Cerita Trip To Malaysia – Singapore 2017 dari team Amboina Pung Cerita

Trip  To Malaysia – Singapore # Amboina Punya Cerita

Ini kali kedua saya menginjakkan kaki di Negerinya suaminya Laudia Cintya Bella, masih ingat tahun 2010 saya sama teman teman yang yang masih tugas di kota  Manado waktu itu itu kami ikutan trip tour dua negara juga dan menghabiskan 10 hari tour. Terbayang panjang tur kami saat itu, melelahkan sekaligus pada akhirnya bosan juga kalau kelamaan. Trip selanjutnya di tahun 2011 saat umrah plus trip ke Dubai, dan baru di tahun 2014 saat menemani suami ke kampung halamannya di MN, USA, lalu tahun 2015 trip reward dari kantor ke BANGKOK Thailand yang ternyata saya lupa posting. Dan baru kembali berpetualang ke luar negeri di tahun 2017 ini.

Kini tujuh tahun kemudian baru saya punya kesempatan ke Malaysia lagi, dulu tour dari Manado saya berkunjung ke kota Melaka, ke batu caves, ke Grand Palace, Ke Putra Jaya, Genting Highland, Putrajaya, Petronas twin tower  sama tentunya tinggal tiga hari di Kuala Lumpur.

Kali ini tournya berjudul Highachiever MalaySing Tour 2017, sebagai reward  team khususnya team  di Ambon, makanya namanya Amboina  Punya Cerita dari tahun 2016 sebenarnya  kami mau sekali trip ke Korea / Jepang ( mohon doanya di segerakan, inilah salah satu motivasi rajin berangkat kerja )  namun ketatnya dunia persilatan di ranah kerjaan akhirnya terjadi cancel terus dan baru sukses terlaksana tanggal 17-19 November 2017 kemarin.

Kami berangkat dari Ambon menggunakan pesawat Lion air, transit Makassar dan terbang ke Jakarta lanjut lagi ke Kuala Lumpur, perjalanan yang sangat panjang berangkat sore sampai subuh hari di Kuala Lumpur.Sempat ada adegan lari larian saat connecting flight di Makassar yang mana saya order menu keto buat camilan di pesawat dan saya harus berlari ke pintu gate masuk membawa tiramisu keto, kefir, avocado king keto dalam kantongan dan hampir pecah di perjalanan karena pesawat sudah mau boarding ( what a life heheh)!

Kami menggunakan tour dan tour guidenya dari Indonesia yang pasti sudah sering menghandle kantor kami kalau mau hubungi Mbak Metha ( 0811456969 ) dari Apple Pie dan selama di Kuala Lumpur beberapa spot jadi yang masuk dalam list itinerary perjalanan kami yang pertama sebagai berikut :

Day One :

  1. Getting Highland Cable Car, tahun 2010 saya juga kemari  cable carnya sudah berubah lebih canggih dan viewnya tentunya masih sama banyak perombakan wahananya saat kami datang kali ini, beli  tiket kalau tak salah RM6 untuk berangkat dan pulang juga RM 8. Didalamnya sih ada mall dan casino. Cuma memuasakan mata memandang dan foto foto indah dan banyakan wefie. Kalau tahun 2010 saya kesana saya nginap di Hotel First World di Genting kami sempat main snow didalamnya. Kalau extreme nya medan tanjakan cable car nya memang lumayan menukik ke atas. Seandainya kota Wisata Malino di kelola maksimal bisalah menyaingi Getting Highland.
  2. Grand Palace, ini istana Raja namun sudah tak digunakan lagi, ini objek wisata cuma bisa foto di depannya saja, ada lambang negara kerajaan Malaysia kami skip kesini karena para ibu ibu di kantor mau shopping hahahha
  3. Batu Caves , kawasan suci umat agama Hindu di Malaysia, saya juga di tahun 2010 pernah kemari, semuanya tetap sama tentunya ada beberapa renovasi, saya foto foto lagi hanya sempat meniki anak tangga keatas namun banyak monyet ditangga tangga jadi saya  turun kembali, monyetnya  kadang nakali mendatangi orang yang lewat yang membawa makanan / camilan.
  4. City Tour KL, ke PETRONAS Twin Tower foto foto menjelang maghrib, kami sudah tak sempat masuk ke KL Gallery . Intinya puas puasin foto.
  5. Rumah Coklat, ini sudah pasti semua turis selalu disinggahkan disini, semuanya masih sama, harga harga coklat pasti berubah tambah mahal. Saran saya jangan terlalu maruk belanja disini karena promosi buy 4 get 1 akan membuat uang kalian tak terasa cepat habisnya hehehe. Karena saya keto carinya dark chocolate dan itupun kurang dark jadinya buat oleh oleh saya Cuma beli 2 saja.
  6. Mall Pavilon yang tersohor itu jadi incaran para ibu ibu, yang pasti counter terame di serbu emak emak adalah VINNCI dan SEPHORA dan lain lain, entah kenapa brand VINNCI ini paling banyak diminati dari sisi produk okay dan sisi harga mungkin terjangkau buat oleh oleh untuk kelas kami kami. Kalau brand lain maaf lahir bathin harganya bikin mulas dan mual hahhaha.  Emak emak kalau masuk disini lupa diri, tak takt kehabisan RINGGIT dan tak takut over kartu kredit.   Kalau saya belanja sesuai kebutuhan dan kemampuan dan selalu ingat jangan update status biar tak jadi objekan titipan oleh oleh ( tips jitu bepergian irit ) lalu yang doyan kosmetik pasti membandingkan harga kosmetik seperti Sephora di Indonesia dan di Malaysia ternyata harga lebih murah di Malaysia. Kami sempat berpusing pusing di mall mencari arah dengan bantuan google map.
  7. Malamnya bebas deh teman teman yang pasti malamnya kembali menyerbu Mall Pavilon. Orang Indonesia pantang pulang sebelum belanja hahaha

Day  2,Menyebrang ke Singaparna ekh ke Singapore

  1. Selama di Malaysia yang hanya semalam itu kami menginap di Hotel MY HOTEL kawasan Bukit Bintang tetap sengaja ambil lokasi ini biar peserta bisa acara bebas Shopping. Kalau review saya, kenapa ya selalu layanan negara tetangga kita tetap tak sebaik dan seramah INDONESIA. Malaysia dan Singapore dalam hal keramahan tetap saya memuji NKRI untuk keramahtamahannya. Kami stay di kamar imut imut dengan twin bed, dan selalu jadi masalah ada colokan listriknya masih colokan usang yang harus dibelikan konektor colokan  tiga untung disamping hotel ada mini market bisa langsung beli di beberapa hotel baru biasanya colokan tiga atau dua semua bisa untuk versi lama biasanya harus pakai konektor. Menu? masih untung dapat breakfast dan menunya biasa saja, tissue pun irit minta dulu baru dikasih biar kalian tak buang buang tissue. Dalam kamarnya tak ada sandal hotel, tapi di toilet ada spray untuk aktifitas buang air Cuma beda sama di Indonesia kalau di Malaysia ada kran di dinding kalau mau air ngalir keran di putar dulu kalau di Indonesia kan kan sisa di tekan ujungnya sudah tersemprot. I love INDONESIA untuk fasilitas ini hahhaha aku merindukannya. Di Malaysia pun semua tempat rata rata ada  dan pakai kran di dinding cuma ada beberapa yang di letakkan di seblah kanan jadi saya bingung cara menggunakannya. Ini baru negara tetangga coba menyebrang ke benua lain, lebih sengsara lagi, kalau di Amrik sana yang pernah saya alami saya masuk di mall komunitas somalia di MINNESOTA sana ada cerek plastik disediakan buat menyiram biar lebih bersih saja. Kalau di mall umum ya pake tissue cin, Yang lain fasilitas okay lah ya. Breakfast standardlah karena kami sehabis pagi pagi langsung check out dan berangkat ke Singapore.
  2. Menyebrang ke Singapore memakan waktu perjalanan cukup jauh, ditemani dengan bus AC yang masih baru dengan kapasitas 50 orang dengan driver Turunan India warga negara Malaysia bernama Kanan yang doyan menerima telpon dan bergosip sepanjanjang jalan saat menyetir dengan aksen india nya yang lucu. Saya sempat protes takutnya focus dia buyar karena ngegosip di telpon ternyata itu cara dia mengusir kantuk maklum di bus itu dia sendiri tak ada asisten ala ala di INDONESIA yang bantu parkir dan angkat angkat barang. Dan jaringan seluler sepanjang jalan mr kanan lewati tetap okay okay ajah tuh. Kami dapat bus travel yang masih baru dan di dalamnya ada aksesoris kapal perahu Pinisi dari Bulukumba di pajang, pasti ini trik marketing ternyata pelanggan Mr Kanan langgannaya orang Indonesia semua heheh. Perjalanan ditempuh ke Johor itu adalah 4 jam jika  tak macet. Kebetulan di hari jumat adalah hari libur bagi negara bagian Johor bahru yang mayoritas penduduknya muslim jadi jalanan lengang dan lancar. Memasuki imigrasi Malaysia semua lancar tak ada masalah.
  3. Pemeriksaan imigrasi Singapore, walau saat memasuki antrian masih sepi kami diberi beberapa cobaan tiba tiba peserta cowok 5 orang mendapat pemeriksaan random barang barang di cek setelahnya kami di arahkan antri di line yang petugasnya ibu ibu senior dan lumayan wajahnya menegangkan dan 4 x bermasalah dengan computer sampai team IT nya bolak balik bantu alhasil kami antri saja sudah satu jam sampai giliran pertama, saya lolos pertama secara mungkin cap di paspor banyak dan ada visa Amerika, giliran cewek kedua lancar, saat memasuki yang cowok cowok ternyata semua di periksa di masukkan ruang khusus barang barang di buka maklum di rombongan kami ada beberapa new comers yang mana first traveling ke luar negeri dan baru mendapatkan paspor baru keluaran Ambon semua jadi wajarlah kalau di curigai. Kami habiskan waktu menunggui teman 1 jam karena semua peserta pria diperiksa. Padahal petugas lainnya semua, sampai pukul 4 sore lewat baru kelar semua. Lumayan cobaan memang memasuki wilayah Singapore pemeriksaaannya agak ketat mungkin karena rombongan dan banyak cowok cowok usia produktif diantara kami takut dicurigai mau diselundupkan jadi TKI
  4. Pertama kali memasuki Singapore kami langsung dibawah City Tour foto foto dimana lagi kalau bukan spot paling terkenal di Singapore Merlion, Esplanade dan Cina Town ( skip china town sudah tak ada waktu ) Puas puasin foto di Merlion saja lalu lanjut makan malam.
  5. Check in di hotel 81 Dickson Road, entah kenapa setiap trip saya selalu kebagian hotel 81 yang ternyata dimana mana banyak sekali di Singapore dan rate hotel memang malah di Singapore, untuk review hotel ini kami kedapatan single bed, kamar mandi lebih kecil jadi semua menyatu wastafel, cermin dan shower tak kran untuk cebok alias semprot semprot yang ada saya pakai shower. Terus kamar sangat sempit ini aja ratenya sekitaran SGD800 / room no breakfast ya. Mahal kan..! Pelayannya juga kurang friendly tapi standard ramahnya orang Singapore memang beda ya di tanah Indonesia. Terus kami breakfastnya di restoran India muslim bernama Café ALBISMI tak jauh dari hotel.Menu nya pastinya menu india penuh rempah dan kari karian. Saya sebagai keto warrior sama teman teman langganan omelette saja.

Day 4 :

  1. Hari pertama di Singapore pasti nya mengunjungi UNIVERSAL STUDIO Singapore yang mana di tahun 2010 lalu belum di launching. Postingan panjang tentang USS akan saya ulas dibagian lainnya. Puas bermain wahan rollercoaster disana dan belanja sampai puas foto foto
  2. Setelah jam 3 sore kami kumpul dan merambah lagi ke counter di depan USS ada Hardrock Café Shop dan lalu lanjut ke Madame Tussaud berpose mesra dengan para tokoh tokoh hebat dunia. Yang selama ini lihat di TV sepanjang memasuki pajangan patung lilin yang betul betul mirip dengan aslinya, ada bapak Soekarno dan Bapak Presiden Jokowi dari NKRI, dan puluhan tokoh tokoh berpengaruh dunia. Kami bayar RM 22 untuk peserta per orang untuk bisa masuk ke Madame Tussaud ini. Tapi sebelum masuk di Madame Tussaud kami sempatkan juga berfoto foto lagi di depan Big Merlion.
  3. Menikmati skytrain ke Vivocity Mall dimana teman teman saya sempat nyasar yang katanya mall terbesar di Singapore. Malam itu Singapore dilanda hujan besar saya tak sempat belanja apa apa karena semuanya diburu waktu. Kami makan  di foodcourt Vivocity mall di resto korea. Teman teman pasang Ramen. Harga makanna ya minimal USD 6 belum masuk minumnya.
  4. Pulang dari Mall Vivo city saya sama teman teman sevisi belanjanya meluncur lagi ke Chinatown kami naik MRT lagi kami sempat nyasar mencari toko toko murah di CHINA TOWN dan ternyata dapat wow bahagianya mendapatkan ragam merchandise murah disini berasa kaya padahal sehari sebelumnya saat di ORCHAD hahhaha berasa termiskin di dunia melihat harga harga apalagi di USS toko merhandisenya juga mahal mahal.

Day 5 di Singapore,

  1. hari terakhir sebelum sore kami meluncur ke bandara Singapore acara bebas dan malamnya saya sempatkan naik MRT keliling bersama teman teman, seru sekali sebenarnya hanya bayar 1 SGD sudah bisa kemana saja, dan ternyata caranya sangat mudah sisa mencari denah lokasi tempat pemberhentian dengan tujuan terdekat lalu muncul harga dan silahkan pilih jumlah tiket dan ambil tiketnya lalu masuk deh ke dalam gerbong tunggu MRT nya datang naik dan cek pemberhentian nya persis busway lah ya bedanya ini dibawah tanah dan lebih cepat kalau busway kan diatas tanah. Tapi seru lah.  Kami ke BUGIS JUNCTION dari hotel sekitar 800 meter jalan kaki saja, belanja disini juga murah meriah cocok dengan kantong kami. Masuk ke Mallnya di BHG kalau mau dapat barang barang bagus namun masih terjangkau lumayan membahagiakan. Pulangnya kami pakai GPS dan gempor hahhahaha
  2. Check out dari hotel jam 1 siang dan kami meluncur ke bandara deh.
  3. Saat di Singapore kami menggunakan bus wisata yang berbeda dengan driver orang Singapore dan local guide asli Singapore juga. Driver melayu ini lebih sabar beberapa adegan seseruan saat perjalanan ke bandara salah satu peserta yang masih belia merasa kehilangan dompet yang ternyata Cuma salah taro di tasnya terpaksa bus berhenti di jalan tol dan bongkar tas, insiden peserta telat dan nyasar juga terjadi di Vivocity mall maklumlah ini kalau lihat mall kadang sudah lupa diri dan lupa jam. Begitulah seseruannya.

Kalau saya pribadi sebelum berangkat budget sudah saya siapkan tukar uang dengan RM dan SGD malah kembalinya saya masih ada 300 RM dan SGD 0 tapi sempat di Mall gesek pakai kartu kredit untuk beberapa oleh oleh setelah dihitung hitung saya ada over 800K untuk budget awal yang saya bawa dalam trip kali ini. Saya memang tak niat shopping besar besaran maunya hunting monopod buat kamera kesayangan di MUSTOFA shopping mall tapi tak sempat kesana jadinya belum nemu yang sesuai cuma beli oleh oleh buat team di kantor dan suami serta tetangga dan keluarga dekat saja. Buat diri sendiri pun cuma 2 saja. Tapi setiap perjalanan itu punya makna dalam hidup banyak memberikan pelajaran berarti yang bisa dipetik :

  1. Melihat dunia luar, kemajuan negara negara lain dan menyadarkan diri sendiri agar tak terlena dengan zona nyaman yang ada bahwa NKRI harus banyak belajar dari ketertinggalan dari negara negara tetangga yang notabene usia negara mereka masih lebih mudah
  2. Merasakan keanekaragaman budaya dan ras di belahan dunia lain, yang tiap hari Cuma lihat suku suku sebangsa dengan keluar negeri bisa lihat dan rasakan ekosistem multiras, makanan, budaya, tata karma dan lainnya.
  3. Merasakan persahabatan antar team yang mana yang egois, suka menolong akan muncul karakter asli dalam sebuah perjalanan.
  4. Memberikan reward perjalanan buat diri sendiri telah bekerja keras dalam hidup dan kita pantas menerimanya kalau bisa tiap tahun jangan ditunda kalau ada budget  J
  5. Semoga setiap perjalanan membuat kita selalu bersyukur akan nikmat dari Maha pencipta semakin jauh berjalan semakin banyak syukur dan memetik hikmah dan ilmu.

Demikian  kisah AMBOINA Team punya cerita dalam MALAYSING trip for HIGHACHIEVER 2017 see you in the next episode ya

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *