Detail wawancara petugas Imigrasi ketika survey kerumah buat aplikasi KITAS WNA

gambar dari www.crankpunk.com
gambar dari www.crankpunk.com

Biar bisa di share informasi ini ke grup kawin campur dan lainnya aku mau sharing lagi pengalaman saat di survey ke rumah saat apply KITAS 1, KITAS 1 maksudnya applikasi KITAS tahun pertama, proses pembuatan KITAS ini seperti yang saya rincikan disini, saya tempuh dengan alih status dari izin tinggal kunjungan  ( visa sosbud ) ke Visa ITAS ( Izin tinggal terbatas ) dan dalam proses itu ada tahap survey setelah kita apply semua dokumen ke kantor imigrasi di lokasi domisili istri WNA. Dan mereka ( petugas KANIM ) akan menelpon istri wna buat janjian di survey dirumah. Kenapa mesti di survey ? karena

  1. Petugas mau tahu kevalidan alamat kita, bukan alamat palsu, karena mereka akan verifikasi di kantor lurah akan adanya WNA yang domisili dialamat terdaftar. Soalnya banyak orang pakai alamat palsu dan lainnya.
  2. Petugas mau cek apakah benar ada pernikahan yang sebenarnya dengan WNA, karena banyak WNA yang cuma pura pura menikahi WNI buat dapat izin tinggal, mereka tak tinggal bersama, makanya di cek ke rumah di verifikasi sama tetangga dan lainnya. 
  3. Petugas akan menggali informasi lebih dalam ke pasangan wni & wna tersebut, biar ketahuan memang ada pernikahan dan istri domisili dilokasi tersebut .
  4. Petugas akan melakukan pengambilan gambar pasangan wna & wni dan dilampirkan ke dalam berkas sebagai bukti untuk pengajuan  KITAS

Adapun beberapa pertanyaan yang ditanyakan saat kita di datangi tim survey imigrasi sbb :

  1. Sudah berapa lama menikah? 
  2. Sudah berapa lama WNA menetap di Indonesia?
  3. Kerjaan suami apa ? 
  4. Kegiatan selama di Indonesia?
  5. Dan beberapa pertanyaan basa basi lainnya, sudah bisa bahasa Indonesia ? sudah punya anak? sudah tahu UU dan birokrasi?  dan pertanyaan ringan lainnya. 

Tak lama kok 10 menit gak cukup, karena di meja saya sudah pasang copy UUD keimigrasian nomor berapa gitu aku lupa, dan aku banyak nanya soal UU, jadi dia senang kalau WNI yang berpasangan sama WNA itu ngerti aturan UU biar mudah dan taat menaati aturan hukum di Indonesia. Mereka tidak akan macam macam kok, dan jangan pernah beri tip atau duit karena mereka survey kita. Tak ada istrilah uang taksi atau transportasi, itu bagian dari kerjaan mereka kok. Sudah masuk di gaji. Dan aku lihat mereka datang pakai mobil kantor kok jadi pasti bensinya sudah dibayarin kantor alias negara. Kita kan WNI yang bayar pajak. Minimal beri minum buat mereka dah datang jauh jauh anggap saja sebagai pahala menjamu tamu. 

Bagi istri/suami wna yang nervous menunggu petugas untuk survey, tak usah panik,  dan ada juga beberapa kasus yang tak di survey. Ada teman di Makassar yang menempuh jalur ini tak di survey karena kelamaan makanya sang istri wni datang ke kanim ngecek dan ternyata suratnya sudah okay dan sisa lanjutkan ke proses berikutnya. Intinya kalau berkas sudah lama masuknya dan waktu dijanjikan sudah lewat harus di follow up ke kantor imigrasi berkasnya biar tahu proses sampai dimana, harus ekstra aktif dalam prosesnya.  Itulah resiko jadi istri WNA yang tinggal di Indonesia, saya rasa itupun berlaku jika pasangan kapur ( kawin campur ) berurusan dengan birokrasi diluar wajib cari tahu update aturannya. Jangan berpangku tangan karena kalau tak tahu ilmunya bisa berabe dan lebih ribet lagi urusannya.

Demikian sharing kali ini, semoga bermanfaat buat teman teman yang butuh 🙂 

salam birokrasi  ^_^

19 thoughts on “Detail wawancara petugas Imigrasi ketika survey kerumah buat aplikasi KITAS WNA

  • August 26, 2014 at 8:03 am
    Permalink

    ini cerita waktu disurvei sama petugas imigrasi di indonesia? ato di amerika?

    Reply
  • August 27, 2014 at 3:15 am
    Permalink

    Dulu sebelum nikah dan si M sempet “tertahan” di Oz, aku kepikiran mau urus KITAS-nya sponsor istri, tapi berhubung dia dapat penugasan di Indo lagi jadi ya sponsornya kantornya.. Thanks for sharing..

    Reply
    • August 27, 2014 at 3:48 am
      Permalink

      iya kamu enak banget si M mah di uruskan KITAS nya jadi nggak ribet…kalo aku yang kayak petugas saja urus sana sini.. kalau urus pakai agen bangkrut!!

      Reply
      • August 27, 2014 at 3:56 am
        Permalink

        Hehehe di bagian ini aku sedikit beruntung.., tapi bagian lain kayak prenup terlewatkan..😬 Gitu deh nasib..nasib.. Plus minus aja sih sebetulnya..😉

        Reply
        • August 27, 2014 at 4:15 am
          Permalink

          kalau pre enup gak ada solusinya ada 3:
          1. Kalau beli property di Indonesia cari ayng hak pakai saja, tak masalh kyk aparment dan lainnya, yang tak bs dimiliki hanya SHM, kalau dapat property dalam bentuk SHM gampang turunkan statusnya ke SHGB or Hak pakai di notaris beres deh.
          2. Menggunakan prominee atau pinjam nama, misal bapak/ibu.kakak saudara, yang bisa dipercaya sebagai atas nama di SHM property nya lalu ada perjanjian di notaris menjelaskan bahwa andalah pemliknya dan berhak atas pengelolaan property tersebt.Tapi ini kdh bahaya, biasa saudara bisa jadi kejam karena harta.
          3. Buat post enup ( pisah harta ) melalui penetapan pengadilan jadi bisa beli SHM deh……..

          beres kan……………..:-)

          Reply
          • August 27, 2014 at 5:09 am
            Permalink

            Ya pernah baca2 juga sih, paling salah satu dari itu.. Cuma tetep aja menyebalkan😬

          • August 27, 2014 at 5:11 am
            Permalink

            iya coba ketemu aku duluan pasti saya langsung kasih kartu nama notaris temanku… aku dah bantuin 4 orng teman yang nikah campur lloh soal info ini, ada kenal di tempat order undangan, dari komunitas kawain campur dan dari blog….

          • August 27, 2014 at 5:15 am
            Permalink

            Ya nih, aku lagi tanya2 notaris di seputar wilayahku juga, ya gitu deh jawabannya.. Bagus dong kamu jadi semacam agen informasi gitu buat membantu sesama pelaku mixed marriage👍😀

          • August 27, 2014 at 5:17 am
            Permalink

            iya nambah nambah pahala…..kadang ada notars yang mau dan ahli kdg banyak notaris tak ngerti loh……..jadi tak semua…………….notaris mau tangani masalah pre enup dan post enup

  • August 27, 2014 at 5:10 am
    Permalink

    serba-serbi pasangan yang nikah campur ya mbak..
    kalau kami yang nikah sesama WNI kan adem ayem aja 🙂

    Reply
    • August 27, 2014 at 5:14 am
      Permalink

      iyaa sangat serba serbi………namanya beda negara niar..hukumnya beda kalau di satukan ada perlakuan khusus yang punya aturan lagi……….birokrasi 2 negara…. apalagi urs dokumen anak………yang berkewarganegaraan ganda………

      Reply
  • February 5, 2015 at 8:55 pm
    Permalink

    subhanallah, siap-siap dicembetutin nih sama petugas soale kita ga mau suap-suapan hehehe gpp deh kopi tehnya banyakin gula biar muka mereka jadi manis =)

    Reply
  • July 9, 2015 at 12:29 pm
    Permalink

    Infonya banyak membantu buat yang kwn campur….thanks!

    Reply
    • July 9, 2015 at 1:25 pm
      Permalink

      sama sama mbak Dewi, saya akan tetap update…

      Reply
  • August 11, 2015 at 3:50 pm
    Permalink

    Sekarang istri suruh ngurus npwp mbak,,,jadi bingung.

    Reply
    • August 11, 2015 at 4:03 pm
      Permalink

      gak usah buat apa ? emang istrinya kerja di perusahaan?

      Reply
      • September 7, 2015 at 4:11 am
        Permalink

        Saya akan urus alih status visa sosbud me kitas, pwgawai imigran bilang semua dokumen lengkap. Tunggu 10 sampai 15 hari akan disurvey ke alamat yg tertera di Surat permohonan. Tapi setelah 2hari dpt SMS kalau saya hrs dapatkan Surat pernyataan kalau saya Dan suami wna masih dalam ikatan pernikahan yg di ambil Dari Dinas Kependudukan Dan catatan sipil.
        Kok beda persyaratannya ya 🙁

        Reply
        • September 7, 2015 at 10:03 pm
          Permalink

          kemungkinan aturan baru, saya konversi kitas 2 tahun lalu.. jadi coba ke kantor capil… minta surat yang diminta… saya rasa tak masalah

          Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *