Ramadhan 1439 H/2018 di kota Ambon

Keseruan work trip Mei 2018 beberapa hari menjelang Ramadhan
Keseruan work trip Mei 2018 beberapa hari menjelang Ramadhan

Ramadhan 1439 H / 2018

Sudah memasuki hari kedua Ramadhan 1439 H / 2018, walau sedikit telat saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman teman muslim di seluruh dunia, dimanapun kalian berada, semoga Ramadhan kali ini bisa dimaksimalkan sebagai ladang pahal yang terbaik dan segala ibadah yang dilakukan di bulan suci ini mendapatkan ridho Ilahi.

contoh menu berbuka puasa mr big
contoh menu berbuka puasa mr big

Ramadhan 2018 kali ini kami menjalaninya di kota Ambon, ini memasuki Ramadhan kedua kami di kota ini, total saya bertugas disini adalah 1 tahun 9 bulan, dan terus berhitung. Hidup so far alhamdulilah ibarat naik rolllercoaster ada naik turunnya, pekerjaan, kesehatan, diet, Mr Big dan kegiatannya. Banyak hal yang terjadi kadang karena kesibukan tak bisa di abadikan disini.

menu takjil kami ( low carb ) anggur itu buat saya, kurma buat Mr Big

Ramadhan kali ini  dimulai bersamaan dengan musim hujan yang melanda Ambon, sebenarnya musim hujan tahun lalu sudah dimulai di bulan Desember tahun ini cukup berbeda, musim hujan baru konsisten turun di bulan Mei 2018.

Pilihan spot terbaik paling kiri dekat pembatas dan jauh dari kipas angin
Pilihan spot terbaik paling kiri dekat pembatas dan jauh dari kipas angin

Itupun kalau saya bandingkan dengan musim hujan di Makassar hujan di Ambon itu ada spasinya, dan tak deras. Cukup membasahkan pakaian tapi masih bisa di lewati. Saya tak pernah benci  hujan saya malah senang kalau musim hujan asal taka da masalah dengan cucian dan banjir.Selagi tak merusak barang barang menjadi berjamur dan pakaian jadi basah dan susah kering, saya sangat mencintai musim hujan.

Beda kasus dengan Mr Big, bule ini sangat tak suka hujan dia lebih suka berpanas panas ria dengan panasnya Ambon yang sampai 35 celcius dari pada hujan rintik, ya dunia yang berbeda. Jadi kami mulai Ramadhan kali ini dirumah di Ambon, ya dimana 3 hari sebelumnya saya ada perjalanan ke luar kota. Dan mendarat di Ambon di hari saat ibadah tarwih pertama di lakukan.

Masjid favorit kami ibadah sehari hari tak jauh dari rumah, hari pertama kami hanya berjalan solat subuh berjamaah dan solat tarwih, tapi hari kedua kami naik sepeda motor maklum jaraknya lumayan jauh sekitar 800 meter. Mr Big sekarang tak boleh banyak berjalan kaki kiri ada bengkak perlu istirahat maklum si bule ini selalu merasa kuat 4 bulan terakhir dia suka jalan pagi bersama tetangga kami sekitar 4-2 km per hari.

Tahu sendiri berjalan bagi orang besar adalah butuh fisik kuat, jadi harus paham kekuatan badan sendiri. So ke masjid pun harus naik sepeda motor, alhamdulilah apapun  episodenya hidup ini  tetap indah.

Oh ya channelku sudah hit di angka 1000 subscriber alhamdulilah perjuangan panjang dari Februari, watch time sisa 500 buat dapat di monetize. Target bisa hit 2 minggu ini, perjuangan tak akan berhenti.

Hari pertama puasa saya kena flu berat maklum perjalanan keluar klota dari Yogyakarta non stop selama tiga hari. Tapi tetap saya tak pernah minum /komsumsi obat. Mr Big saya antar ke dokter untuk rawat kakinya pun hanya dia yang berobat saya tetap berjuang dengan flu tanpa obat obatan. Hidung meler sampai sekarang

Jam kantor taka da berubah yang  berubah saya pulang on time buat masak buka puasa.saya malah senang kalo puasa, taka da waku terbuang buat cari makan, dan mengunyah. Lambung istirahat sepanjang hari.Hidup lebih efisien, lebih sehat ya mungkin diawal agak loyo tapi bagi saya malah lebih efisien, mengunyah berkurang jadwal makan focus 2x saja.

Sehari sebelum Ramadhan Mr Big bertemu salah satu ustad favorit saya Syeikh Ali Jaber, Mr Big selalu mendapatkan momentum duduk bersama dengan orang terkenal di kota ini, Beruntung dia, duduk bersama dengan Gubernur Maluku dan wakil walikota. Menjadi bule muslim/ bule muallaf di kota kecil menjadi sesuatu buat Mr Big. Semoga tetap senantiasa istiqamah dan menjadi inspirasi bagi kaum muslim lainnya untuk tetap istiqamah dalam akidah Islam.

Mr Big dengan  Syeikh Ali Jaber, semoga keduanya selalu diberkahi.
Mr Big dengan Syeikh Ali Jaber, semoga keduanya selalu diberkahi.

 

Menu buka puasa? Menu kami tetap menu pola diet keto, ya sangat low carb, protein dan lemak lebih banyak. Sudah menjalani nya setahun lebih walau tak seketat di awal awal. Contoh menu dibawah ini, cake bukanya, saya pakai whipcream yang di mixed menjadi ala ala ice cream saya campur dengan agar agar atau sponge cake. Kurma beberapa buah, dan madu yang pasti. Makan beberapa saja sudah merasa kenyang.

Menu sahur? Ya tetap sama , kadang saya buat kreatif saja biar mr big tak bosan. Di Ambon tak mudah pesan makanan online atau beli makanan jadi lebih aman buat sendiri.

Pusat takjil ( menu buka puasa ) di kota Ambon ada di wilayah Batu merah dan depan Masjid AL FATAH. Tenant dadakan muncul menjual menu takjil kue kue manis, atau es buah dll. Semua ada. Kalau kami bukan pencinta jajanan seperti itu jadi menu buka puasa ya kurma dan madu dan air putih kalau saya the hangat tanpa gula. Hidup dengan low carb dan no sugar benar benar membuat badan rasa ringan.

Solat tarwih ? pasti diupayakan bisa maksimal di masjid dekat rumah, di awal awal masjid penuh. Semga senantiasa penjuh sampai akhir Ramadhan.

Beli baju baru? Sudah beli mukenah baru buat lebaran  buat ibu saya yang exklusive saat diyogya kemarin, kalau baju baru bisa kapan saja. Tak mesti lebaran.Mr Big sudah dapat baju batik baru buat lebaran dan banyak hadiah lainnya hehehe.

Suasana Ramadhan di Ambon aman? Ya sangat aman tetap banyak polisi bersenjata berjaga jaga dijalan raya, macet sudah langganan di area batu merah sekarang pun sama, macet nya 30 menit setiap pulang kantor.Biasa itu. Semoga aman sejahtera ya. Kadang saya menikmati kedamaian hidup di kota kecil seperti Ambon ini, saya mulai berkenalan dengan banyak orang orang Makassar yang berdinas disini dari berbagai instansi,apalagi memang pekerjaan saya sudah terkoneksi dengan mereka, menjaga silaturrahmi diantara mereka membuat hidup lebih mudah. Resikonya ya  harus dikenal dan harus banyak membantu mensolusikan masalah orang lain sesuai dengan pekerjaan ya.Tapi berkahnya banyak, memudahkan hidup lebih hidup. Jadi sungguh nikmat mana lagi yang mesti saya dustakan, Alhamdulilah untuk semua nikmat yang tak terhitung.

Sekali lagi dari kota Ambon Manise  kami berdua mengucapkan “SELAMAT BERIBADAH RAMADHAN 1439 H, mohon maaf lahir dan bathin”

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *