Explore Maluku 35#Cerita berlibur ke Pulau Buru ( Namlea )

Cerita berlibur ke Pulau Buru
Cerita berlibur ke Pulau Buru

Explore Maluku 35# Pengalaman naik kapal Ferry menyebrang ke Pulau Buru ( KMP Kapal Wayangan )

Kali ini mendapatkan kesempatan menggunakan kapal ferry bernama KMP “Wayangan “ dari pelabuhan Galala, tujuannya adalah pelabuhan Namlea, DI Kabupaten Buru. Membeli tiket bisa langsung ke pelabuhan Galala di loket tiket. Untuk informasi tiket penyebrangan dari Pelabuhan Liang ke Pelabuhan Waifirit bisa dibaca disini.

Peta Pulau Buru
Peta Pulau Buru

Adapun harganya untuk VIP adalah Rp 165,000, sedang yang Kelas bisnis adalah Rp 125,000. Untuk tariff karcis biasa Cuma Rp 87000.

Tiket VIP Galala Namlea
Tiket VIP Galala Namlea

Sekarang mari kita lihat perbedaan antara  kelas VIP dan bisnis dan kelas biasa.

  • Kelas VIP, mendapat jatah di lantai tengah, dan ruangannya full AC, ada kamar mandi masing masing ada 4.Dipisahkan antara wanita dan laki laki. Yang seru adalah expectacy saya naik VIP ini adalah mendapatkan Kasur masig masing / tempat tidur terpisah,ternyata tempat tidur dempet dengan bertingkat dua, dan bagian kepala kita ada tempat barang, kasurnya empuk berukuran 2 meter kali 80 cm, dengan tinggi tempat tidur dengan yang diatas tak sampai 1 meter karena MB harus merunduk untuk masuk ke Kasur bagian bawah, kami dapat bed di nomor 23 dan 24,  di depan kami ada TV yang layarnya Nampak kurang jernih, enaknya VIP adalah udaranya sejuk ber AC di didinding disediakan colokan umum.Ada view  jendela ada juga view  dinding saya dapatnya di dinding tapi dekat dari kamar mandi, masalahnya kamar VIP ini terbatas, kalau tak salah hitung 50 saja tiket VIP.Sisanya tiket bisnis.
  • Kelas Bisnis, kalau yang ini tetap dapat Kasur juga cuma tak ada AC, lebih banyak orang, lebih crowded, orang bebas merokok, sangat tidak sehat, untuk kelas ini lebih banyak lagi mungkin available seat 100 orang. Harganya pun tadi Cuma Rp 125,000.
  • Tiket regular,ini yang paling murah, Cuma Rp 80,000. Kalian tak dapat tempat duduk sama sekali bebas dimana saja disediakan kursi diatas, tapi siapa cepat dia dapat jadi orang berebutan naik keatas mengambil posisi yang paling strategis. Ingat masa masa naik kapal pelni kalau dapat kelas ekonomi ya silahkan berjejeran duduk dimana saja dengan beralaskan tikar. Bahkan saat naik ke atas dek, ada pasangan duduk dan tiduran diatas tikar dibawah sinar rembulan dan hembusan angina sepoi sepoi yang pasti kalau hujan bisa basah kuyup mereka tapi malam itu tak hujan jadi aman damai saja. Kami sempat ke atas melihat pemandangan  dibawah Jembatan Merah Putih, dan hanya lampu lampu yang indah yang kelihatan Pulau Ambon. Indahlah pokoknya.

Fasilitas di kapal Ferry, saya rasa sama saja dengan kapal ferry yang menyebrang ke pulau Seram, ada kantin dimana bisa ambil air hangat gratis, kamar mandi umum,ada musholla kecil sekali, hanya muat  beberapa orang, ada tempat duduk diatas bisa karoke. Itu saja.

Bagi yang mau kamar tersendiri sebenarnya bisa menyewa kamar ABK ( Anak Buah kapal ) yang ada di sisi bawah dan atas kapal ferry. Di sisi dasar saja ada 10 di sisi kiri dan 10 di sisi kanan, saya tak tahu apakah menyewakan kamar ABK ini legal atau tidak yang jelas mereka ada calo yang menawarkan atau biasanya langsung naik ke ferry dan bertanya.

Ceritanya saat pulang, saya  telat membeli tiket VIP, jadi saya tak mungkin membeli tiket bisnis kasihan MB tak bisa duduk dikerumunan orang dan pastinya ada yang merokok dan banyak orang  rese nanya ini  itu. Pilihanya hanya satu mau berangkat besok jam 9 sampai jam 12 siang dengan kapal cepat. Kalau saya ikut kapal cepat berarti saya telat masuk kantor ( itu bukan type saya memberi contoh yang  buruk, apalagi ada anak baru masuk yang masih probation masa melihat saya kurang disiplin ) . So pilihannya hanya menyewa kamar ABK.

Berkat arahan teman yang membantu memandu saya ke Namlea ini akhirnya saya pinjam sepeda motor kakak saya dan MB mengantar saya ke kapal ferry, di ruang penjualan tiket belum buka dari jam istirahatanya. Jadi saya langsung masuk ke kapal ferry dan ketemu beberapa kru abk, menanyakna bisa saya sewa kamar ABK langsung saya di bukakan salah satu kamar ABK dan negosiasi harga, saya dapat harga Rp 500,000 itu untuk kamar ABK kalau kamar Captain  ya Rp 600,000 ( kamar luas ada sofa bed dll ). Karena saya hanya berdua ya  kamar ABK cukuplah, saya  tawar  tapi  mentok di harga Rp 500,000. So saya deal saya minta kwitansi saya bayar DP Rp 300k. Jam 6 saya berangkat ke pelabuhan dan langsung menelpon  ABK nya ada yang jemput saya di pintu depan dan langsung masuk di kamar ABK 3. Dan alhamdulilahnya lagi yang punya kamar ABK asal Makassar  jadi langsung akrab. Malah saya dibelikan air minum so saya bisa pake dispenser kecilnya buat seduh  teh ataupun mie instan. Saya langsung save nomornya dan bakalan butuh nih apalagi tinggal di Maluku bakal sering sering beurusan dengan PT ASPD Indonesia Ferry  ( Persero ). Yang mengurus 13 lintasan di Provinsi Maluku dari  195 lintasan yang   ada dari Sabang sampai Merauke.

Kamar ABK itu luasnya 2×3 meter. Ada tempat tidur kayu bertingkat, dengan masing masing sepasang bantal, ada lemari, ada meja dan satu kursi, ada AC sendiri, dan beberapa colokan listrik yang paling penting. Bagi saya sebenarnya lebih enak kalau perginya rombongan lebih baik sewa kapal ABK apalagi kalau bertiga / ber empat. Lebih irit. Dan bisa nyaman sepanjang jalan.

Kamar ABK yang kami sewa saat pulang
Kamar ABK yang kami sewa saat pulang

 

Kalau mau lebih nikmat lagi bisa sewa kamar captain kapal. Katanya lebih luas, ada fasilitas lengkap  dan lebih lega. Lain kali saya akan coba tapi harus banyak rugi kalau sendiri hehehe.

Untuk informasi  Contact Call Centre ASDP ( Angkutan Sungai dan Penyebrangan ) 191/ 021-191 apapun silahkan call mereka dan complain, PT ASDP Indonesia Ferry adalah salah satu BUMN 100% milik pemerintah dan saat ini mencanangkan program ASDP bersih, transparan dan professional ( GCG = Good, Corporate Governence ) .Kalian bisa baca di www.indonesiaferry.com.

Jika kalian melihat ada PUNGLI di kapal silahkan call ke 191, laporkan, catat nama ABK nya, jangan takut, kalau ada melihat kotor atau fasilitas yang tak pantas seharusnya segera di laporkan,  ASDP Indonesia Ferry adalah BUMN yang memberikan jasa untuk negeri ini, jadi service nya harus lebih baik,  semua harus transparan. Karena semua penyebrangan di Indonesia murni dibawahi oleh PT ASDP IndonesiaFerry. Jadi ibarat PLN ya menjadi pemain tunggal di bidangnya.  Semoga service ASDP juga semakin baik untuk membangun negeri sesuai tagline di setiap kapal ferry “ WE BRIDGE the Nation”

Saya masih penasaran menggunakna KAPAL CEPAT nya, semoga segera bisa berkesempatan naik kapal cepat ke Namlea yang bisa ditempuh dengan tiga jam.

Demikian cerita dari atas KMP Teni, di salah satu kamar ABK yang  baik hati bersama MB. Jika butuh mau sewa kapal ABK menuju ke pulau Buru bisa kontak saya hehehe. Sampai jumpa dikisah pelayaran singkat saya berikutnya.

Baca juga artikel terkait

 

2 thoughts on “Explore Maluku 35#Cerita berlibur ke Pulau Buru ( Namlea )

  • October 17, 2017 at 3:49 am
    Permalink

    saya akan melakukan perjalanan ke namlea minggu besok, boleh kah saya dibantu untuk informasinya?

    Reply
    • November 21, 2017 at 2:51 pm
      Permalink

      informasi apa yang dibutuhkan ya…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *