Nikah sama WNA = mahal

Mau berikan summary dan pencerahan buat adik-adik junior-junior saya berambisi mau melakukan kawin campur alias nikah sama WNA. Mari kakak screening dulu ya sayang apa-apa yang mesti membuatnya mahal, tak akan mahal sih kalau nikahnya dengan Mr Nice Guy yang pernah diceritain mbak Noni di blognya yang jadi favorit saya tentang kisah nyata soal cinta abadi kayak telenovela deh. Berdompet dolar or euro yang punya banyak harta dari negaranya atau mungkin memang asal keluarga kaya raya. 

Namun karena kisahku tak seelok cerita cinderella jauh malah   bukan berarti saya kurang bahagia ya, namanya juga manusia tetap aja kebahagian rada rada gimana gitu, so  far sih i am happy  untuk apa yang kami telah lalui dengan berbagai aral melintang hingga sekarang pun benturan benturan itu selalu terjadi. Intinya bagi saya yang telah alami sendiri menikah sama WNA itu jika dirimu sebagai tuan rumah kayak saya ini ya, entahlah apa ini berlaku sama kalau misalnya saya yang hijrah ke Amrik kampung Mr Big saya belum tahu soalnya belum terjadi dan semoga tak akan pernah terjadi, cuma mimpiin kunjungan jadi turis aja dah happy kok. I LOVE INDONESIA so much jadi kami akan stay di sini aja.

Summary kenapa nikah sama WNA itu jadinya Mahal buat saya  sbb :

  1. Urus surat, untuk masuk INDONESIA saja kan perlu uruskan visa, nah untuk kepengurusan Visa ya sang calon istri donk yang mesti repot uruskan dan carikan jalan untuk di sponsori, bisa juga langsung dengan VISA ON ARRIVAL untuk beberapa negara tertentu kalau negara lain, silahkan buka website dan kembali pusing berkomunikasi dengan calon dan urusan birokrasi dimulai.
  2. Urus Visa & Izin Tinggal, Kalau sudah dapat Visa nantinya tetap akan mengurus izin tinggal dan perpanjangan setelah masuk Indonesia, jadi sang calon istri mesti lincah dan segera bergabung di komunitas ibu-ibu pelaku kawin campur biar dibantu urusin surat dan kerepotannya. Waktu mau jadi sponsor Mr Big untung ada saving account yang sudah aku siapkan dari setahun sebelumnya untuk nanti dikirim ke konsulat sebagai syarat berkas sponsor. Tetap saja bih butuh modal biar saldonya sedikit , duit lagi kan hahahahah.
  3. Birokrasi surat nikah, Nah ini mesti siap mental, bolak balik ke KUA, ke lurah dan lain lain dan siap siap suruh bayar mahal karena calonnya Bule. Intinya siapkan dana 1 juta deh buat urusan KUA nanti 🙂
  4. Pernikahan, selama setahun di rencanakan dari punya mimpi unik dan hemat sampai mau yang keren kayak di dalam tv hahhahah akhirnya semampunya itupun budget dicoba di press sana-sini akhirnya tetap saja bengkak dari perkiraan hiks mana budget ini tanpa campur tangan orang tua, murni Mr BIg 2/3 +  sisanya aku nombokin bantuin. Inipun dianggap sederhana loh, mulai dari urusin merchandise unik dengan segala dilema dan drama yang tercipta, undangan mesti design keren sampai ada teman di kantor kagum dan ngaku kalau undangan kami adalah yang paling keren dimatanya dengan designya, thanks to bebe yang telah mendesignnya untuk kami. Dan pattern pola nya juga yang telah menghias gelas merchandise pernikahan kami yang imut-imut.Dan semua itu di urus oleh saya dibantu teman-teman dan keluarga. Capeknya luar biasa. Tiada tara! Dan bikin kantong kering.
  5. Dokument setelah nikah, ini lagi mesti diurus, legalisasi pernikahan ke kedutaan suami lah, legalisir buku nikah di KUA lah, sampai saya legalisir 20 lembar hahahah pasti butuh duit lagi donk ya, terus perpanjang VISA suami lagi, atau konversi ke KITAS dan itu butuh uang, tenaga, effort, telpon sana -sini, hidup penuh perjuanganlan.
  6. Adaptasi dengan suami di kehidupan sehari-hari. Contoh kecil, sebelum nikah  listrik di rumah kapasitas cukuplah buat saya dan adikku. AC, tv dan lain-lain sudah cukup, nah setelah menikah ketambahan suami donk ya, dan mesti mandi dengan water heater tiap kali dia keringatan, AC dan laptop menyala terus, secara perbedaan iklim di kampungnya dan disini beda jauh. Kipas angin sepanjang hari menyala. Dulu yang kapasitas 1300 KWH saja cukup karena tak kuat beban jadi mati terus. Akhirnya mesti upgrade sampai 2300 KWH. Untuk ini mesti bayar lagi effort lagi. Uang lagi donk ya. Mobil untuk ukuran Mr Big kekecilan, mimpi kami mau beli dan upgrade mobil pasti butuh uang kan? ayoooo coba pakai daun saya sih bakalan senyum-senyum saja.Sebelum nikah kan saya jarang nonton  TV di rumah paling nonton berita itupun waktunya terbatas secara saya kerja, sejak nikah sebelum Mr Big dapat kerjaan kemarin kan kebanyakan di rumah kasihan dia cuma melongo sepanjang hari depan laptop ya kasihan juga dia butuh TV luar negeri biar ada teksnya biar bahasa Indonesia nya lancar. Pembenaran dia saja kali alasan biar pasang TV Kabel. Setelah analisa akhirnya kuputuskan beli antena parabola saja biar tak perlu bayar bulanan lagi demi hemat.Ya ini butuh uang lagi kan. Siapa bilang ini pakai daun!(*esmosi nieh )
  7. Les Bahasa Indonesia, biar mudah dalam beraktifitas tentunya butuh percepatan donk ya salah satu pilihannya les bahasa, dan carinya disini susah dan MAHAL! Seorang professor pernah menawarkan ajari Mr Big bahasa INDONESIA 700 ribu/jam langsung saya mengundurkan diri dan mencari pengajar  yang mau dengan bayaran 1 juta per level sesuai kemampuan kami.
  8. Mau jalan-jalan atau tamasya sama suami maunya murah meriah ekh karena dia BULE semua jadi MAHAL, Baju di toko tak mau disc, harga-harga barang jadi mahal karena adanya dia disamping saya. Pengemis berdatangan minta duit sama Mister padahal dia sangat benci sebutan Mister itu. Jadi semuanya jadi tak damai deh.Penyesuain makanan, pastinya donk tetap dia kangen sama makan asalnya, pokoknya butuh uanglah.
  9. Izin Kerja, Selain kepusingan urus izin tinggalnya anda akan dihadapkan pada izin kerja, WNA tak bisa kerja di INDONESIA Tanpa IMTA ( Izin mempekerjakan Tenaga Asing) bagi perusahaan yang mau menerimanya, bilangnya sih enak, nyatanya di Makassar kota yang sebesar ini, banyak perusahaan mau pekerjakan Mr Big tanpa bayarkan izin nya ini, dana kompensasi yang dibayarkan ke negara oleh perusahaan itu adalah USD 1200/tahun. Banyak yang mau pekerjakan secara ilegal saja. Mau guru asing bule native speaker tapi bayar murah meriah.Resikonya kalau kedapatan tak tanggung-tanggung DEPORTASI!!!! Kalau itu terjadi yang menderita sang ISTRI .Makanya banyak istri yang rela bantuin suami urusin IMTA dan bayar sendiri yang penting suami kerja dengan legal. Kasihan kan mesti bayar 12 juta belum urusan administrasinya urusan sampai di Jakarta pula.Repot deh pokoknya.
  10. Dirikan Usaha, selain rempong urusan kerjaan, opsi berikutnya buat usaha biar suami WNA bisa bantu istri kan suami tak bisa atas nama. Namanya juga bangun bisnis semua butuh modal awal kan, tak pakai daun mangga hahahahah!!! Butuh UANG pemirsaaaaaaaaaaahhh!!That’s why I LOVE MONEY!
  11. Anak, nanti jika punya anak hasil pernikahan campur, siap siap langsung urus suratnya, mulai dari urusan buat passport ganda, INDONESIA dan passport asing nya, kalau urus passport kan bisa di sini lah kalau asingnya ya mesti di kedutaan negara suami, mesti ke JAKARTA atau SURABAYA.Pastinya butuh akomodasi transportasi dan semuanya pakai UANG lagi pemirsaaaaaaaah!!!
  12. Perpanjangan surat, KITAS suami tiap tahun mesti di perpanjang bayar normal 755 ribu/tahun dan sampai dua kali perpanjangan baru bisa ambil KITAP  yang sifatnya lima tahunan biaya KITAP 3 jutaan lebih lah. Jadi karena suami WNA tinggal di Indonesia nya mesti bayar dan itu semua pakai UANG ya!!!!!!!!Demikian juga kalau dia mau ke luar negeri supaya surat-suratnya KITAS/KITAP tak hangus mesti bayar lagi. Belum lagi urusan surat di catatan sipil dan surat di kantor polisi, ada namanya SKLD ( surat keterangan lapor diri ). Tiap tahun di perpanjangan dan semuanya pakai yang namanya UANG !!!

Nah biarlah 12 ini cukup memberikan pencerahan bagi yang masih awam terkait birokrasi yang mesti kami hadapi sebagai kawanan pelaku kawin campur.Siapkan iman dan keteguhan hati, cinta yang tak berkesudahan dan tentunya tanam pohon uang di belakang rumah, atau berharaplah yang datang WNA keturunan kerajaan dari negeri antah berantah yang punya uang yang tak pernah ada habisnya .Oh ya ini suratnya akan mudah ketika asal suami dari negara-negara tertentu ya ada beberapa negara yang menurut pengalaman teman-teman pelaku kapur ribetnya minta ampun.

Jadi kalau melihat pasangan kapur berjalan bersama dengan tangan saling menggenggam erat di negara ini, bayangkan saja sudah 12 langkah berat yang mesti dilakukan, oh ya ini tak termasuk bagi WNA yang datang karena di sponsori perusahaan ya, dan dapat istri lokal. Kalau ini kan lebih mudah. Tapi tetap saja bagi sang istri yang WNI yang akan menanggung beban lebih berat. Jadi jangan selalu mengaggap semuanya mudah dan murah. Bagi saya perjalanan kami hingga saat ini penuh perjuangan. Karena kami berdua memang hanya orang biasa dengan ukuran dompet yang biasa saja jadi semuanya diperjuangkan dan doa-doa keluarga dekat dan sahabatlah yang memudahkan jalannya.

Postingan ini bukan mau menakut-nakutin ya cuma gambaran realistis saja biar sang calon pelaku kapur lebih siap mental dan sudah siap dengan resiko yang ada namanya berbagi informasi.

Salam hangat dari kami Me & Mr Big

Happy Week end Everyone 🙂

27 thoughts on “Nikah sama WNA = mahal

  • November 3, 2013 at 7:48 am
    Permalink

    Ya ampun les bahasa Indonesia secara privat mahal sekali ya, nyari duit banget sih tuh gurunya hehe. Disini yg privat bahasa Jerman 150rb per jam pun sudah kutolak 😀 .

    Sendainya ada pohon duit ya mbak, aku pengen punya 1 deh hehe.

    Reply
    • November 3, 2013 at 11:08 am
      Permalink

      Memang dulu yang saya temui satu-satunya prof ahli bahasa Indonesia yang ngajar di Universitas, langsung ditawari harga segitu langsung ngacir deh saya. Bayar sejuta se level itu saja masih mahal dan jauh pula Mr Big yang mesti ke tempat lesnya, hasilnya dua level ya mengecewakan sih tapi faktor yang diajar kali yang rada lambat atau apalah…udah berhenti sekarang…fokus kerja dulu 😀

      Reply
  • November 3, 2013 at 5:18 pm
    Permalink

    hallo siti,

    kunjungan balik nih. salam kenal dari jauh 🙂

    point2 yg sangat bagus sekali. kalau bisa memilih saya kepinginnya tinggal di indonesia saja. tapi udah nyerah aja deh berurusan dgn birokrasi di tanah air…

    salam
    /kayka

    Reply
    • November 4, 2013 at 1:58 am
      Permalink

      Makasih makasih mbak, senangnya nambah teman sesama penderita eh pelaku 😀 , emang kalau disana birokrasinya gak seribet di tanah air ya mbak, mesti tetap bayar sesuatu lah ? bisa kerja dengan mudah gak ? kalau disini sudah baca kan apa yang saya lalui.. berat dan melelahkan………namun itulah seninya…jadinya kan ada bahan untuk cerita ke anak cucu nantinya 🙂

      Reply
      • November 4, 2013 at 8:49 pm
        Permalink

        hehehhe sama2 btw jd bisa belajar apa yg hrs dilakukan klo kepengen tinggal di indonesia.

        birokrasi di jerman kelas berat mbak dan rata2 ada uang adm nya cuma semuanya jelas dan transparan. soal kerja relatif juga tergantung kerjanya mau dimana.

        salam
        /kayka

        Reply
  • November 6, 2013 at 2:40 am
    Permalink

    oh ya jadi dah betah di Jerman donk ya… sebenarnya dimanapun kita hidup ada + & – nya ya..sisa gimana menikmatinya cuma saja ada yang rada sulit mungkin butuh kekuatan untuk beradaptasi ya… dan semua proses yang dilewati dijadikan catatan perjalanan yang indah.. ^_^

    Reply
  • February 7, 2014 at 1:57 pm
    Permalink

    Loh bukannya cari WNA alias jadi “white hunter” tujuannya supaya tidak tinggal di Indonesia, so 12 langkah berat / kesulitan tersebut jadi sirna…. termasuk kesulitan yang lain: harus tetep gawe. Ideanya dapet WNA adalah supaya bisa jadi “Lady of Leasure”… ga usah pegel mikirin cari duit, dan apa-apa tinggal di beliin suami yang penghasilan dolar. Bayangkan, penghasilan dolar belanja rupiah…. dibandingin penghasilan rupiah belanja dolar (kerja di Indonesia, liburan di Amerika… mana tahan deh…)

    Reply
    • February 7, 2014 at 2:18 pm
      Permalink

      makasih dah di follow ya mbak, salam kenal… kalo saya kebalikannya semua itu..mungkin saya aja yang beda kali dengan yang lain…. disini kami penghasilannya rupiah dan tinggal di negara yang pakai mata uang IDR jadi orang biasa.. so far alhamdulilah masih bisa menikmati… dengan warna warni ruwet nya 🙂

      Reply
  • May 11, 2014 at 3:06 pm
    Permalink

    assalamu’alaikum mbak siti
    saya merasakan apa yg mbak rasakan. sya nikah sm laki2 yg biasa2 aja ekonominya. saya sempet frustasi sm birokrasi kita. 1 tahun suami saya bolak balik kluar karna bgitu susahnya mendapatkan informasi yg benar mengenai kitas. pdhal yg saya tanya orng imigrasi.
    1 tahun penuh stress, urat saraf tegang smua.
    saya mau nanya mbak. ini sudah mau masuk perpanjangan ke-2 kitas suami saya. apakah butuh di urus sampai jkt atau di kota saya aja? trism ya mbak. salam kenal

    Reply
    • May 11, 2014 at 3:25 pm
      Permalink

      hai mbak erfina, salam kenal 🙂 senangnya dapat kawan seperjuangan yang baru, sama nih bulan Agustus nanti saya juga urus perpanjangan KITAS suami, menurut pengalaman teman2 tak perlu semua cuma diurus di kanim saja, tetap ke dirjen sih tapi yang kirim dari kanim… lebih mudah katanya di banding buat pertama kali..

      Reply
  • May 14, 2014 at 5:14 pm
    Permalink

    Halo mba siti salam kenal. Mau tanya dong wkt menikah dgn wna pakai visa apa ya? Visa turis bisa gak yah? Aku rencana mau menikah dgn wna akhir thn ini… mohon pencerahannya yah…..

    Reply
    • May 14, 2014 at 10:42 pm
      Permalink

      Hai mbak nita salam kenal juga, untuk visa nya bisa visa turis ( voa) tapi cuma diberi waktu 30 haro saja, dan perpanjangan bisa 3 kali sih tapi ribet, atau visa kunjungan ( sosbud) waktu saya nikah suami masuk ke Indonesia pakai visa sosbus, sy sebagai sponsor..jadi ngurusnya dr kedutaan Indonesian terdekat dr lokasi calon berada….

      Reply
  • June 15, 2014 at 5:09 am
    Permalink

    Liat ini jadi mikir lagi kalo habis nikah tinggal disini sedih 🙁 kebetulan calon suami juga dari ekonomi yang biasa2 aja

    Reply
    • June 15, 2014 at 9:38 am
      Permalink

      iya mbak balqis, dipikirin matang2 juga… adaptasi susah,, gak semudah yang di ucapkan.. teori lebih mudah di ucap prakteknya berat………….. bagusnya suruh kerja disana dulu cari duit maksimal baru hijrah kesini buka usaha……..

      Reply
  • February 11, 2015 at 7:31 am
    Permalink

    Halo mba Siti, tulisannya sangat menarik, semoga mba Siti tetap semangat…..roda itu berputar mba…siapa thau mba siti kedepannya bisa sukses Amiiin….. meskipun kalau menurut saya jika ingin menikah dengan WNA, sebaiknya dengan yang sudah mapan dan bergaji dollar, supaya tidak gali lobang tutup lobang…tapi jodoh dan rejeki sudah diatur selama kita berusaha….ya sudahlah…

    Reply
    • February 15, 2015 at 4:11 pm
      Permalink

      iya memang roda berputar… jadi tak pernah putus harapan dalam hidp dan saya menikmati warna hidup tersebut…

      Reply
  • March 10, 2015 at 4:39 pm
    Permalink

    birokrasi oknum tikus-tikus di capil, kua, dll itu yg bikin mahal, kepala kua itu memegang amanahnya dengan sangat sombong dan ringan, saya ingat waktu datang dikasih senyum enggak, judes, minta duit gede lagi astaghfirullah ga dikasih kita jadi sulit dikasih kena dosa suap, ya Allah ampunilah dosa kami, semoga oknum tikus-tikus ini diberi hidayah aamiin.

    itu pak kua entah gimana malamnya bisa enak tidur ya setelah menyulitkan banyak orang? =) ga punya hati bener deh.

    insya Allah besok besok urusan lagi sama birokrasi ga mau urusan lagi sama kasih duit biar diancam juga kalo perlu kita ancam balik ya ga mba siti hehehe =), selalu ada jalan.

    Reply
    • October 16, 2015 at 1:20 pm
      Permalink

      Benar sekali. Aku juga di palak habis2an sm oknum2 itu. Bhkan dr RT RW jg. Kyakny ada sekongkol sogokan deh. Bagi hasil gitu. Hahahaha. Mkny aku persiapkn bnyk dokumen n syarat2 nikah sm bule. Aku print semua syarat2 itu dan aku serahin ke meja oknum jika mreka mnta syrat yg ga ada tertulis. Biar mreka tau klo kita tdk bisa di bodohi. 🙂

      Reply
      • October 16, 2015 at 11:57 pm
        Permalink

        mantap mbak harus begitu biar kita dah siap menghadapi, biasanya kalau sudah begitu mereka sudah bingung dan tak berani neko neko lagi..

        Reply
  • October 16, 2015 at 1:15 pm
    Permalink

    Ya bnar mbak siti. Calonku wn amrik juga orang biasa2 aj, ga kaya tapi untuk urus dokumen pernikahan di sini (indonesia) udah di persulit dan bayar mahal mulai dr RT ampe capil. Semuanya mnta jatah karena melihat calon warna putih dan ngomong bahasa inggris. Hrs bnyk sabar ya. Lol

    Reply
    • October 16, 2015 at 11:53 pm
      Permalink

      pasti, baru calon aja harus extra ya nah setelah nanti siapkan sabarnya seluas samudra ya itu kalau tinggal disini….

      Reply
  • October 19, 2015 at 7:52 am
    Permalink

    hello mbak, saya udah baca tulisannya mbak dan isinya itu emang greget bgt hahaha, suami saya wn perancis dan kita tinggal di kampungnya dia,udah mulai berpikir kita bakaln pindah ke indonesia buat bikin usaha juga, saya gak mau dia ntr kerja sama perusahaan hiihihi dan yes apa apa di indo itu jadi mahal bgt kalo udah liat itu bule yg jalan ama kita, beuh bikin nyesek hati aja bawaannya kalo jalan sama doi hehehe tapi alhamdulillah semuanya emang harus disyukuri, kebetulan suami saya juga bukan berasal dari keluarga kaya raya, dia kerja sendiri banting tulang di negaranya buat hidup, hampir semua pengalaman mbak diatas udah saya alami juga hahahaha saudara sependeritaan nih, oiya salam kenal dari saya mbak

    Reply
    • October 19, 2015 at 9:11 am
      Permalink

      salam kenal kembali mbak Julie…

      Reply
  • November 26, 2015 at 7:06 am
    Permalink

    Hai Sist siti salam kenal😊
    Sama Mb aku juga Lgy siapin all documents buat nikah wuahhhhhh butuh perjuangan bgt ya mba…

    Reply
    • November 26, 2015 at 7:34 am
      Permalink

      salam kenal juga Tyas, welcome to the club yaahhh selamat ber rempong ria…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *