Episode Pindahan 2# Mengirim kendaraan port to port dari Makassar ke Ambon

Episode Kirim mobil dari Makassar ke Ambon
Episode Kirim mobil dari Makassar ke Ambon

Episode Pindahan  2 #Mengirim kendaraan dari Makassar ke Ambon

Saatnya untuk berbagi cerita lanjutan dari episode kehidupan cerita saya bisa dibaca disini, dan episode mencari rumah kontrakan saya, dan akhirnya periode ketiga adalah pengiriman kendaraan sebagai alat penunjang kehidupan sehari hari di kota perantauan biar  hidup lebih damai dan membahagiakan.

Untuk barang diawal pindah saya  menggunakan cargo Anugerah untuk mengirimkan tiga koli besar barang barang saya. Tariffinya lumayan murah kalau tak salah tak sampai Rp 10,000/kg. Saya bayar sekitar Rp 1,2 jutaan deh dan lama sampai sekitaran seminggu diantar door to door. Dijemput dirumah dan diantar sampai dikantor. Untuk barang yang dikirim semua okay cuma ada 1 frame foto yang pecah karena saya memang tak memperbaiki packingannya.  Sisanya saya sangat senang servicenya jika butuh kontaknya silahkan lihat banner dibawah ini.

Kendaraan di masukkan di peti kemas dan di ikat tali
Kendaraan di masukkan di peti kemas dan di ikat tali

Pengiriman kendaran dari Makassar ke Ambon

Jadi setelah barang, kendaraan bagi saya adalah hal yang sangat vital dalam hidup saya juga bukan orang yang selalu berharap di boncengi, di angkut or berharap sama driver kantor itu bukan saya bingits lah. Jadi selagi saya tugas dimanapun saya akan maksimalkan bawa kendaraan saya pribadi.

Cara pengiriman kendaraan antar pulau

Untuk pengiriman antar pulau melalui itu bisa melalui tiga jalur

Trade Online

  1. Jalur udara ( kalau mobil kayaknya tak mungkin ya.. )
  2. Jalur darat ( kalau dari pulau Sulawesi mana bisa jalur darat ke kepualuan Maluku )
  3. Jalur laut ( inilah trasnportasi yang murah dan mudah termasuk dalam pengiriman barang )

Saya tempuhlah akhirnya jalur ketiga tadi, proses pertama  yang saya lakukan adalah :

  1. Mencari cargo untuk pengiriman, saya butuh berhari hari bertanya sana sini dari referensi teman kantor yang melakukan pengiriman mobil ke Ambon sampai semua cargo yang ada di Makassar saya telpon satu per satu. Soalnya ini pengiriman besar. Sampai saya cek ke website peti kemas segala karena jika mengirim kendaraan roda empat itu sudah pasti menyewa 1 buah peti kemas.
  2. Akhirnya setelah lama bernego dan memfilter saya akhirnya di referensikan sepupu yang kebetulan bertetangga dengan salah satu cargo yang banyak melayani rute ke Indonesia timur dan dari sisi tariff juga sangat masuk akal dari referensi teman teman yang pernah mengirim kendaraan ke Ambon. Indrayah Jaya Trans Cargo langsung berkoordinasi dengan ownernya pak Imran ( 081342456969). Setelah deal harga next stepnya adalah kapan jadwal kapal barang ke Ambon dan kapan saya harus memasukkan Kendaraan saya ke peti kemas di pelabuhan. Kami pun sepakat tanggalnya dan  berkas berkas yang harus disubmit.Sempat kecewa juga karena  harganya berubah lagi di detik detik terakhir tapi dari semua survey cargo yang paling bisa di percaya yah inilah saya juga capek mencari dan dapatnya lebih  buruk dari sisi harga.
  3. Jadi pada tanggal 16 Desember kemarin, setelah si Putih kendaraan imut kesayangan kami isi penuh dengan banyak barang sampai baskom segala. Bisa lihat foto terakhir saya di pelabuhan saat memasukkan mobil ke dalam peti kemas. MB dengan kendaraan kesayanganya sepeda motor bernama si Merah dengan pakai mantel karena hari hujan saat itu.Kami menunggu cukup lama dibawah hujan rintik sampai PIC dari cargo datang, dan kami pun menyetir masuk diantara peti kemas dan alat berat yang angkat peti kemas. Ini kali pertama dalam hidup saya langsung melihat ratusan peti kemas dan proses bongkar muat peti kemas.Padalah saat itu lagi sepi kata petugasnya. Kami berangkat dari rumah jam 1.30 dan sampai disana jam 2 . 30 siang. Menunggu 30 menit,  dan pertama kali saya memasukkan mobil kedalam peti kemas, dan untuk ini perlu skills khusus karena mereka seadanya memberi batu bata di lantai dasar peti kemas.Sempat mencoba berkali kali sebelum akhirnya berhasil masuk. Lalu di proses Laksing, alias semua ban mobil diikat pakai tali lalu di ikat di setiap sudut peti kemas agar kendaraan tak bergerak jika peti kemas diangkat. Ini dikerjakan langsung oleh team dari IndahJaya Cargo, ada beberapa orang yang bertugas, Cuma tools mereka kurang seharusnya kalau mobil mereka menyiapkan kayu papan kecil buat dipasang saat menaikkan roda kendaraan kedalam peti kemas karena dasar peti kemas  memiliki ketebalan sekitar 20 cm tentunya bisa merusak kendaraan kalau tanpa papan / batu bata pengalas. Tapi saya maklum kebetulan kargo saya ini lebih banyak mengurusi barang kayak beras dll dan selingan kalau ada client kayak saya mungkin tak sering jadi mereka. So saran bagi yang mau bawa mobilya ke peti kemas kalau bisa bawa batu bata 2 biji .. biar jadi alas naik biasanya di pelabuhan ada sih serpihan batu tapi batu  bulat tak berbentuk kalau mobil mewah bisa lecet sayang kan, kalau saya mah  aman saja kebetulan di sekitar container ada batu bata.
  4. Setelah adegan deg degan memasukkan dan mengikat mobil mereka pun menyegel langsung di depan saya container nya dan di segel ada tertulis angka, saya pun foto,  termasuk di dinding container juga ada semacam angkanya kalau Container saya tertulis TEMAS LINE 269358 kayak gembok. Nanti kalau sampai di Ambon segel ini harus itu berarti memang container nya sudah aman dan tersegel dari dulu.
  5. Tanggal 20 Desember pihak Cargo IndrahJaya Trans mengirimkan Bill of Ladding ( BL ) via email,
Menjemput di Pelabuhan tujuan
Menjemput di Pelabuhan tujuan

BL adalah secarik kertas putih yang berisi informasi barang yang dikirimkan, asal dan tujuan, berat nya  dan kode segel peti kemas yang mulai dari Tegu saya kurang paham soal kode kode peti kemas itu. Yang saya ingat peti kemas nya warna merah maroon ahhahhaa…

Contoh Bill of lading ( BL )
Contoh Bill of lading ( BL )

  1. Setalah di cek ke TEMAS LINE pemilik container, jadi container ini naik Kapal Lagoa Mas alias kapal barang yang berangkat agak telat dari jadwal di website seharusnya tanggal 16 makanya saya masukkan barangnya tanggal 15 desember, ternyata di cek berangkatnya baru tanggal 18 Desember dan baru tiba masuk di Ambon di tanggal 22 Desember tengah malam. Keesokannya tanggal 23 Desember saya pun berkoordinasi dengan PIC dari Perusahaan TKBM ( Tenaga Kerja Bongkar Muat ) namanya mbak Nina, ternyata butuh 2 hari full menurunkan semua container barang itu ke pelabuhan, baru hari sabtu tanggal 24 Desember 2016 jam 10 pagi akhirnya saya dibantu ada team dari kantor 1 orang yang jadi super hero saya di Ambon, namanya Pak Eddy, naik ojek terakhir saya sama abang jabbal hari itu diantar ke kantor pelabuhan, awalnya mau pakai tenaga teman kantor yang rumahnya depan pelabuhan tapi karena saya mau menyelesaikan tulisan dan merasakan panas teriknya matahari langsung dan melihat prosesnya dari awal hingga akhir saya putuskan saya akan menyelesaikannnya. Saya tunggu pak Eddy dulu di kantor Pelindo, sengaja ngadem disitu karena AC nya dingin dan pintu sampingnya langsung ke wilayah peti kemas nya TEMAS LINE dan menghindari  gerbang pelabuhan yang penuh orang dan menurut beberapa sumber rawan pungli. Setahuku memang masuk pelabuhan Makassar saja 1 orang itu bayar Rp 15k jika bawa mobil. Tapi di Ambon saya biasanya masuk dikantor  Pelindo nya saja. Sengaja juga lebih sepi. Setelah sempat gondok  karena pak eddy telat datangnya.
  2. Pukul 11 akhirnya pak eddy tiba, saya sudah janjian dengan orang TKBM ( Tenaga kerja bongkar muat ) saya sama pak eddy dengan membawa BL mencari container yang jumlahnya ratusan belum alat berat yang angkat container lewat lalu lalang. Setelah  telp –an sama PIC akhirnya ketemu orangnya, dan kami pun langsung menuju container yang dituju yang sudah di letakkan di paling bawah. Si Bapak Harno membawa semcam  gunting besar  untuk membuka segel yang kemarin itu. Dan eng ing eng  terbukalah pintu peti kemas nya. Deg deg an juga awalnya  takutnya ini sepeda motor menggores mobil saat diangkut lifter dari atas kapal. Ternyata ajaib pemirsah mobil aman tak bergerak sepeda motor juga aman terkendali. Tak bergerak tali yang saya anggap rapuh itu ternyata aman terkendali. Mulailah si bapak membuka laksing di setiap ban, sepeda motor langsung diturunkan pak eddy langsung setir, dan kemudian saya sempat panic karena banyak buruh datang dan tiba tiba bantu saya bilang tak usah pak, ekh malah mereka marah marah dengan aksen local kental, takutnya kena palak lagi. Mereka dengan nada tinggi hanya bilang Cuma bantu dan sudah kewajiban dan sudah dibayar kantor ( hahhh, dengan nada suara keras, beh untung saya tak bawa MB kesini bisa gawat kalo ada dia ) . Dan pelan pelan satu per satu mereka pergi. Dan si bapak  tadi menurunkan mobil pelan pelan dengan mengambil batu bata seadanya di sekitar dan alhamdulilah mobil juga semuanya aman, barangnya masih penuh dan pelan pelan saya nyetir perdana dengan si putih di Ambon dari container langsung melipir pelan pelan lewat kantor pelabuhan Indonesia 4, karena memang ada pintu samping, pelan pelan untungnya mobilnya imut imut bisa lewat dan saya sempat buka pagar dan melaju dengan kencang dengan penuh rasa syukur langsung tancap gas ke rumah kontrakan. Butuh 1 jam lebih saya menurunkan semua barang dan merapikannya di rumah, semua barang utuh termasuk foto pernikahan kesayangan dan TV juga utuh. Dan kabar si Merah sepeda motor MB di bawa pak eddy ke kantor di parkir sementara karena pak eddy ada tugas dikantor sampai sore. Keesokan harinya baru diantarkan ke rumah.
  3. Tepat Tanggal 25 Desember di saat hari raya semua umat nasrani merayakan hari raya natal, si Putih dan si Merah sudah berkumpul di rumah di Ambon dan tanggal 25 pukul 6.30 sore si Putih setelah makan siang bersama teman teman  kantor dirumah bos kami  saya meluncur ke bandara menjemput MrBig yang akhirnya ikutan hijrah ke Ambon.
Gunting segel peti kemas
Gunting segel peti kemas