya aku lagi proses pasang teralis besi dan net jadi nanti aman

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *