Cara Mendaftarkan Haji buat WNA di Indonesia

Beberapa waktu lalu, setelah bertahun tahun ditawarkan oleh salah satu bank syariah waktu masih tugas di Manado di 10 tahun  lalu untuk mendaftarkan haji regular dengan system mencicil namun karena belum sadar saat itu dan belum dapat hidayah, masih lebih senang traveling ke negara tetangga yang lain dari pada prioritas ibadah haji, dan baru tahun 2019 ini saya menjadi sadar setelah tahu bahwa daftar tunggu haji regular Indonesia lamanya minta ampun, apalagi dari Sulawesi selatan, bisa sampai 40 tahun di listnya.

Kalian bayangkan misalnya seperti saya baru nyadardi usia 30-an keatas menjelang kepala empatan, dan misalnya dapat jatah 40 tahun lagi kebayang berangkatnya di usia 70 tahun-an itupun beruntung kalau masih dikasih jatah umur panjang. Jadilah saya semangat mencari informasi dari awal tahun ini.

Karena domisili saya di kota Ambon, sedangkan KTP saya adalah ktp Makassar maka saya tak bisa mendaftarkan untuk tabungan haji dari kota Ambon, menurut  beberapa bank syariah yang sempat saya datangi aturan seperti itu karena ini terkait jatah pemberagkatan nanti kecuali saya mau me mutasikan KTP saya ke kota Ambon dan berangkat dari Ambon. Hal itu tak mungkin terjadi karena saya tak berasal dari Ambon saat ini hanya merantau karena mencari nafkah  / bekerja.

Akhirnya gayung bersambut, sejak Maret, April, Mei sampai Juni saya banyak mendapatkan jatah pulang ke Makassar karena banyak meeting disana, saya kemudian menyempatkan 1 hari kerja untuk mengurus birokrasi pendaftaran di salah satu bank syariah di Makassar untuk pendaftaran Haji regular bagi saya dan suami WNA ( Mr Big ).  Mari simak cara proses nya sebagai berikut :

  1. Tentukan Bank yang ingin didatangi, pastikan mereka sudah punya program tabungan haji,saya memilih BNI Syariah karena lokasi nya sangat dekat dengan hotel  tempat meeting saya berlangsung dan apartment jadi mudah kesananya dan kedua adalah rekening utama saya dari pendapatan utama BNI jadi transfer ke BNI syariah pun gratis tanpa biaya, jadi aliran dana bisa lancar tanpa  hambatan. Karena pasti saya harus disiplin tiap bulan menyetor sejumlah uang biar dananya  bisa tercapai.
  2. Bawa berkas untuk pembukaan rekening haji di BNI SYARIAH dibutuhkan untuk WNI ( KTP, NPWP Materai 6000, Isi form ) sedangkan buat WNA ( KITAP/ KITAS , copy paspor halaman depan, Materei 6000, isi form ). WNA harus hadir dan bertanda tangan langsung dalam formulir tersebut. Sempat ada ide mewakilkan karena pada saat pendaftaran perdana saya sendiri yang mendaftar nanti setelah libur mudik lebaran kemarin suami ikut mudik jadi sekalian mendaftarkan nya juga ke bank yang sama dengan proses yang sama.
  3. Setor perdana minimal Rp 100,000.
  4. Prosesnya hanya 30 menit dan selesai deh buku tabungan akan diserahkan, tertera saldo kalian, untuk mendapatkan porsi haji maka saldo harus mencapai Rp 25 juta per orang di dalam buku tabungan dan harus di lebihkan Rp 100,000. Pastikan saldo mencapai itu baru kembali ke bank untuk melakukan setoran foto dan pendaftaran ulang.
  5. Setelah saldo mencapai sejumlah yang di persyaratkan diatas untuk bisa di daftarkan di kementrian agama kota Makassar maka saya ke bank kembali dan sebelumnya harus melakukan sesi foto studio, atau bisa juga kalian cetak foto, silahkan datang ke studio foto dan infokan foto untuk  pendaftaran haji mereka pasti akan paham ukurannya  ada 2×3, 3×4 dan 4×5 banyak lembaran nya. Budgetnya perkiraan Rp 75k termasuk dengan sesi foto untuk 2 orang, kalau saya di Makassar di area Panakukang ada GOLDENA Foto di Jl Pengayoman yang dulu tersohor, bisa di tunggu langsung jadi, lalu balik ke Bank nya ke CS membawa sejumlah foto, CS akan memberikan lembaran kertas dan juga mengambil beberapa lembar foto untuk filing mereka. Sisa 2 lembar form akan di berikan ke nasabah untuk di bawah ke kantor kementrian Agama Islam Kota Madya Makassar di jl Rappocini raya Makassar.
  6. Berkas dari Bank saya bawa ke kantor kementerian Agama, suami WNA harus di bawa juga karena ada yang harus ditanda tangan dan juga pengambilan foto dan biometric. Sempat terjadi drama kecil di kantor kementrian Agama Makassar, dimana harapan saya terhadap pelayanan haji itu sangat tinggi, namun apa yang saya temukan sungguh di luar harapan, saya datang siang jam 2-3 an petugas agak sepi adanya 2 petugas senior yang sungguh sangat disayangkan merokok dengan asap mengepul dalam ruang pelayanan yang ber AC,  ada jejeran kursi kosong yang ditinggal petugas masih istirahat mungkin, dan juga beberapa petugas bank yang ada disana, sempat saya disuruh balik melengkapi data karena kata petugas barusan ada kejadian WNA mendaftar haji di periode kepenugasan si petugas tersebut jadi beliau menelpon sambil masih menghisap rokok di depan saya padahal saya sudah sempat memberi isyarat dengan mengibas ngibaskan tangan tanda tak suka asap rokok namun si Bapak masih terus menghisap rokoknya. Denga agak sombong menjawab bahwa untuk WNA saya wajib melampirkan beberapa dokumen ( Buku nikah, paspor WNA, KITAP ) sedang saat itu saya tak bawa karena dokumen tersebut di Ambon. Terkesan di persulit padahal tidak mungkin pihak bank akan menerima aplikasi saya kalau semua dokumen tak lengkap. Jadilah saya keluar dari sana karena malas juga dengan arogansi si petugas dan gaya pelayanan seperti itu. Segera saya  lengkapi berkasnya dan datang keesokan harinya, namun saat beranjak pulang pertolongan datang, salah satu sahabat suami di beberapa kegiatan English camp di Makassar muncul dan memeluk beliau, mereka akhirnya bertemu setelah 2 tahun lebih dan anak muda ini sekarang sudah menjadi PNS di kementrian agama Kota Makassar. Di bantulah saya info detail nya dan untuk besok datnag lagi dan menghindari petugas yang arogan tadi. Karena ternyata di instansi ini juga lumayan banyak celah buat pungli.
  7. Keesokan harinya saya lengkapi lah data KTP, KK ( dimana WNA tercantum didalamnya ), Paspor WNA, Kitap WNA, saya pun langsung mencari petugas lainnya yang jelas bukan si bapak kemarin, dan yang saya temui hari itu adalah malah ada kaum pejabat disitu juga duduk bertiga sama petugas lainnya sambil merokok. Kasihan warga  yang antri dan melakukan proses di ruangan tersebut mendapat dampak asapnya. Pintu memang sengaja dibuka tapi kan ruangannya ber AC. Entah harus complain kemana, salah satu petugasnya bilang yang duduk merokok itu adalah salah satu kepala, entah kepala seksi or kepala apa. Setelah menunjukkan semua dokumen saya berkas di masukkan ke ruangan saya menadatangani beberapa berkas, lalu menunggu panggilan dari ruang foto.
  8. Saya dan suami di panggil ke ruang foto untuk foto dan rekam biometric. Baru menunggu berkas di kembalikan.
  9. Setelah beberapa lama berkas 2 lembar di serahkan kembali ke saya dengan nomor registerasi, kata petugas yang melayani saya, terus terang semua orang jadi kepo dan penasaran melihat WNA daftar haji, si ibu petugas malah interogasi saya, ketemu dimana, kapan kawin, kok bule nya mata biru beragama Islam ya? dapat dimana ? kok bulenya berjenggot? Bule tapi muka arab ya?  anak berapa?  Sampai menyebutkan beberapa teman yang bersuamikan WNA di Makassar yang pasti pun saya kenal, sambil saling berbisik dan menatap kami, saya hanya nyengir penuh kepalsuan karena sudah muak dengan pertanyaan yang berulang selama bertahun tahun ( 5 tahun lebih ), Mr Big si WNA terdakwapun muak, dan keluar dari ruangan karena di tatap sama ibu ibu petugas baru berbisik ekh ada  bule naik haji sembari nyengir.
  10. Setelah semua drama ini saya segera keluar dari ruangan membawa 2 lembar nomor antrian daftar haji kami pun selesai. Sisa cek di kemudian hari, data saat kami mendaftar yang berangkat di Makassar untuk tahun 2019 adalah yang mendaftar di tahun 2009.  Jadi ya ancang ancang 10 tahun lagi kalau ada rezeki bisa langsung daftar ONH Plus plus yang budgetnya 3x lipat dari regular bisa berangakt tahun depan.
  11. Menurut petugas biaya haji tahun 2018 lalu sekitar 38 jutaan, jadi sisa harus menambahkan sekitar 13 an juta untuk pelunasan. Tentunya diluar dari budget jajan dan oleh oleh. Oh ya satu lagi harus jelas porsi kursi baru bisa masuk daftar kalau tabungan mencapai jumlah tertentu ( Rp 25 jt ) dan sudah di daftrakan ke kementrian agama, saya awalnya pikir dari bank yang akan otomatis daftar ternyata tidak, harus kalian sendiri yang bawa berkas dari bank buat ke kementrian agama kota domisili kalian setelah di foto dan dapat biometrik baru resmi dimasukkan dalam daftar antrian panjang.

Itulah proses pendaftaran haji regular bagi WNA pasangan WNI di Makassar, mungkin secara umum sama di semua daerah yang paling penting sebenarnya adalah izin tinggal WNA nya karena ini berproses pemberangkatan nya menunggu  puluhan tahun sedang izin tinggal KITAP kan Cuma 5 tahun nanti setelah periode KITAP kedua baru bisa perpanjangan seumur hidup jadi kekawatirannya adalah saat jatah kursi haji keluar si WNA sudah tak di Indonesia.Tapi toh ada namanya paspor seharusnya tak masalah asalkan bersama dengan sponsor WNI nya. Terbukti teman saya punya suami WNA di Thailand pun di tahun 2017 lalu pergi haji bersama istrinya dan pemberangkatan dari Ambon dengan program haji regular.

Ibadah haji dalam rukun Islam adalah ada pada nomor lima, untuk yang mampu, saran saya selagi kalian masih muda segera buka rekening tabungan haji, dan cicil saja, untuk dapat porsi kan juga bisa dicicil kalau kalian rajin saja mencicil sebulan 1 juta rupiah maka dalam 25 bulan ( 2 tahun 1 bulan) maka sudah bisa mendaftarkan porsi kursi di Kementrian Agama, sisanya sambil menunggu kalian tabung saja. Toh prosesnya masih bertahun tahun. Saya menyesal kenapa tak dari tahun 2009 saya mendaftar dan pasti tahun 2019 saya sudah bisa berangkat  tahun ini di saat usia masih muda, masih kuat dan energik agar ibadah lancar, kenapa kita bisa liburan tiap tahun ke negara tetangga berulang  tapi kalau sebut Haji berasa berat ya dan selalu bilang nanti saja, nanti saja terus, nanti setelah kalian masuk usia 40 an dan dapat jatah 20 tahun maka beruntung kalau masih ada umur adanya berangkat haji di usia renta dan senja itu bukan mimpi saya.

Bagi saya mendaftar sudah bagian dari niat dan ikhtiar, sisanya serahkan sama Allah SWT semoga dimudahkan dan dilancarkan, bagi pasangan kawin campur yang berniat membawa pasangan berhaji pun bisa kalian daftar di KTP domisli kalian, disegerkaan dan di cicil akan lebih mudah,  langkahya seperti diatas ya, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *