Izin Tinggal Terbatas Bagi Subjek Perca ( pernikahan Campur )

Masih ingatkan postingan saya tentang dilema keluarga perca disini. Nah baru beberapa waktu lalu saya sudah mendapatkan link dari website imigrasi hasil suguhan ibu-ibu KKC yang super hebat. Ini juga sengaja saya posting disini biar jadi catatan saya kedepannya jika ada kegalauan yang muncul terkait kompleksitas aturan pada keluarga pernikahan campur.

Ternyata sepupuku yang berayahkan WN Filipina itu sebenarnya tak perlu kembali ke negaranya karena istri yang WNI telah wafat. Bahkan sang ayah masih bisa tinggal di Indonesia dengan sponsor orang lain bisa anak atau anggota keluarga lainnya. Penjelasaaanya bisa dilihat dari keterangan dibawah ini

Izin Tinggal Terbatas / Izin Tinggal Tetap Bagi Subyek Perkawinan Campur

  1. Dalam hal suami atau istri warga negara Indonesia meninggal dunia, Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap Orang Asing yang diperoleh karena perkawinan campuran tetap berlaku.
  2. Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point 1yang suami atau istrinya warga negara Indonesia meninggal dunia harusmemiliki Penjamin berkewarganegaraan Indonesia.
  3. Dalam hal ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan tetap berlaku.
  4. Anak berkewarganegaraan asingdari hasil perkawinan sebagaimana dimaksud yang ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, harus memiliki Penjamin berkewarganegaraan Indonesia.
  5. Untuk perkawinan campuran yang telah berusia 10 (sepuluh) tahun atau lebih, Izin Tinggal Tetap Orang Asing yang diperoleh karena perkawinan yang sah tetap berlaku walaupun perkawinannya telah berakhir karena perceraian dan/atau atas putusan pengadilan.
  6. Pemegang Izin Tinggal Tetap tersebutharusmemiliki Penjamin berkewarganegaraan Indonesia.
  7. Untuk perkawinan campuran yang berusia kurangdari 10 (sepuluh) tahun, Izin Tinggal Tetap Orang Asing yang diperoleh karena perkawinan yang sah tetap berlaku walaupun perkawinannya telah berakhir karena perceraian dan/atau atas putusan pengadilan jika Orang Asing yang bersangkutan memiliki Penjamin.
  8. Penjamin tersebut merupakan perorangan yang berkewarganegaraan Indonesia.
  9. Penjamin tersebut harus diajukan pada Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal diterbitkannya akta perceraian.
  10. Jika Orang Asing tidak mengajukan Penjamin dalam jangka waktu yang ditentukan, maka Izin Tinggal Tetap dibatalkan.

Sumber : www.imigrasi.co.id

Nah terjawabkan pertanyaan saya di postingan terkait dilema keluarga pernikahan campur , sang ayah masih bisa kok tinggal di Indonesia selagi dia mau yang penting ada sponsor, anak bisa kok jadi sponsor nya. Jadi untuk pelaku kapur tak perlu khawatir kedepannya jika suami/istri di Indonesia dan ada musibah, tak serta merta suami/istri WNA akan mesti hengkang ke luar negeri, bisa kok tetap tinggal dengan sponsor. Cuma nampaknya keluarga sepupuku itu tak tahu banyak informasi terkait UU dan birokrasinya.Selama ini pakai agen dan tahu sendiri agen sih akan infokan yang mereka tahu dan tentunya sebatas untuk memberikan service biar di bayar atau digunakan jasanya beda kalau kita sendiri yang gali informasi dan cari tahu dari department terkait atau institusi terkait.

Makanya saya selalu bilang sebagai ibu-ibu perca mesti kuat, kuat baca buku, kuat buka link, kuat bertanya, kuat mengurus, kuat komplain dan mesti kuat menghadapi ribuan rintangan di depan yang menghadang, ini case saya selaku WNI yang menghijrahkan suami WNA kesini ya, kalau kebalikannya tentunya akan berbeda tergantung subjek negara tempat tinggal.

So selamat ber KUAT-KUAT ria ya mbak-mbak, Ibu-Ibu, oops bapak – bapak ( kalau ada ! ) nantikan ilmu-ilmu tambahan dari group biar saya catat & share  disini….!

Foto dari http://sampit.imigrasi.go.id/ImigrasiSampit/alih_status_itk_itas.php
Pic taken from http://sampit.imigrasi.go.id/

8 thoughts on “Izin Tinggal Terbatas Bagi Subjek Perca ( pernikahan Campur )

  • November 22, 2013 at 3:03 am
    Permalink

    bener banget ya harus kuat2 menggali informasi.

    skrg sang ayah udah bisa kimpul lagi dong sama anaknya ya?

    salam
    /kayka

    Reply
    • November 22, 2013 at 3:17 am
      Permalink

      harusnya sih bisa tapi bokapnya masih di Filipina…..

      Reply
  • November 22, 2013 at 10:54 am
    Permalink

    yg sponsor gak harus anak jg kan? orang lain jg bisa keknya kl ga salah..

    Reply
    • November 22, 2013 at 3:35 pm
      Permalink

      iya dulu aku pikir mesti ada hubungan darah ternyata, yang penting ada yang mau sponsori bisa kok..

      Reply
    • November 22, 2013 at 3:36 pm
      Permalink

      iya kadang mesti ditulis biar ingat, soalnya kebanyakan yang masuk di otak jadi rancu deh..entah mana yang benar kadang simpang siur….

      Reply
  • February 28, 2015 at 12:24 pm
    Permalink

    alhamdulillah baca blog mb siti banyak informasi mantab bwt pelaku perca

    Reply
    • March 3, 2015 at 5:34 am
      Permalink

      terima kasih……….sudah mampir……….

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *