Explore Maluku Part 9# Wisata Religi Sejarah Masjid Raya Al Fatah & Masjid Jami An Nur Ambon

Masjid Al- Fatah Kota Ambon
Masjid  Raya Al- Fatah Kota Ambon

Explore Maluku Part 9# Wisata Sejarah Masjid AL Fatah & Masjid Jami An Nur Ambon

Bagian part ke 9 dari destinasi penting yang wajib kalian kunjungi bila tinggal atau datang berkunjung ke kota Ambon, part 1- 8 bisa dibaca di postingan sebelumnya dibawah ada link nya.

Tampak depan Masjid Raya AL FATAH dari jalan raya
Tampak depan Masjid Raya AL FATAH dari jalan raya

Berdiri kokoh ditengah kota Ambon, letaknya diJl. Sultan Babullah, Kel Honipopu, Sirimau, Kota Ambon, provinsi Maluku

Posisinya di persimpangan jalan AY PATTY, JL AM SANGAJI dan Sultan Babullah, dari arah manapun di kota Ambon kita menuju akan pasti melewati  Masjid Raya AL Fatah.

Seperti cerita saya tentang jalur kondisi jalan di kota Ambon yang sangat pendek pendek, Masjid Raya AL Fatah sendiri  berdiri dalam di samping masjid tua Jami AN Nur  yang hanya di batasi jalan dan letak kedua masjid ini berseblahan dengan jembatan Sungai Wai Batu Gajah, dan di samping masjid ada sekolah di belakangnya ada Rumah Sakit Al Fatah dibawahi Yayasan AL Fatah.Di Bagian belakang juga ada ruang pertemuan,  di sisi kiri masjid ada ruang mengaji alias perpustakaan. Halaman masjid sendiri sangat lah luas dan saya lihat banyak juga orang parkir mobil nya di bungkus rapi mungkin sebagai tempat penitipan mobil juga, kata teman sih banyak  orang yang tak punya parkir bisa parkir disana dan bayar retribusi bulanan. Maklumlah di Ambon ini lahan parkir adalah sesuatu yang sangat berharga makanya saya sangat kagum ketika ada bangunan fasilitas umum dengan parkiran lapang seperti Masjid Al  fatah. Yang berada di tengah kota Ambon.

trade online

Masjid Jami An Nur yang berada disamping Masjid Al Fatah adalah masjid yang lama yang duluan berdiri dan masih memelihara arsitektur asli, sedangkan Masjid AL Fatah sendiri adalah perluasan nya. Kalian pasti heran kenapa Masjid Jam An Nur ini tak digabung saja dengan Masjid Al Fatah, setelah merunut history ada sejarahnya. Mari kita buka sejarah dulu ya…

dewaweb_promo_04_728x90

Masjid Jami’ Ambon didirikan pada tahun 1860 di atas tanah wakaf yang diberikan oleh seorang janda bernama Kharie. Pada awal didirikan, arsitektur bangunan masjid ini masihlah sangat sederhana. Menggunakan konstruksi bertiang kayu dan berdinding papan serta menggunakan rumbia sebagai atapnya. Ukurannya pun pada waktu itu tidaklah sebesar ini. Atapnya masih berbentuk seperti piramida teriris

Tampak dari sisi kanan jalan, bagian pagar itu adalah sekolah Islam dibawah yayasan AL Fatah
Tampak dari sisi kanan jalan, bagian pagar itu adalah sekolah Islam dibawah yayasan AL Fatah

Karena perkembangan umat Islam yang cukup pesat kala itu dan posisi masjid ini cukup dekat dengan pelabuhan, Karena adanya kebutuhan jamaah yang lebih besar maka pada tahun  1898 dibangunlah sebuah masjid baru di atas lokasi masjid lama. Bangunannya sudah semi permanen dan lebih luas dari bangunan sebelumnya. Atapnya berbentuk tumpang satu dengan atap seng. Masjid tersebut juga sudah memiliki serambi depan, dengan bentuk limasan yang menyatu dengan bangunan utama masjid tersebut.

Serambi Masjid Al fatah
Serambi Masjid Al fatah

Namun pada 1933, kota Ambon dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Wai Batu Gajah. Sedemikian dahsyatnya banjir tersebut sehingga menghayutkan rumah-rumah penduduk  di kiri dan kanan sungai tersebut. Termasuk masjid yang berbentuk semi permanen ini, ikut hancur pula diterjang banjir bandang.

Beduk Masjid Raya AL Fatah
Beduk Masjid Raya AL Fatah

Kemudian di tahun 1936, warga yang berdomisili di sekitar masjid tersebut melakukan musyawarah untuk membangun masjid itu sebagai sarana ibadah yang sering digunakan sebelumnya. Maka dilakukan renovasi dengan mendirikan bangunan yang lebih besar dan permanen. Pendanaannya berasal dari  swadaya murni masyarakat muslim Ambon, dan baru dapat dirampungkan pada 1940.

Halaman Parkir Masjid  dan tempat ragam kegiatan di lakukan
Halaman Parkir Masjid dan tempat ragam kegiatan di lakukan
Tower ini sudah ada sejak Masjid AL Fatah belum di renovasi
Jam Tower ini sudah ada sejak Masjid AL Fatah belum di renovasi

Pada 1942, menjelang berakhirnya pemeritahan Kolonial Belanda di Maluku, serdadu Kompeni bersiap menghadapi kedatangan tentara Jepang yang akan merebut posisi mereka di Nusantara dengan cara membuka keran yang berada di sebelah hulu Sungai Wai Batu Gajah sehingga permukaan sungai digenangi oleh minyak yang terbakar.

Ragam kegiatan biasa dilakukan di halaman luas ini
Ragam kegiatan biasa dilakukan di halaman luas ini

Akibatnya, masjid itu pun turut terbakar. Namun, umat Islam di Ambon segera membangun kembali masjid yang terbakar itu, untuk menunjukkan pada Belanda ketegaran tekad umat Islam dalam mempertahankan masjid tersebut.

saya izin selfie dulu ya untuk kepentingan pribadi heheh
saya izin selfie dulu ya untuk kepentingan pribadi heheh

Pada 1944, ketika tentara Sekutu memborbardir Kota Ambon untuk mengusir tentara Jepang, mengakibatkan kota itu hancur. Namun Masjid Jami’ Ambon ini tetap utuh dan selamat.

Pada 1950, ketika pecah pemberontakan kaum separatis RMS (Republik Maluku Selatan), mereka berusaha memasuki masjid ini dan menangkap empat orang yang berada di dalamnya, termasuk seorang khatib masjid.

Pada 1960, Penguasa Perang Daerah Maluku menghibahkan lahan tanah yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Jami’ Ambon. Hibah tanah ini untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang melakukan shalat Jumat, Id, dan shalat Lima Waktu di Masjid Jami’ Ambon. Karena memang pengurus masjid sudah berencana untuk memperluas bangunan masjid.

Menara Masjid AL Fatah
Menara Masjid AL Fatah

Pada  tahun 1960, Penguasa Perang Daerah Maluku menghibahkan lahan tanah yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Jami An Nur’ Ambon.inilah cikal bakal masjid AL Fataj saat ini. Hibah tanah ini untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang melakukan shalat Jumat, Id, dan shalat Lima Waktu di Masjid Jami’ Ambon. Karena memang pengurus masjid sudah berencana untuk memperluas bangunan masjid.

Pada tahun 2004, Masjid Jami Ambon direnovasi terutama penggantian lantai masjid, atap, menara dan juga  kubah masjid tanpa merubah bentuk asli dalamnya. Kemudian pada tahun 2011, tanah hibah yang berada di sebelahnya dibangun masjid baru yang besar dan luas untuk mengantisipasi semakin banyaknya jamaah masjid terutama pada hari Jumat maupun hari besar Islam lainnya. Masjid baru tersebut diberi nama Masjid Raya Al Fatah.

( sumber : http://kekunaan.blogspot.co.id )

Itulah cikal bakal secuil sejarah berdirinya dua buah masjid yang berdekatan satu sama lain, kenapa dipertahakan karena Masjid Jami An Nur sendiri dalam sejarahnya sudah mengalami pasang surut beragam keadaan dari jaman Penjajahan hingga kemerdekaan. Kedua masjid ini akan bercerita banyak tentang sejarah Islam di kota Ambon.

Kendati demikian, meski sudah berdiri Masjid Raya Al Fatah, masjid yang lama pun, yaitu Masjid Jami’An Nur  Ambon, masih tetap digunakan untuk melakukan shalat lima waktu dalam kesehariannya

Masjid AL FATAH sendiri di renovasi besar besaran di tahun 2011 demi memaksimalkam infrastruktur perayaan MTQ saat itu kota Ambon menjadi tuan rumah.

Luas tanah  kompleks masjid Al Fatah  5000 meter persegi, luas bangunan 2200 meter persegi,

Adapun beragam kegiatan yang diadakan tiap hari di Masjid Al Fatah adalah sbb:

  • Pemberdayaan Zakat, Infaq,
  • Shodaqoh dan Wakaf,
  • Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Belajar Masyarakat)
  • Menyelenggarakan Pengajian Rutin
  • Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar,
  • Menyelenggarakan Hari Besar Islam,
  • Menyelenggarakan Sholat Jumat,
  • Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhu

Untuk jamaah wanita bisa solat di bagian kiri masjid ada pembatas dan sejajar dengan kaum laki laki dan dibatasi pagar besi. Seblah kiri tempat kaum wanita ini di hari hari biasa banyak digunakan tempat mengaji untuk murid TPA atau yang melakukan pengajian rutin.Di dalam masjid juga ada taman kecil. Bagian dalam dominasi warna gelap dan warna emas.

Pertama kali datang ke Ambon melihat icon kota Ambon termasuk masjid ini saya sempat kagum dan bertanya tanya, infrastruktur keagamaan di kota ini masih baik baik saja, terbukti dengan megahnya Masjid Jami dan Masjid AL Fatah tetap tegak berdiri tak jauh dari masjid ini ada Gereja Silo juga berdiri tegak.  Yang berarti toleransi itu masih ada, semoga kehidupan beragama dan penganut kedua agama besar yang kata orang Ambon itu masih basudara tetap terjaga, agar tetap rukun dan damai dan bayang bayang konflik di masa silam bisa sirna.

BANNER FREE MEMBER

Artikel terkait explore Maluku dari 1-5 bisa dibaca :

  1. Explore Maluku 1, Berenang di Pantai LIANG
  2. Explore Maluku 2, Snorkling di pantai Morella ( Lubang Buaya )
  3. Explore Maluku 3, berenang di pulau tiga
  4. Explore Maluku 4  menikmati sunset di PINTU KOTA BEACH
  5. Explore Maluku 5, wisata sejarah di MUSEUM SIWA LIMA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *