Sakit itu mahal

Cerita ini oleh-oleh week end ini, di hari minggu yang tumben hujannya tak turun seperti hari hari sebelumnya…, karena sejak 2 bulan terakhir ini hujan tiap hari yang mana saya kan happy sekali dengan hujan namun Mr Big tak suka kalau hujan karena acara keluarnya terganggu dan jalan becek boo…. dan tak ada ojek .  Pagi hari saya dimulai dengan dering telpon di subuh hari dan seperti biasa HP saya sembunyi di bawah bantal atau dekat-dekat tempat tidur, karena kami selalu jaga-jaga siapa tahu tengah malam ada urgent call dari sanak keluarga atau sahabat jadi saya itu HP nya kayak call centre tak pernah mati, online 24 jam 😀 !!

Si tante saya  ternyata nelpon dan tahu gak isi telponnya tak urgent sama sekali bagi saya, hanya infokan suruh saya beli produk kosmetik merk tentangganya yang dia dapat gara-gara jam 5.30 pagi dia datang ke rumah tetangganya beli nasi kuning dan si tetangga yang memang pemilik jualan naskun itu sedang menggunakan kosmetik yang di sebut tante saya merk “Dermawan atau derma…..”maklum saya masih setengah bangun tidur jadi saya bilang iya -iya saja nanti saya googlingkan or carikan yang iklan di TV pasti dan sembari tanteku nyerocos gak penting terus saya langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan mau wudhu untuk solat subuh ceritanya,..dan karena saya yang tidak fokus sudah menghadap wastafel :”pluk…bunyi HP saya *BB kesayangan beli 6 bulan lalu, jatuh ke wastafel yang tangan kirinya saya sudah alirkan air keran” OMG langsung saya ambil HP nya buka casing kulit nya dan lap sama handuk sembari suara tante saya sudah hilang dari dalam HP” Uhhh langsung buyar deh, otak kembali fokus, buka batrei ambil beras, masukkan kedalam kotak makan siang dan pisah-pisahkan semua bateri dan masukkan ke beras dan tutup rapat wadah plastiknya.

Itulah kisah pagiku di mulai, HP mati sembari di obatin di beras, simcard saya copot pindahkan ke HP cadangan. Kisahnya kedua mulai, Mr Big yang sudah sibuk di depan komputernya kemudian datang meringis kesakitan katanya mau pipis tapi gak bisa dan pinggangya sakit…. wah ini lebih panik lagi … aku suruh dia rebahan dulu siapa tahu sakit biasa….. sejam pun berlalu tanpa perubahan, dia tetap bilang kalau rasa sakitnya di deskripsikan dengan angka 1-10 maka itu sakitnya pada tahap nomor 10!! wah parah nih….

Hari minggu dokter tak ada yang praktik, sepanjang sejarah dia di Indonesia Mr Big belum pernah ke dokter sini dan memang kalau sakit *cuma demam , tak pernah mau diajak ke dokter, namun hari ini tumben dia yang semangat, katanya ayoooookkk aja, dan biasanya dia juga sangat strict tak mau ke sembarang rumah sakit namun kali ini dia nurut apa kata “istrinya’… sudah dalam sekejap kami sudah tancap gas, ke RS Siloam, kenapa saya pilih ini, karena seperti yang pernah saya posting disini, pengalaman teman-teman saya yang sakit merefernsikan soal layanannya yang lumayan dibanding RS lainnya. Daripada masih bingung kalau cari-cari RS yang cocok, mending sesuai referensi teman-teman apalagi RS nya masih baru ya setidaknya masih lebih baiklah kualitasnya.

Langsung deh saya dapat parkiran samping Unit Gawat Daruat ( UGD ), dan memang kalau pria sakit itu tak manja ya, Mr Big masih kuat jalan sendiri kok dengan santai kita masuk di UGD dan langsung disambut perawat yang jaga. Saya kan suka parno tuh kalo ke UGD karena suka terbayarn filem ER ( Emergency Room ) yang tersohor itu, dimana orang lalu lalang dibawa masuk ke ruangan itu dengan kondisi yang memilukan, penuh darah dan lainnya. Malah disini UGD nya yang terdiri dari 8 tempat tidur yang terdapat sekat-sekat dan terlihat beberapa dokter merawat 2 orang, itupun cuma diambil darahnya ada juga yang satu nya di infus dan terbaring lemas.

Kemudian kami pun langsung di layani dengan sigap, mereka minta identitas yang sakit lalu dokternya langsung tanya saya keluhannnya  detail saya infokan dan langsung diambil tindakan, cuma diberi suntikan lewat infus di pembuluh darah untuk menghilangkan rasa sakit. Sekalian ambil darah untuk di periksa di laboratorium dan setelah diskusi dengan dokter yang jaga saat itu akhirnya saya putuskan untuk CT scan di ruangan radiologi namun yang di scan kan bagian abdominalnya saja, karena yang dikeluhkan sakit pinggang atas ke bawah.

Ceritanya ini Mr Big memang kurang minum air untuk ukuran badan yang lumayan besar dan dia minum sangat sedikit dan malah lebih banyak kopi nya. Kadang saya perhatikan dia makan pun minumnya cuma seteguk dan setelah itu minumnya kopi lagi. Dan itu yang membuat bibit-bibit batu kecil tumbuh di bulir-bulir kantung kemihnya, apalagi riwayat dia itu tahun 2010 di Dubai pernah terjadi seperti ini, pingsan karena sakit dibawah ke RS dan langsung dapat perawatan laser dan langsung sembuh.

Makanya saya langsung setujui untuk scan abdominal nya untuk mengetahui apa masih ada atau ada hal lainnya. Dan untuk hasil awal sih katanya ada yang sangat kecil jadi perlu ke dokter Urologist, dan ternyata ada hal unik lagi yang terjadi. Nama dokter yang dirujukkan untuk di kunjungi nanti itu buat saya deg-degan ahhahha ternyata itu dulu waktu sekolah di SMU sama-sama dan jadi idolaku waktu bimbingan belajar. Saya dulu waktu mau lulus SMU ikutan bimbel setahun di kelas IPA, dan sang dokter  SB ini lah yang menjadi inspirasi saya ikutan try out atau kelas malam karena doi itu pintar dan rajin juga………………….wah kok bisa ketemu dia lagi sihhh……………sudah 10 tahun nih gak ketemu terakhir sahabatku yang suami nya di rawat di RS Siloam juga pernah telpon saya karena dia lihat sang dokter tersebut dan dia ingat saya….

Dunia ini memang ajaib ya…anyway sang dokter sudah nikah sama sesama dokter katanya dan memang sih dia keluarga dokter, saya dulu hanya sekedar pengagum saja kok hahhahaha, dan kalo dikenang jadi lucu aja, namanya juga cinta monyet……………..*blushing….

Wah isi blognya udah mulai menyimpang dari tema, back to tema awal ya, terus setelah membujuk Mr Big untuk di scan itu akhirnya cuma 10 menit sudah selesai kami makan siang sembari tunggu hasilnya lalu sampailah ke titik paling menegangkan, saat membayar di kasir.

Untuk kasir obat tetap saya ke pharmacy itu sih tak seberapa untuk ukuran obat rumah sakit, lalu ke UGD mulai deh bayarnya banyak, ternyata semua tindakan yang diambil itu kena charge, dokter cuma cuap-cuap sebentar dah kena biaya juga *kusuttttt , di UGD dan bayar setengah juta rupiah dan kwitansi terakhir ke Radiology bikin saya shock …. bayar hampir 2 juta……….haaaaaaaaaaaaaa untung ada KK, soalnya gak bawa uang cash sebanyak itu. Gimana coba orang yang gak ada duit atau atm atau KK … bayar pake apa kalo sakit dadakan kayak gini. Ini belum kunjungan ke dokter yang di rujuk nanti. Baru tindakan UGD saja sudah hampir 3 juta. Saya yang jarang berurusan dengan kasir RS yang jadi shock, untungnya duitnya nanti diganti kantor, wah gimana coba orang yang tak ada asuransi by company atau perorangan..wah sakit itu mahal yaaaaaaa……!!! Teman kantor saya juga baru dirawat karena operasi di bagian maaf belakang entah sakit nya apa namanya dan hanya 4 hari di RS biayanya 45 jutaaaa ……………..dan suami sahabatku juga barusan operasi di lehernya karena ada tumor itu biayanya 44 juta… akhhhh untung kedua temanku ini kerja juga jadi semuanya ditanggung kantor tapi tetap donk yang mahal ketika sakit itu embel-embelnya. Walau ditanggung kantor tapi kadang juga sistem reimbursement, kayak saya ini semua bayar dulu sisa input di sistem internal kami dengan kwitansinya dan akan dibayarkan kemudian kecuali kalau angkanya besar-besar dan perlu perawatan intensif maka pihak HR akan mengeluarkan Guarantee Letter sehingga pasien tak perlu bayar dulu nanti semua pembayaran di tujukan ke perusahaan. Tapi menurut teman yang jagain suaminya beberapa hari saat dirawat banyak juga pengeluaran tambahan buat yang jagain, misal untuk makan sehari hari istri otomatis beli di Resto / cafe/ kantin RS donk ya dan itu menjadi beban biaya operasional juga.. kalikan saja berapa hari, jadinya beban biaya sakit itu menjadi tambah mahal.

Untuk kasusa saya ini baru biaya di  UGD, nanti kalo ke dokter urologist nya pasti bayar lagi donk, dikasih obat pasti bayar lagi donk, semuanya bayar pakai uang :-D, dengan adanya kejadian ini saya dan Mr Big dah buat komitment untuk hidup dengan pola hidup sehat, menjadi sehat hidup lebih hemat dan indah…. sakit juga rugi waktu loh… saya habiskan 4 jam di UGD nungguin hasil laboratorum . Yang harusnya jadwal saya seharian itu adalah membersihkan rumah dan melakukan banyak hal semuanya terbengkalai. Dan kegalauan karena HP utama kecebur di air, dan kontak di HP tak ada, BBM otomatis tak bisa…hiks pokoknya minggu kemarin penuh cobaan.

Mr Big dah baikan nih  hari, sudah beraktifitas lagi walau masih minum obat, dan jadwal ketemu dokter mantan idola dijadwakan besok, kayaknya perlu deh posting  khusus buat kisah ketemuan sama mantan idola, gimana rasanya dan mentertawakan  masa lalu itu indah loh…. !

Pic taken from www.medicalera.com
Pic taken from www.medicalera.com

12 thoughts on “Sakit itu mahal

  • February 10, 2014 at 6:43 am
    Permalink

    sakit itu emang mahal, makanya lebih baik mencegah kan katanya daripada ngobatin 🙁 semoga Mr. Big cepet sembuh ya

    Reply
    • February 10, 2014 at 8:29 am
      Permalink

      iya nih, padahal saya sudah sangat cerewet soal minum air yang banyak… cuma memang dia bandel..

      Reply
      • February 10, 2014 at 8:32 am
        Permalink

        yah kalo udah minum kopi biasanya gitu sih SIti *tunjuk diri sendiri*. mulai sekarang ditarok di mejanya aja daripada sakit lagi 🙂

        Reply
        • February 10, 2014 at 8:34 am
          Permalink

          iya soalnya kopi disni kan simple dan praktis sisa beli 1 bungkus besar dan sisa buka sachet n tuang jadi kyk minum air deh … padahal kan itu jadinya gak sehat..

          Reply
          • February 10, 2014 at 8:43 am
            Permalink

            bukan tapi cofee good day favorit dia …

  • February 10, 2014 at 7:45 am
    Permalink

    semoga lekas sembuh untuk suami mbx,,jaga kesehatan mbx

    Reply
    • February 10, 2014 at 8:29 am
      Permalink

      iya makasih say… kamu juga selalu jaga kesehatan… 🙂

      Reply
        • December 3, 2015 at 12:18 pm
          Permalink

          sama sama mbak Naila… semoga selalu sehat ya…

          Reply
  • February 10, 2014 at 2:21 pm
    Permalink

    semoga cepat sembuh yah…
    btw, beberapa asuransi di Indo sekarang bukan ada ya yang sistemnya tinggal kasih kartu member dan pasien gak dikenakan biaya sama sekali di muka?

    Reply
    • February 10, 2014 at 2:32 pm
      Permalink

      iya dia sudah ikutan main futsal kok tadi sore, iya kalau pns pakai askes bisa hanya di RS tertentu kalau aku bukan askes tapi sistem reimburse dikantor, atau pakai prudential atau axa mandiri bisa cuma saya tak pakai karena itu untuk rawat inap, kmrin mr big cuma rawat jalan jadi nnti reimburse di kantor ku.. tapi tetap pakai duit kita dlu…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *