Cara perpanjang SIM WNA

SIM WNA persis sama kok SIM WNI!
SIM WNA persis sama kok SIM WNI!

Bicara birokrasi lagi, mohon maaf sekeluarga tapi saya mesti tulis biar gampang diingat dan gampang dishare, baru kemarin sabtu berkutat di kantor polisi lagi perpanjangan SIM MB yang cuma berlaku setahun sesuai izin tinggal yang dia pegang KITAS. Kalau WNA nya sudah pegang KITAP yang berlaku 5 tahun berarti SIM nya juga bisa 5 tahun. Kan bosan juga saya tiap tahun ketemu pak K bagian mutasi SIM dll. 

Persyaratan untuk perpanjangan SIM WNA harus dilakukan di kantor polisi, tak bisa di outlet sim keliling yang biasa di mobil atau di Mall atau tempat keramaian lainnya, karena harus ada yang verifikasi kelengkapan dokumennya, kalau saya di Makassar langsung ke POLTABES Makassar di Jalan Ahmad Yani.

Kalau urus jadi sabtu kemarin pagi sekali kita sudah cusss ke kantor polisi, sebelumnya saya  temani MB main futsal bersama teman nya hingga jam 9.30 setelah kelar futsal  langsung kita tancap gas ke kantor polisi. Tiba disana jam 10 teng.

Berkas kelengkapan dokumen buat Perpanjangan SIM WNA :

  1. Copy Pasport / Visa
  2. Copy KIMS ( Kartu ijin menetap sementara ) ini berarti KITAS / KITAP
  3. Copy surat kependudukan, ( SKTT – Surat Keterangan Tempat Tinggal )
  4. Surat Tanda Melapor Diri ( STM ) dari kepolisian
  5. Copy surat keterangan bekerja jika ada ( optional )
  6. SIM Lama
  7. Formulir Map Biru

Caranya :

  • Ambil formulir di loket yang tersedia, karena kami perpanjangan SIM A & C  jadi kami ambil 2 formulir yang di isi data kelengkapan diri berupa alamat rumah, nomor telpon, nama orang tua dan beberapa keterangan lainnya. Isi saja semua. Tanda tangan dan cap sidik jari untuk kedua ibu jari kiri dan kanan
  • Lalu ambil surat keterangan dokter di loket khusus, sebenarnya tak ada pemeriksaaan sih, si ibu malah wara wiri bawa tas langsung menghampiri kami dan buatkan surat berupa lembaran kertas yang dia isi data orang yang apply SIM, bayar nya Rp 25,000 resmi, lalu kami lampirkan di dokumen.
  • Di jejeran loket juga ada loket khusus penerimaan pembayaran resmi SIM namun kalau hari sabtu tak ada pegawai yang stand by jadi saya disuruh masuk ke dalam ada 3 kamar yang harus saya masuki.
  • Masuk ke ruangan dengan membawa formulir tadi, didalam tampak 6 antrian, ada ibu – ibu yang merapikan dokumen, men staples dan mengecek, lalu si ibu menyerahkan dokumen ke salah satu bapak yang mengecek kelengkapan, lalu si bapak bilang syaratnya sudah okay.
  • SI ibu menyuruh saya masuk ke ruangan lainnya untuk melakukan pembayaran, tarif perpanjangan SIM A hanya Rp 80,000 dan perpanjangan SIM C hanya Rp 75,000 demi menghindari terjadinya pungli sebelum saya masuk ke ruangan yang penuh nuansa wangi pungli tersebut saya sudah siapkan uang pas Rp 155 ribu di tas yang mudah di raih dan saya sudah siapkan pula jika ada pemerasan uang kecil juga di kantong sudah stand by. DI dalam ruangan itu salah satu petugas sibuk dengan tumpukan kwitansi bertuliskan 75 ribu dan 80 ribu. Saya pura pura tanya berapa dia jawab sim apa ? lalu dia sebut sesuai uang saya siapakan. Dan uang pas 🙂 saya melihat banyak tumpukan uang di laci, ada  2 orang lelaki paruh baya juga di ruangan itu yang menunggu kwitansi, sebenarnya yang memancing banyak terjadi pungli di berbagai instansi adalah masyarakat yang sedang mengurus juga. Buktinya kalau si bapak petugas minta 160 ribu ada yang bawa duit 200 ribu ya terang si bapak senang dan bilang tak ada uang kecil. Kalau saya selalu siapkan uang pas. Saya tak pernah iklas memberi walau seratus perak pun uang saya di pungli, kecuali saya terpaksa. Si Bapak langsung memberikan dua kwitansi setelah saya berikan uang pas.
  • Saya keluar dari ruangan penuh kwitnasi kembali ke ibu tadi, disampingnya ada oknum petugas kalau tak salah namanya pak T, persis nama mantan pacar saya yang polisi…hahahhahah, si pak T ini yang periksa lagi dokumen dari si ibu, saya lihat di laci nya banyak duit yang muncrat keluar karena tak di tutup rapat, ini pasti hasil hasil dari yang antri ada 6 orang di ruangan tersebut, dan banyak sekali oknum petugas masuk membawa dokumen yang langsung di serahkan dan berbisik kalau yang diuruskan itu ponakannya dan dalam sekejap di sign sama si bapak dan dibawah map ada duit pastinya duit itu masuk ke laci tadi. Benar benar praktek korupsi dan kolusi nya sangat beraroma wangi di dua ruangan tersebut. Lalu si bapak T bilang ke saya, dan di ruangan itu ada si ibu yang cek di awal dan ada 4 orang duduk ngantri menunggu dokumen di centang sama mereka berdua, ” Ibu, karena ini WNA ibu mesti bayar Bea Material ya Rp 50,000″!! Langsung kening saya berkerut dan berkata ” Kan di papan di depan biaya resmi cuma itu tadi yang saya bayar di dalam tak ada tuh yang bilang WNA mesti bayar biaya material, ini kan perpanjangan pak, bukan baru, lagi pula dokumen berkas saya lengkap”!  Si Bapak T langsung berdalih asal bunyi ” Iya kan kamu seharusnya ada buat surat dari Polda” langsung saya jawab ” SKLD kan sudah di hapuskan pak di Februari lalu, dan saya juga sudah buat STM kok coba cek lagi, itu kan dari POLDA juga dan saya bayar ?” Nada saya mulai meninggi, si Bapak langsung bilang ” Oh sudah bayar di sana ya? ” saya bilang saja iya.. soalnya memang waktu ambil STM kemarin saya kena pungli walau cuma 20 ribu padahal kan seharusnnya Gratis-an !! Tapi apa sih di negeri ini yang gratis kalau berurusan dengan birokrasi …………….!!! Akhirya si bapak bilang ya kalau gitu gak usah bayar…!!!Dokumenku berpindah ke si Ibu yang nampaknya kesal karena saya tak mau bayar, lalu si ibu bilang okay mbak langsung keluar saja dan masukkan di bagian entry data ya………
  • Akhirnya saya keluar dari ruangan yang berlabel ” Bagian Material” hahah saya tak mengerti apa itu material intinya di dalam ruangan tadi banyak terjadi transaksi dibawah map itu ada duit berwarna warninya dan bisik bisik tetangga, lalu saya bawa dokumen ke bagian entry data, tiba tiba Mas yang input data bilang wah ini WNA mbak jangan ke saya ke ruangan pak K ( Bagian Mutasi, perubahan data, perpanjangan ), ya pak K ini yang berurusan dengan saya tahun lalu saat apply pertama. Saya bersikeras ke Mas itu namun dia bilang tak berani entry kalau WNA. ya wess saya bawa dokumen itu masuk ruangan panas lainnya. 
  • Masuk bagian mutasi data ini, saya ketemu pak K lagi, didalam ada Bapak tua dan anaknya yang nampaknya diuruskan SIM. Berkas saya langsung di input sembari ngecek alamat dan lainnya. Hening sesaat malas saya ber basa basi karena saya juga muak melihat mereka. Tapi tahun lalu saya urus pertama di bapak ini, saya bayar 250 ribu untuk 2 sim kalau tarif resminya 100 ribu untuk SIM C dan 120 ribu untuk sim A. Dan si Bapak K minta 250 ribu itupun saya sudah tawar. Tapi hari ini karena modal sudah ada SIM kan cuma perpanjangan saya diam saja. Lalu berkas diberikan kembali saya disuruh foto.
  • Saya panggil deh si MB yang duduk manis di ruang tunggu nungguin saya wara wiri masuk bilik yang tak jelas itu, pak polisi yang bertugas foto sembari asik dengan smartphone nya di tangan kiri dan tangan kanan sibuk mengklik mouse buat cari file MB dan menyesuaikan posisi kamera yang kependekan dan menyuruh MB ambil sidik jari dan tanda tangan. Cuma butuh waktu 3 menit sudah kelar. Tapi tetap aja yang motret ini tak profesional, masa melayani sambil main HP sih, dan kesannnya teriak teriak serasa kita ini apa saja, dia kan petugas sudah digaji negara buat melayani warga! Huh.. emang dengan seragam coklat tersebut banyak sekali oknum yang sangat over confident deh!
  • Lucunya lagi saya disuruh lagi deh masuk ke ruangan pak K, kan harusnya habis foto sisa duduk manis kan nunggu, terkesan disini suka di pingpong ke dalam ruangan biar ada saat jeda dan kesempatan buat pungli, ya saya terpaksa masuk kembali ke ruangan itu, lalu saya serahkan kembali ke pak K, Bapak K langsung pura pura ngecek data kembali, dan saya diam saja pura pura bego, dalam hati tak akan saya beri sepeser pun, enak saja saya paling pantang mendidik aparat buat menjadi koruptor kecuali di pungli dan terpaksa. Si bapak K bilang ekh si SIM A nya sudah di cetak loh, sudah selesai.
  • Saya langsung bilang, jadi beres pak ya, saya ambil lagi dokumennya dan berlalu segera dari ruangan tersebut.
  • Diluar saya menunggu sembari ber diri ada ibu polwan negur kok saya bawa bawa berkas, kalau sudah selesai, saya bilang itu si bapak yang foto tadi suruh saya masuk ke pak K, si ibu polwan bilang ekh kalo sudah kelar itu berkas kasih ke petugas foto seharusnya., si petugas cuma menoleh dan ambil map saya dan meletakkan di meja dan sibuk lagi kayaknya chatting di HP nya. lalu saya sama MB nunggu deh kartu SIM C nya di cetak. Baru 5 menit salah satu petugas yang cetak keluar dan teriak nama MB langsung kami ambil dan keluar dari situ.

Semuanya kelar dalam waktu sejam 5 menit. Capek juga, tapi alhamdulilah urus perpanjangan SIM total biayanya Rp 155 ribu + Rp 25 ribu jadi total Rp 180 ribu dan bayar parkir seribu perak. Beres deh.

Seharusnya alur SIM itu loketnya semua berjejer dengan tak usah ada bilik yang dimasuki orang yang mau ambil SIM, semacam loket saja seharusnya, jadi satu satu berkas diambil dan seharusnya transkasi via kaca saja. Terkesan masuk ke berbagai bilik itu membuat transkasi pungli itu semakin marak, sudah warga kebanyakan sendiri memang dengan senang hati memberi sogokan biar SIM cepat kelar, asal jadi intinya, 10 ribu sampai ratusan ribu sudah jadi santapan harian, kali kan saja dengan 100 orang sehari yang apply SIM……kan banyak jadinya………!! Pantas saja dunia lalu lintas kacau balau, proses mendapatkan SIM yang begitu penuh nuansa KKN, anak dibawah umur pasti dengan mudah dapat SIM dan orang yang tak mengerti aturan berlalu lintas pun dengan mudah dapat SIM alhasil, kota ini jadi kota klakson  dan lalu lintas nya Ngawur, pinjam istilah  bos baru ku, atau kata MB di jalan raya Makassar banyak Monkey………soalnya pengendaranya di jalan raya bertingkah seperti monkey kata dia. Tak jelas arah dan terserah mau mereka mau kanan kiri OK saja..!!!!!!!!!

Demikian update birokrasi kita kali ini…………………….!!!!!!!!

selamat datang

Alur resmi buat perpanjangan SIM WNA
Alur resmi buat perpanjangan SIM WNA
Semoga suatu hari nanti kalimat ini bukan hanya sebuah tulisan dipapan biru tapi teraplikasikan, Aamin YRA !!!
Semoga suatu hari nanti kalimat ini bukan hanya sebuah tulisan dipapan biru tapi teraplikasikan, Aamin YRA !!!
Ruang bagian pengurusan SIM di POLTABES Makassar
Ruang bagian pengurusan SIM di POLTABES Makassar
  • 52 thoughts on “Cara perpanjang SIM WNA

    • September 14, 2014 at 5:47 pm
      Permalink

      Dilema sebenarnya mbak. Di jerman, dari kisah Mbak Nel (http://pursuingmydreams.com/2013/06/29/orang-jerman-itu-bagian-ii/) untuk buat sim sendiri kena biaya EUR 2.000 (Bikin SIM di Jerman biayannya sekitar 2.000 Euro (sekitar Rp.25.800.000 *kurs Rp.12.900, Kalau test nyetirnya gagal terus ya tambah mahal biaya kursusnya – dikutip dari blog Mbak Nel) Tapi memang hasilnya drivernya semua bertanggung jawab, bertata krama di jalan, dan tahu adat berlalu lintas. Hasilnya pun sedikit yang mau punya SIM.

      Kalau di Indonesia diterapkan seperti ini, kira-kira kapan ya?Pssst, pernah gak dapat pendidikan berlalu lintas di bangku sekolah? 😛

      Salam…

      Reply
      • September 14, 2014 at 10:28 pm
        Permalink

        hahah iya terbayang kalau pembuatan SIM seharga pergi umrah pasti lengang tuh jalan raya 🙂 di sekolah seingatku ada cuma sedikit itu pun di insert .. di ekstra kurikuler kalo gak salah……………

        Reply
    • September 14, 2014 at 9:29 pm
      Permalink

      Hadeuuuuuh birokrasi ooh birokrasi..

      Sebenarnya yaa bertele-tele tapi jelas alurnya dan nggak pake duit itu gapapa. Disini tuh gitu. Jalurnya panjang, jelas, dan gak pake duit. Kemarin aku abis perpanjangan surat ijin tinggal. Lama emang jadinya. Tapi jelas alurnya. Dan gak pake duit.

      Yaa emang udah kebiasaan siih yaaa. Jadi mental mereka gitu.

      Reply
      • September 14, 2014 at 10:29 pm
        Permalink

        iya disini sudah ada aturan masih juga aturan dibuat bertele tele dan panjang tak jelas…

        Reply
      • September 15, 2014 at 3:59 am
        Permalink

        jadi selama ini Matt gak punya sim ???? OMG!!! yang nyetir kan klaian gantian yaa…

        Reply
        • September 15, 2014 at 4:07 am
          Permalink

          aku lebih banyak nyetir hehe. dia pake SIM international. dia jarang banget nyetir karena males.

          Reply
          • September 15, 2014 at 4:11 am
            Permalink

            ohh iya kan ada SIM international nya gak papa kok, saya juga kalau mobil ya saya sopir soalnya bahaya kalo dia bawa mobil potensi berantem sama supir angkot 90 % mengerikan… hahhaha

            Reply
            • September 15, 2014 at 4:16 am
              Permalink

              hahahhaa si matt sih gak berantem tapi aku males dengerin dia maki2. udah gitu kita kan gak punya motor, takut dia naik motor/sepeda di Medan.

            • September 15, 2014 at 7:08 am
              Permalink

              Believe me. Nail motor di Medan paling seru…. Hihihi. Matt bisa ketagihan kalo udah bawa sekali. Kabur dulu ah…. :p

            • September 15, 2014 at 7:12 am
              Permalink

              Motor bebek, ya kan? Coba ajak ke Mabua. Hihihi. Pasti mau….

            • September 15, 2014 at 7:13 am
              Permalink

              apa mabua?
              bukan motor bebek. kayaknya enggak deh nyoba2 naik motor lagi, daripada keserempet, bikin masalah baru hehe

            • September 15, 2014 at 7:14 am
              Permalink

              Mabua Harley Davidson. Yang deretan sama Museum Rahmat mbak. Hahaha. Ada isu katanya kalo survive berkendara di Medan, di belahan bumi mana pun, tiada lagi gentar akan didapat. 😛

            • September 15, 2014 at 7:16 am
              Permalink

              sekarang disana bisa di rental loh per hari gitu. mulai harga Rp 700.000 ribu kalau gak salah. Si Matt itu paling males dimaki orang. udahlah dia kaget trus jadinya sakit hati. makanya dia stop naik sepeda juga

            • September 15, 2014 at 7:18 am
              Permalink

              Wah… Gak enak ya mbak. Memang di Medan makian paling jamak dijumpai. Udah situ yang salah situ lagi yang maki. 🙁 Lah, kasihan dong Matt. Sepeda pun diharamkan. Pantas aja makin subur… 🙂

            • September 15, 2014 at 9:50 am
              Permalink

              aku pernah lihat dia ada foto naik motor kalo nda salah lihat yaa…

            • September 15, 2014 at 10:13 am
              Permalink

              di danau toba itu. sepi sih dia berani hehehe. mungkin di Medan karena gak biasa aja kali ya, masih kagok dan kita langsung mutusin gak beli motor juga. Emang duitnya gak ada ahahha

            • September 15, 2014 at 12:34 pm
              Permalink

              ohhh iya kayaknya itu di danau deh soalnya backgroundnya …kirain karena sering ke hutan dia jago naik motor kesana kemari…

            • September 16, 2014 at 3:11 am
              Permalink

              Berarti kalo mau naik motor di Medan, kudu tengah malam gitu… Hmmm… cuma gak disarankan, soalnya kadang ada tukang pungli liar yang suka razia gak sesuai tema—alias menjebak orang biar bisa diperas… Memang lebih bagus gak punya motor buat Matt mbak.

              Mari berdoa semoga moda transportasi darat di Medan semakin bagus (sambil ngayal….)

            • September 15, 2014 at 9:50 am
              Permalink

              jadi pengen cobain naik motor di Medan he he he

            • September 15, 2014 at 8:14 am
              Permalink

              Nimbrung ah… Aku sama M dong bebas stres, di kampungku kami gak punya mobil jadi ke mana2 naek angkot!😝😝😝

            • September 15, 2014 at 9:54 am
              Permalink

              iya disana naik angkot enak dan adem disini haahhahah membahayakan jiwa raga dan macettttt

            • September 15, 2014 at 12:34 pm
              Permalink

              yaa sekali kali saya mau hidup di kota kecil asal jangan terlalu sepi………

            • September 15, 2014 at 1:16 pm
              Permalink

              Kalo di Indonesia, sepanjang ada pasar dan supermarket mah gak sepi, biarpun kotanya kecil😄

            • September 16, 2014 at 3:08 am
              Permalink

              Satu lagi biar kehidupan gak sepi: koneksi internet… Hahaha… Berasa banget kalo gak browsing2, bw, etc.

            • September 16, 2014 at 3:36 am
              Permalink

              Oh ya internet mah wajib hukumnya, apalagi kalo hidup di pedalaman😄

            • September 16, 2014 at 4:07 am
              Permalink

              nah klo di Indonesia ya internet pasti tak ada kalo di kampung kampung……..:D

      • September 15, 2014 at 9:53 am
        Permalink

        iya ..sih biar satu persatu pungli di negeri ini terhapuskan…masa sudah 69 tahun merdeka dari Belanda masih di jajah sama KKN sih,..

        Reply
    • September 15, 2014 at 8:01 pm
      Permalink

      Beugh pungli ratusan ribu, bisa jadi uang belanja bbrp kali tuh..
      Paling males dengan praktek KKN dan suap-menyuap ini ya mbak Siti, uang hasil kerja larinya kok ngegedein perut orang lain. Btw makasih infonya.

      Reply
      • September 16, 2014 at 4:06 am
        Permalink

        iya sdh biasa kalau ngurus ngurus…

        Reply
      • January 14, 2015 at 9:27 am
        Permalink

        sip mudah asal tahu aturan dan lengkapi dokumen pasti lancar

        Reply
    • February 23, 2015 at 4:09 am
      Permalink

      Mbak kalo pembuatan SIM WNA nya di Makassar juga atau di Polda Metro Jaya,karena yang saya baca di internet kok tertulis di jl Daan Mogot Jakbar. Thanks mbak infonya :))

      Reply
      • February 23, 2015 at 4:15 am
        Permalink

        Di makassar, di polrestabes, jl Ahmad yani…

        Reply
    • May 15, 2015 at 6:38 pm
      Permalink

      Suami saya WNA pemegang KITAP yang seharusnya jika memperpanjang SIM akan dpt masa berlaku 5 thn juga, tapi ketika SIM A dan C sdh selesai ternyata masa berlakunya cuma 1 tahun aja, lgs aja saya protes kepetugas kenapa cmn dpt 1 thn, oleh petugas dijelaskan krn suami saya masih berstatus WNA, bahkan meskipun sdh ada KTP (org asing) ttp aja hanya 1 thn, saya lgs aja menjawb koq berbeda sm Satpas jakarta, seharusx semua peraturan yg diberlakukan itu sama utk seluruh indonesia knp hanya disini (tenggarong) yg berbeda padahal kata petugas tadi prosedur SIM sesuai sistem dari jakarta, akhirnya dgn berat hati saya dn suami meninggalkan kantor Satlantas dgn hati kesal, mbak adakah website yang bisa menerangkan tentang masa berlaku SIM WNA pemegang KITAP? Thx ya mbak 🙂

      Reply
      • May 16, 2015 at 8:40 am
        Permalink

        wah kok beda sih, seharusnya sesuai izin tinggalnya bisa 5 tahun loh, ribet bareng tiap tahun perpanjanagan,.. makan hati urusan birokrasinya …wah aku belum pernah nemu informasi terkait yang 5 tahun cuma secara lisan pak polisi dulu waktu urus pertama dan kedua menjelaskan masalah tersebut,..dan semua pengalaman teman teman pegang KITAP sudah bisa pakai sim 5 tahun ..

        Reply
    • August 24, 2015 at 2:12 am
      Permalink

      alhamdulillah
      tambah mudah mengurus SIM online sendiri
      terima kasih banyak infonya

      Reply
      • August 25, 2015 at 1:06 am
        Permalink

        ohh ya aku saja belum pernah SIM Online.. wah mau coba nanti juga…

        Reply
    • June 10, 2016 at 8:12 am
      Permalink

      Dear Mba Siti, saya tinggal dan di kota tangerang dan masih simpang siur untuk membuat sim buat si TKA di kantor, demi menghindari pungli saya telp sana sini tanya prosedur nya gimana dan syarat apa karena polisi ditanyain gak jelas saya juga gak mau dikerjain sama polisi gegara saya enggak tau. hehe. mohon info nya mba, proses pembuatan sim untuk tka apakah sama proses yang dijalanin nya? klo sama aduh gmana ngerjain tes teori nya orang enggak ngerti bahasa indonesia 😀

      Reply
      • June 10, 2016 at 11:46 am
        Permalink

        saya rasa wajib test memang saya cuma beruntung aja waktu itu karena petugasnya tak ada di ruang ujian… prosesnya saya rasa sama kok kan aturannya WNA tak harus WNA bekerja formil by corp or pribadi…

        Reply
        • June 10, 2016 at 10:04 pm
          Permalink

          Assalamoalaikum. Itu ga ppa kalau ga negrti bahasa krna ga harus tes teori dan praktek untk WNA untuk SIM. kalau ada SIM dari negara asal dan masih berlaku jadi bisa aja bikin SIM indonesia. Tapi untk orang asing SIM 1 tahun aja. Ga bisa bikin SIM yng berlaku 5 tahun krma polisi pasti minta KTP. Suami sya juga WNA dan sudah pernah bikin SIM indonesia tanpa praktek dan tes2 krna dia punya SIM dari negara asal dan punya SIM international juga dari negara asal jadi polisi minta fotocopy aja waktu isi formulir. 🙂

          Reply
          • June 11, 2016 at 7:13 am
            Permalink

            SIM selalu mengikuti izin tinggal WNA kalau masih KITAS ya 1 tahun kalau kitap ya 5 tahun bisa..

            Reply
            • June 11, 2016 at 9:19 am
              Permalink

              Masalah bukan kitas atau kitap! Itu persyarataan resmi dari polisi kalau mau SIM 5 tahun ya HARS punya KTP 5 tahun juga. Orang asing atau WNI semua harus ikut persyarataan dan undang2 republik indonesia! WNA yng punya KITAP tapi ga punya KTP ga bisa bikin SIM 5 tahun juga krna harus masuk data2 lengkap di system online!
              WNA yng punya kitas bisa kasih fotocopy SKTT dari kantor capil dan surat ini sama sperti KTP orang asing tapi berlaku 1 tahun. Jadi gimna bisa bikink SIM 5 tahun tanpa KTP orang asing? Sya sudah tanya2 dari kantor polisi. Mereka bilng HARUS punya ktp orang asing untk SIM 5 tahun kecuali diplomat dan menteri 2 bebas dari persyarataan ini.

            • June 11, 2016 at 9:38 am
              Permalink

              di beberapa daerah banyak kok wna tanpa ktp bisa dapat sim 5 Tahun mungkin tiap daerah kebijakannya berbeda, beda, kalau suami saya kemarin SIM awal ikuti dengan masa expired KITAS nya kan ada SKKTS yang juga sama dengan KITAS 1 tahun juga.. di beberapa daerah lain dengan KITAP mereka bisa kasih 5 tahun.. entah lah ya apakah wajib KTP WNA .. wallahulam..

            • June 11, 2016 at 10:12 am
              Permalink

              sya pernah juga dngr dulu bisa bikin SIM 5 tahun tapi skrng polisi minta copy ktp electronic. Kan ga bisa lagi pake ktp lama yng manual di sluruh indo. 🙂

            • June 11, 2016 at 10:21 am
              Permalink

              oh ya besok teman saya mau urus SIM nanti coba di tanyakan kebijakan terbarunya…

    • January 6, 2017 at 4:06 am
      Permalink

      Salam kenal mbak Siti…

      Aku ingin bertanya:
      1. Persyaratan untuk bikin SIM bagi WNA apa aja ya mbak?? (Bikin baru & bukan perpanjang).
      2. Apakah WNA bisa mendapatkan SIM A atau SIM C?? Atau hanya mendapatkan SIM Internasional saja??

      Terima kasih banyak untuk info-nya ya mbak….

      Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *