Cerita Gempa Tektonik di penghujung Oktober di kota Ambon

Gempa Oktober 2017 di Ambon
Gempa Oktober 2017 di Ambon

Gempa tektonik di Ambon

Tanggal 31 Oktober menjadi sangat bersejarah dalam kehidupan kami di Kota Ambon, di episode tersebut untu pertama kalinya setelah setahun bertugas kerja di sini barusan terjadi guncanngan gempa bumi.

Berbeda saat sempat mengecap beberapa tahun kehidupan di kota Manado dimana gempa bumi adalah hal yang biasa sehari bisa terjadwal seperti minum obat, dan masyarakatnya pun nampaknya sudah terbiasa apalagi di kota Manado memang ada dua gunung vulkanik yang aktif jadi  gempa kecil sudah biasa.

Kadang saat duduk mengetik di samping laptop gelas air putih nya bergerak  sendiri biasanya dalam beberapa detik, kalau selesai ya adem lagi kalau misalnya lama dan berulang baru deh kami berhamburan keluar kantor.

kerusakan di Mall MCM
kerusakan di Mall MCM

Kisah di Ambon di akhir bulan yang pelik, karena ada meeting di luar di sebuah rooftop hotel di Ambon saya masih sempat fotofoto panorama kota Ambon dari lantai 8 hotel The City, ada sebuah café  RoofTop bernama Bay View  Café, pemandangan ciamik kalau siang hari apalagi di Malam hari ala ala Hongkong ( Hongkong versi apa ya )

View Ambon Bay dari Rooftop Hotel The City lantai 7
View Ambon Bay dari Rooftop Hotel The City lantai 7, di ambil sore hari sebelum gempa di malam hari

Meeting saya selesai jam 4 lewat, saya mau solat azhar namun hotel tak ada musholla, ya padahal saya masih mau tinggal disana menikmati view indah sambil kerja juga pastinya. So buru buru saya turun ke basement ambil kendaraan dan menyetir ke masjid dekat rumah selesai solat ashar sudah lewat jam 5. Mau balik kantor sudah pasti macet jalur   dekat hotel tadi, jadilah saya putuskan pulang tapi singgah beli air gallon dulu buat dirumah maklum lah ibu ibu RT ada aja urusannya. Jam 6 teng saya kelar urusan air dan menyetir sampai dirumah.

 

Semua masih aman terkendali, sehabis maghrib kami makan malam sama MB, setelah makan seperti biasa saya di dapur beres-beres sedang MB di kursinya sibuk dengan edit edit video youtubenya. Mungkin di jam 6 tadi ternyata sudah ada gempa pertama Cuma kami tak rasakan dan tak sadar. Jadi lewat begitu saja,  gempa kedua yang memang 6 SR lebih bisa di cek summary dibawah ya. Saya sedang buat ice cream keto di dapur tiba tiba pintu dapur yang rapat bunyi seperti ada yang gedor saya berteriak wow GEMPA ………..!!! MB teriak balik….what what……………..!!!

Earthquakeeeeeeeeeeeeee………………!! MB yang pake singlet dan celana pendek langsung lari ke teras, ternyata tetangga juga pada lari ke teras semua ada 5 rumah tetnaggga kompleks ku berjejer dan saya ikutan , depan rumah ada ibu ibu sama bayinya masih merah juga keluar sama anak anak lainya sama suaminya. Sejak itulah episode bersilaturrahmi sama tetangga menjadi  dampak positif dari gempa , dari gempa kedua ada sampai 34 kali setelahnya keesokan harinya pun masih ada.

Kami mengungsi ke teras dan ngemil kacang dari Tual oleh oleh tetangga
Kami mengungsi ke teras dan ngemil kacang dari Tual oleh oleh tetangga

Saya yang masih belum menyelesaikan cucian piring pun mengambil baran berharga seperti passport, dokumen penting, amunisi keto laptop dan semua peralatan elektronik di taro ditas masukkan ke mobil. MB juga mengambil semua peralatan penting dia lebih panic dan heboh, menelpon ibunya di sana , terus bolak balik ambil sepeda motornya baru ke masjid dan cek di lapangan banyak sekali orang mengungsi. Kebetulan saya tinggalnya memang di ketinggian jadi masih terbilang aman, akuarium kesayangan MB saya turunkan di lantai, microwave juga takut retak hahahhaa. Baru ambil kursi duduk depan teras sama tetangga tetangga sambil makan kacang dan mengamati informasi di sosmed. Yang lain pada panic menghubungi keluarga saya santai saja . MB bolak balik panic video call sama maminya. Ini pertama kali dia merasakan euphoria gempa di Indonesia.Sayang keisengan saya untuk memvideokan beberapa moment terlupakan karena lupa taro  kamera di mana.

Selamatkan aquarium taro dilantai sebelum kabur keluar rumah
Selamatkan aquarium taro dilantai sebelum kabur keluar rumah

Tetanggaku saking serunya memanjankan kabel colokan biar hp bisa di charge di teras dan meyalakan TV biar dari teras kami bisa nonton, kerusakan yang terjadi yang parah di gempa kedua tadi, atap plafond lantai 2 Mall Maluku City Mall yang tak jauh dari rumah runtuh dan merusak beberapa tenant yang ada ditengah mall.

Ada beberapa keretakan juga di kantor saya karena kami menggunakan gedung yang sudah lumayan berumur jadi retak di beberapa bagian, tak ada korban sama sekali. Namun warga yang ada di kota yang paling rendah di pesisir itu panic dan chaos pada melarikan diri ke daerah atas gunung,  jalanan macet dan bahkan di lapangan Hatukau dekat rumah saya penuh orang dan tidur disana sampai pagi. Sayang  saya tak mengambil gambar moment tersebut.

Retak kecil di musholla kantor
Retak kecil di musholla kantor

Teman teman kantor yang tinggal dikamar kost dekat kantor pada melarikan diri pula ke daerah atas, tapi alhamdulilah kami tetap santai depan rumah. Jam 12.30 terasa cepat berlalu, saya sudah mulai lelah, MB yang video call berjam jam sama maminya juga sudah capek jadi kami sama tetangga memutuskan masuk ke dalam rumah, karena tak ada juga himbauan dari pemerintah.

Saya pun masuk dan terlelap ternyata di jam 2 dan jam 5 subuh masih ada gempa susulan tapi karea karena saya sudah terlelap nyenyak ya tak merasakan keesokan hari baru cek di aplikasi dan lihat summary nya ada 34 kali getaran terjadi dalam kurun 24 jam.

Bahkan malam harinya kembali di jam 12 malam saat saya sedang melakukan gerakan senam TRE ( ini akan saya ulas detail di postingan khusus ) sebelum beristrihat MB sudah terlelap ekh tiba tiba saya merasakan lantai bergerak hahha  langsung bangun ambil jilbab pasang dan jaket lari  ke teras cek dan sepi saya buka HP sudah ada Line teman teman info barusan gempa dan muncullah di sosmed info BMKG dibawah ini.

Saya jadi tak bisa tidur dengan tenang jadinya, tapi saya tak infokan ke MB biar tak panic,  saya ambil HP sambil siapkan jilbab dan jaket dekat tempat tidur kalau ada gempa parah sisa langsung lari saja sambil update di social media.

Ada beberapa hal yang menarik dari kejadiah Gempa di Ambon ini sebagai berikut :

  • Kami jadi tambah akrab dengan teman sekompleks yang hanya beberapa rumah, yang semuanya sibuk dengan kehidupan kerjaan pergi pagi pulang  Ketemu saat sama sama berangkat kantor saja.
  • Ada rasa menambah kesyukuran bahwa selama ini ternyata berasa aman dalam keadaan normal tak ada rasa was was adalah hal yang berharga, kadang sudah larut dalam dunia tak bersyukur atas nikmat rasa aman yang di nikmati selama ini.
  • Persatuan antar teman teman kantor pun di pertebal dimana bos sibuk mencari tahu posisi anak buah dimana dan mengungsi kemana. Dengan adanya kondisi begini teman teman yang diluar Ambon tiba tiba telpon nanya kabar atau WA/ LINE mendoakan dan lain sebagianya. Sebuah anugerah yang indah.

 

Teringat kembali kejadian seperti ini di tahun 2009 kalau tak salah saya masih  tugas di Manado, Kota yang sudah biasa dengan gempa gempa kecil, ada suatu episode dimana terjadi di tahun 2008 gempa keras yang membuat banyak warga manado mengungsi dan di tahun 2009 saya ikut menjadi bagian dari orang orang yang mengungsi tersebut. Bersama tiga kawan di kamar kost-an ada memey dan agnes, kami masing masing bawa travel bag kami. Dan melarikan mobil kesayangan saya waktu masih Silvero dan kisahnya bisa dibaca disini.

Kami baru balik ke rumah jam 1 malam saat sirine pemerintah sudah datang dan menginfokan bahwa sudah aman dan tak akan ada sunami.

Saya malah baru kabari ibu saya saat keesokan harinya saat semua sudah tenang, ternyata ada banyak sekali historisnya, sampai beberapa hari sesudahnya masih ada susulan walau durasi pendek. Pengalaman berharga yang membuat MB terbirit birit panic.com. Sebuah cerita seru dalam episode merantau di kota Ambon Manise.

Baca juga cerita :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *