Inaaakkk ( Enak )

Pengen aja posting pagi-pagi pas lagi kantor kondisinya adem, karena semua orang pada cuti hari kejepit sedang saya tidak *lagi hemat cuti. Padahal sebenarnya mau liburan tapi “tena doeeee”  tak ada kertas maksudnya kurang ekh intinya kantong kering dompet tipis…! 

Nah tetap masuk kantor dan adem hari ini bos-bos pada cuti pulang kampung, kebanyakan bos-bos disini kan domisili nya di ibukota. Judul postingan kali ini mirip nama susu kental manis cap enak ya 😀 . Ini sih terkait Mr Big, dia hobby sekali bilang “Inak !!” sebenarnya maksudnya “enak” cuma entah kenapa selalu bilangnya “inak” karena pelafalan bahasa Inggris “e” kan di sebut “i”.

Setiap kali aku habis berikan menu baru, misalnya habis makan jagung bakar kesukaanya yang tiap hari yang jual cuma ada di tiga lokasi, kalau pas aku lewat disitu aku  pasti belikan tiga buah, biasanya dia makan dua dan aku makan satu kalau aku kenyang biasanya aku berikan ketiganya,  dan sudah jadi pengganti makan malam nya , irit kan !!! Dia senang sekali dengan rasa manis dan plain atau dengan garam di olesin dan selalu dia tambahin margarin sendiri baru dia gigit-gigit dan di emut-emut dan selesai itu dia bilang “Inaaakk sekali “!!!!

Terus kalau habis makan menu baru misalnya baru kemarin dulu aku cobain Coto Makassar yang tersohor itu, maklum kan aku lupa kalau apakah sudah pernah kubawa makan itu apa belum, habis kebanyakan menu sih, nah ternyata pas di beri coto dan ketupat dan diajari cara makannnya, selesai makan langsung dia bilang “Inaak”!! dan dia bilang kayaknya itu termasuk makanan favorit dia deh. Heran saya semua makanan yang pernah saya coba kan ke Mr Big selalu bilangnya “inaak ” dan selalu bilang menu favorit hahahaha nggak jelas !! Menu favoritnya banyak amat ya!!! Coto Makassar, Jagung Bakar, Nasi Goreng Merah Makassar, Ikan Bakar dan sop, Jalangkote, kapurung, Lumpia, risoles, Mie Kering Makassar, Mie Bakso, Mie Pangsit, nah loh semua kan.

Beberapa bulan ini aku analisa deh, sayang objek penelitianku cuma dia, aku pengen tahu saja ya kalau bule bule lain juga sama tidak ya, suka asal bilang “inak” dan saya suka ini, satu hal yang meragukan kalau itu adalah makanan favorit, buktinya tidak selalu pengen tiap hari, beda sekali kan sama kita atau sayalah, kalau saya suka sesuatu atau menjadikannya favorit, maka makan tiap haripun saya akan mau dan selalu beli, tapi Mr Big tidak tuh, kalau ada ya makan kalau tidak ya tidak. Hahhahah aneh yaaaa….. !!! Jadi jangan-jangan “inak” itu bagi dia cukup enak dimakan dan kalau ada makan lagi kalau tak ada ya coba yang lain lagi kan ragam makanan Indonesia ya tak terhingga, dalam setahun saja mungkin 365 hari bisa makan menu berbeda ya….

Sama saja contoh kecil, setelah beberapa lama kami suka belanja di supermarket dia lihat selai kacang, selama ini kan saya selalu siapkan di rumah cuma margarine atau seres dan dia tak terbiasa makan roti tawar dengan seres, atau selai lainnya. Nah pas kucobakan selai kacang dia senang sekali, dia bilang  “inakkk” dan ini adalah sarapan favoritnya, dan pernah beberapa kali dia beli sendiri roti tawar yang dia suka dan makan dengan selai favoritnya dan hanya bertahan habis 2x botol besar selai nya itu sekarang tak pernah minta beli lagi atau pas belanja dia tak ambil, selain kacangnya masih ada 1/2 toples kecil dia tak makan. Apa dia lupa atau sudah bosan ya….artinya sebenarnya Mr Big ini masih sementara menjajal ragam makanan yang ada.Kayak seorang ibu yang sedang meneliti kelakuan anak nya yang beradaptasi dengan makanan 😀

Ada lagi yang lucu, kalaupun dia bilang tak suka sesuatu belum tentu kenyataanya iya, awal-awal datang dia selalu bilang tak suka tofu, nah di Indonesia kan ragam makanan kita tak bisa jauh-jauh dari tahu atau tempe. Tahu kan kalau di bahasa Inggris kan anggaplah tofu ya, kandunganya kan sama. Cuma pengolahannya yang beda. Jadi setiap dia lihat kita makan diluar dan ada tahunya aku selalu makan dan tak pernah menawarkan ke dia, dan karena setiap dia mau makan dia tanya ini apa, karena bingung aku selalu jawab “tofu” langsung dia kasih ke piringku. Nah si tempe yang saudara kandung tahu cobakan dia icip, dia makan kok walau mukanya jadi kelihatan lucu. Dan dia tak bilang ini tak inak.

Suatu hari saat kita ke penjahit langganan Mr Big ambil batiknya, setiap kesana saya suka beli cemilan snack dan minuman buat si anak penjahit yang kecil-kecil atau nanti disana di makan rame-rame, nah yang ada sore itu penjual gorengan adanya tahu goreng isi, pisang goreng, ubi goreng, dan saya belinya ubi goreng dan tahu isi di campur donk dalam satu kantong.

Sampai disana kita cerita-cerita dan makan tuh gorengan karena kedua anaknya Si Tukang Jahit andalan pada keluar kota sama istrinya jadi kami bertiga menyantap deh gorengannya di hari yang panas terik itu. Saat makan ubi goreng dia nanya dulu kan saat aku jawab dia pun makan, lanjut lagi dia ambil tahu goreng isi, dia teriak lagi nanya ke saya, aku jawab “tahu!iiinaaakkk” makan saja!” karena aku kemudian sibuk lagi dengan Pak Tukang Jahit dan kuamati diapun langsung makan tuh tahu dan tak ada perubahan ekspresi di wajahnya dia dengan lahap habiskan dan ambil lagi dalam kantongan plastik gorengan selanjutnya. Dan dia tak muntahkan.

Hahahah dalam hati saya tersenyum, oohhhh jadi sebenarnya dia bukan alergi atau tidak suka, dia akan suka makanan yang tergantung racikannya. Kalo di Indonesia kan, makanan kita misalnya tahu goreng di beri isi jadi tak murni tahu dan nampaknya dia suka, dimakanya pakai lombok. Dan dia masih kadang kalau kebetulan ada gorengan ambil tahunya dan dia tak komplain berarti apapun yang dia bilang tak suka ya belum tentu, tetap saja akan selalu “Inaaak”!!!!

Jadi sekarang aku tak pernah peduli mau dia suka atau tidak aku tetap bawakan makanan dan semuanya “inaak” dan yang paling penting dia hangatkan dulu di oven/microwave dan dia akan santap dengan lahap. Dan setiap selesai makan pastinya Mr Big selalu bilang “Inaaaak ” aduh gagal nih istrinya ajarin bahasa indonesia dengan ejaan yang di sempurnakan.

4 thoughts on “Inaaakkk ( Enak )

  • November 4, 2013 at 5:08 pm
    Permalink

    Suamiku ga suka makan tahu, dia bilang rasanya neh, trus ga suka sambal kacang pada gado-gado dia bilang aneh juga. Ya udah ga ada saingan buatku klo bikin 😆 .

    Reply
    • November 5, 2013 at 11:49 am
      Permalink

      semua makanan yang dulu dia bilang tak suka ternyata perlahan-lahan dia mulai suka kok, ada ada aja ya, contohnya kue kering kalau lebaran katanya terlalu manis, pas ibuku kalau datang suka bawa setoples dan dia jadikan snack sembari main laptop, habis juga kok, malah dia bilang favoritnya.hahahhaa ada ada aja ya…

      Reply
  • November 4, 2013 at 9:07 pm
    Permalink

    heheheh sptnya memang begitu tergantung racikannya. kalo enak apa aja masuk kog 🙂

    btw suami saya juga gak bisa2 menyebut dgn benar e spt pada delapan, sembilan dan sepuluh dan kemana 😀

    salam
    /kayka

    Reply
    • November 5, 2013 at 11:51 am
      Permalink

      Benar mbak Kayka, sekarang sistem perutnya sudah kebal sekarang… awal-awal saja biasa diare karena makan jalangkote hehehe… untuk pengucapan kata tertentu juga masih kacau, tak apalah sembari belajar..harus sabar nih jadi ibu ekhhh ibu=istri bule ….lol

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *