Kalau anjing Najis buat apa di ciptakan ?

Hukum memelihara anjing dalam Agama Islam

Baru baru ini ramai dan heboh di media social tentang viralnya sebuah berita, tentang seorang wanita muslimah yang berhijab  yang hobby menolong binatang yang terluka di pinggir jalan termasuk anjing yang dalam Agama Islam itu dianggap Najis, sang wanita malah memelihara semua binatang yang di tolong, nah salah satu tokoh  tempat saya banyak menimba ilmu dari Mister Gene Netto yang selalu menjelaskan segalanya secara logis dan masuk akal dan sesuai  agama Islam yang murni berlandaskan Alquran dan Hadist, dari semua penjelasan yang saya kerap dengar saya izin share postingan beliau di page pribadinya di FB tentang “Mengapa Tuhan menciptakan Anjing kalau dianggap najis, apa tujuan nya di ciptakan. Pertanyaan yang sangat menarik. Saya sudah izin share dari pak Uztad Gene untuk  pertanyaan dibawah ini buat di share di blog semoga bermanfaat  bagi  teman teman Muslim yang mungkin belum jelas alasannya dan menurut pribadi ini adalah penjelasan yang sangat logis dan masuk akal.Tentunya memberi tambahan ilmu bagi yang selama ini bingung apa hukumnya memelihara anjing dalam agama Islam.

Mengapa  Anjing itu najis dan tujuan Allah menciptakan Anjing.

Pertanyaan]: Mohon pencerahan Kalo emang anjing itu najis, trus buat apa, dan apa tujuan Allah swt menciptakan anjing ?

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb., Allah mencipatakan darah, tapi haramkan kita minum darah. Allah menciptakan binatang bertaring, lalu haramkan. Dia ciptakan babi dan anjing, tapi haramkan. Jadi kenapa diciptakan semuanya? Yang halal spt kambing juga berubah menjadi haram kl sudah menjadi bangkai. Allah juga menciptakan buah khuldi di sorga, tapi haramkan Nabi Adam makan. Lebih gampang tidak usah ciptakan buah itu, jadi tidak perlu dilarang betul? Allah menciptakan kulup penis bagi laki2 lalu suruh potong. Kenapa diciptakan? Lebih gampang tidak ada dari lahir betul?

Justru di situ ada UJIAN KEIMANAN. Mau taat atau tidak? Mau turut dgn logika manusia atau mau taat pada hukum Allah? Silahkan pilih sendiri. Kalau pahami bahwa kehidupan di dunia ini TIDAK NYATA dan hanya tempat ujian sementara, dan yang kekal adalah akhirat nanti, maka manusia yang punya akal sehat akan terima semua Nabi Allah yang diutuskan sebagai Juru Bicara Allah, dan akan taat pada Nabi Terakhir Muhammad SAW dan Al Qur’an yang diberikan kepadanya sebagai pedoman hidup. Kalau Allah perintahkan, atau Nabi perintahkan (melarang), maka sudah tidak ada lagi ruang gerak bagi manusia yang beriman untuk mengatakan “Menurut pemikiran akal saya yang super cerdas dan lebih hebat dari pemikiran Nabi Allah, hukum tentang anjing tidak penting, karena sekarang ada sabun, jadi anjing tidak najis lagi deh, karena air liurnya gampang dibersihkan, betul?”

Manusia membuat diri sendiri sesat. Kalau tidak mau menyimpang dari jalan Allah yang benar, taati Al Qur’an dan Rasulullah SAW. Dan kl belum pahami sesuatu, tanya pada ulama yang punya kemampuan di bidang fiqih dan tafsir. Jangan tanya pada orang yang merasa akalnya hebat, dan hukum Allah terserah kita utk otak-atik kl merasa akal kita bisa menemukan “alasan logis” yang membuat hukum Allah tidakberlakulagi.

Allah mencipatakan darah, tapi haramkan darah. Allah menciptakan buah khuldi di sorga, tapi haramkan Nabi Adam makan. Lebih gampang tidak usah ciptakan buah itu, jadi tidak perlu dilarang betul?
Allah menciptakan kulup penis bagi laki2 lalu suruh potong. Kenapa diciptakan? Lebih gampang tidak ada dari lahir betul?
Justru di situ ada UJIAN keimanan. Mau taat atau tidak? Mau turut dgn logika manusia atau mau taat pada hukum Allah?
Allah juga menciptakan Setan dan juga izinkan dia melawan Allah dan juga izinkan dia hidup terus sampai akhir zaman dan juga izinkan dia utk berusaha menyesatkan manusia. Kenapa diizinkan? Kenapa diciptakan? Kita bisa hidup tenang tanpa ada godaan dari Setan kl dari awalnya Allah tidak menciptakannya. Atau bisa diizinkan melawan Allah, lalu dibunuh saja. Atau dihukum masuk neraka, tapi tidak boleh ganggu manusia. Ternyata ada izin dari Allah. jadi kita terima bahwa Setan ada, boleh ganggu kita, dan kita harus melawannya. Karena Allah izinkan. Jadi dari perlawanan kita terhadap Setan, Allah juga menguji keimanan kita.

Wassalam
Gene Netto

—————-

header 728 x 90 3

  1. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. KAMI AKAN MENGUJI KAMU dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
    (Al-Anbiya’ 21:35)

Komentar Tambahan Tentang Anjing

Penciptaan anjing sama spt penciptaan buah haram di sorga. Nabi Adam bebas makan apa saja, bebas melakukan apa saja, yang diharamkan hanya satu. Buah itu. Lalu Setan datang, bisik2, suruh Nabi Adam pakai akal, berpikir ttg kenapa tidak boleh makan, dan Setan yakinkan Nabi Adam bahwa hasilnya akan baik kl dimakan. Nabi Adam berpikir dgn akalnya, lalu makan. Dia lakukan yang jelas dilarang, padahal tidak ada keraguan sama sekali bahwa buah itu dilarang. Nabi Adam terima perintahnya langsung dari diskusi bersama Allah SWT.

header niko 728 x 90

Anjing juga sama. Memang ada sedikit perbedaan pendapat di kalangan ulama ttg anjing, najis, hal yang batalkan shalat, hal yang batalkan puasa, dan ratusan topik lain. Yang namanya fiqih selalu ada perbedaan pendapat. Tapi itu tugasnya ULAMA untuk membahasnya dan berikan kesimpulan. Tugas kita adalah utk dengarkan ulama, terima anjuran dari mereka dan BERHATI-HATI. Utk Nabi Adam, hanya ada 1 yg dilarang, dan jelas. Untuk kita ada ratusan hal yang dilarang, dan tentu saja sulit untuk memahami “apa yg benar”. Tapi kalau mau AMAN supaya bisa LULUS dari UJIAN di dunia ini, maka, ambil sikap yang hati2.

Jangan mulai dgn sikap: “Saya suka anjing, anjing baik, anjing tidak kotor, saya mau cari ulama mana yang izinkan saya simpan anjing di kamar, karena ulama itu pasti benar!” Tetapi sebaiknya mulai dgn sikap: “Saya tidak tahu apa yang benar dan salah, saya akan baca pendapat dari semua ulama, dan saya akan berusaha utk mencari yang terbaik, dgn sikap HATI-HATI karena takut salah dan takut merusak ibadah saya!”
Lalu belajar.

dewaweb-728x90

Tanya pada ustadz yang kompeten, bukan orang yang asal bicara di Facebook atau YouTube. Tanya pada guru agama yang lancar dalam bahasa Arab, dan bisa terangkan fiqih dan tafsir secara baik. Semua guru saya begitu, dan semuanya suruh saya berhati2 terhadap anjing karena mereka sepakat bahwa air liur dan tinja anjing adalah Najis Berat. Yang artinya, tidak mudah dibersihkan, bisa merusak wudhu dan shalat kita, jadi daripada AMBIL RISIKO SHALAT KITA TIDAK SAH, lebih baik ambil jalan aman dan tinggalkan anjing selama tidak ada alasan yang kuat untuk memilikinya.

Jadi, dalam konteks itu, simpan anjing di rumah karena suka anjiing, lalu cari2 ulama mana yang mau izinkan, BUKAN tindakan bijaksana. Shalat kita terlalu penting, dan harus dijaga. Anjing tidak penting, dan tidak perlu dipelihara. Jadi kl hanya bisa pilih satu di antaranya, saya akan ambil jalan yang aman dan pilih “SHALAT YANG BERSIH” daripada ambil risiko ada shalat yang tidak sah, karena anjing jilat tangan saya dan najis itu tidak hilang dgn berwudhu saja.

Semoga jelas. Shalat yang penting, anjing tidak penting. Kalau mau beriman kepada Allah, jangan biasakan diri main2 dgn hukum Allah, dan jangan pakai akal sendiri utk cari yang gampang dgn alasan ini dan itu “seharusnya boleh”. Setan juga bisa bermuka manis kl mau. Tidak berarti dia pantas menjadi sahabat sejati. Lebih aman tinggalkan anjing. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto


Kalau cerita anjing, latar belakang keluarga saya yang cukup religius, di rumah orang tua tak pernah  ada anjing, adanya kucing liar dan ayam baik dalam sangkar maupun bebas bergerak di alam bebas di sekitaran rumah orang tua di kampung, adapun saya sangat takut sama anjing, dulu jika saya harus ke rumah kawan yang non muslim dan ada anjing saya akan selalu ketakutan dan stress paling tak suka anjiing yang suka melotot dan mengonggong apalagi ada anjing yang suka menjilati atau mendekati dan menggesekkan badannya ke betis kita.Bahkan petani di daerah ku hanya memelihara anjing di sawah atau empang  untuk jaga kebun dll.Tidak sampai masuk ke rumah. Nah itu boleh untuk bantu manusia untuk keamanan dll.Tapi jika di jilat ya harus di bersihkan sesuai ajaran Islam, makanya tak diizinkan masuk rumah agar ibadah solat sah karena tak ada najis dari anjing tadi. 

Jadi ingat waktu kunjungan ke kampungnya MB, di apartment mami mertua banyak bener orang punya anjing, sampai saya stress harus pegang pegang tangan MB karena anjingnya berseliweran, di lift, di lobby, di taman apalagi,  pernah suatu kali kunjungan ke rumah salah satu kerabat MB, ada anjingnya besar sudah menggongong sejak kami datang. Saya stress sepanjang waktu dirumah itu karena anjing segede itu dan melototin saya layaknya mau makan. Sampai si tante uang punya harus selalu teriak teriak buat dia tak dekati saya.Berasa saya mau pipis kalau ada anjing mendekat, maklum saya memang tak terbiasa dan agak parno dekat mahluk yang satu itu. Kalau kucing masih mendingan, di rumah mami mertua ada kucing kesayangan namanya Kiki, apa qiqi ya… lupa…di rumah tanteku juga ada piaraan kucing banyak. Tapi memang saya tak terlalu suka binatang. Kecuali untuk piaraan MB cerita tentang burung cinta nya yang sudah berganti beberapa kali dan beberapa pot tanaman sebagai bentuk tangung jawab dia dirumah… 

dewaweb_promo_04_728x90

#hasil sadur dari fanpage Gene Netto di Facebook tanggal 24 Juni 2016 tentunya atas seijin beliau untuk berbagi ilmu

Beberapa share link tentang Agama Islam buat muallaf bisa di baca disini

#edisikajianislam ramadhan 2016

 

6 thoughts on “Kalau anjing Najis buat apa di ciptakan ?

  • June 24, 2016 at 4:39 pm
    Permalink

    Kebayang stressnya ya mba tidak terbiasa ada anjing di sekitar tiba2 tinggal di tempat yg banyak anjing. Anjing itu sebetulnya hewan setia dan baik, nggak apa-apa kalau cuma ngelus hanya yang repot membersihkan jika kena air liur berikut barang2nya, harus nyari tanah dulu….Pernah diceritain juga konon malaikat itu tidak mau masuk rumah yang ada hal najis….Nah yang ini kan repot juga ya..kecuali memang dipisah tinggalnya, karena jaman muslim dulu anjing dipelihara untuk berburu tetapi memang dilatih khusus agar menyerang buruan tanpa kena liur atau digigit…jadi manfaatnya ada juga.

    Reply
    • June 25, 2016 at 11:47 am
      Permalink

      betul mbak… karena semua mahluk di ciptakan sudah ada manfaatnya..

      Reply
  • June 24, 2016 at 8:17 pm
    Permalink

    sama seperti pengalaman saya waktu tinggal di italy, awal datang langsung stress krn anjing ada dimana-mana, tetangga apartemen hampir semua punya anjing dan gede2 pula, kalo mau keluar paling takut, jangan sampe kena jilatannya, kalo anjingnya mulai mendekat langsung teriak2 kayak orang gila :-))

    Reply
    • June 25, 2016 at 11:46 am
      Permalink

      hahaha sama donk … saya juga parno di keluarga MB pada punya anjing semua… stress saya kalau kemana mana…

      Reply
    • June 25, 2016 at 11:46 am
      Permalink

      silakan mbak..semoga bermanfaat…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *